Sebuah fenomena unik dan tak biasa melanda kalangan siswa sekolah dasar hingga menengah di China usai menjalani musim ujian yang menguras energi. Untuk meredakan tekanan mental dan melepas stres, para pelajar ramai-ramai mengonsumsi camilan unik yang dibentuk menyerupai buku pelajaran hingga lembaran Pekerjaan Rumah (PR).
Camilan kreatif ini dibuat dari bahan kertas beras (rice paper) dan dijual bebas di berbagai platform pasar digital (e-commerce) dengan harga yang sangat terjangkau, yakni kurang dari 0,5 yuan atau sekitar Rp1.000 per porsi. Sensasi “memakan” lembaran tugas sekolah ini mendadak menjadi tren populer yang dinilai efektif menghibur para siswa setelah berhadapan dengan ketatnya kompetisi akademik.
Respons Orang Tua dan Kandungan Bahan
Maraknya tren mengonsumsi “buku pelajaran” ini menuai beragam reaksi, salah satunya dari para orang tua murid. Sebagian orang tua menyambut positif kehadiran makanan ringan tersebut karena menganggapnya sebagai sarana rekreasi visual yang ampuh untuk menghibur anak-anak mereka di rumah.
Selain faktor hiburan, komposisi bahan yang digunakan juga menjadi alasan pendukung. Seorang orang tua murid mengungkapkan pandangannya dalam kolom ulasan produk, menyatakan bahwa produk tersebut tergolong aman. “Bahan utamanya olahan tepung tapioka. Jadi lebih sehat dibanding camilan lain,” tulisnya.
Peringatan Medis Terkait Risiko Bahan Kimia
Meski digandrungi anak-anak dan dinilai menghibur, pakar kesehatan justru melayangkan peringatan keras mengenai potensi bahaya di balik tren ini. Sorotan utama tertuju pada keamanan bahan pangan dasar serta zat pewarna yang digunakan untuk mencetak tulisan atau gambar menyerupai buku pelajaran pada kertas beras tersebut.
Dokter dari Rumah Sakit Mindong Universitas Medis Fujian, dr. He Sijun, mengingatkan para orang tua agar tidak lengah terhadap risiko paparan pewarna buatan non-pangan yang rentan beredar pada produk makanan murah.
“Kertas beras dan pewarna khusus makanan memang aman. Namun, jika menggunakan pewarna industri, itu berpotensi merusak fungsi hati dan ginjal anak,” tegas dr. He Sijun.
Pengawasan Ketat Otoritas Pengawas Pasar
Ancaman bahaya zat pewarna beracun pada jajanan anak sekolah ini memicu respons cepat dari pemerintah setempat. Guna mengantisipasi peredaran camilan berbahaya di lingkungan pendidikan, otoritas pengawas pasar di sejumlah wilayah China mulai bergerak aktif.
Petugas memperketat pengawasan dengan menggelar razia dan inspeksi mendadak ke toko-toko serta penjual jajanan di sekitar kawasan sekolah. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan seluruh camilan bentuk buku yang beredar telah memenuhi standar keamanan pangan nasional dan bebas dari bahan kimia berbahaya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post