MALANG TODAY – Pemerintah Republik Indonesia secara agresif memperluas jangkauan diplomasi energi hingga ke Benua Afrika guna memperkokoh ketahanan energi nasional. Langkah strategis ini direalisasikan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno ke Nigeria dan Angola. Langkah tersebut memfokuskan agenda pada penjajakan pasokan minyak mentah langsung serta perluasan investasi hulu bagi BUMN energi nasional.
Dalam kunker yang berlangsung pada 7-10 September 2026 tersebut, Wamenlu didampingi langsung oleh jajaran manajemen PT Pertamina (Persero). Kehadiran entitas bisnis negara ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak sekadar menjadi pembeli, tetapi juga pemain aktif dalam peta industri energi di kawasan Afrika.
Membuka Keran Pasokan Minyak dan Investasi Hulu di Nigeria
Saat menyambangi Abuja, Nigeria, delegasi Indonesia menggelar serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan Menteri Luar Negeri Nigeria Bianca O. Odumegwu-Ojukwu, Menteri Perminyakan Heineken Lokpobiri, serta jajaran pimpinan Nigerian National Petroleum Corporation (NNPC).
Fokus utama pembahasan dalam rangkaian pertemuan tersebut mencakup kepastian suplai langsung minyak mentah ke Indonesia, sekaligus peluang partisipasi modal pada blok-blok minyak dan gas (migas) di kawasan hulu Nigeria.
“Indonesia membutuhkan sumber energi yang aman dan terdiversifikasi. Nigeria merupakan mitra penting dalam mendukung ketahanan energi Indonesia sekaligus membuka peluang investasi hulu jangka panjang,” ujar Arif Havas Oegroseno dalam keterangannya.
Penjajakan anyar ini menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara, khususnya setelah Pertamina melakukan penyesuaian portofolio bisnisnya di Nigeria. Pembicaraan kini mencakup partisipasi pada blok migas baru, baik yang telah berproduksi maupun wilayah yang masih dalam tahap eksplorasi.
Diversifikasi Ekonomi: Dari Kelapa Sawit Hingga Industri Farmasi
Diplomasi ekonomi yang diusung Indonesia di Afrika tidak hanya berhenti pada sektor minyak dan gas bumi. Pemerintah Indonesia turut mendorong ekspansi kerja sama ke sektor agribisnis, khususnya dalam pengembangan industri kelapa sawit dan produk turunan seperti biodiesel.
Pemerintah Nigeria menyambut positif tawaran kemitraan komprehensif tersebut. Pihak Nigeria bahkan membuka pintu seluas-luasnya bagi ekspansi perusahaan asal Indonesia untuk masuk ke sektor manufaktur makanan, produk farmasi, hingga industri kesehatan, terutama yang berpusat di kawasan ekonomi Lagos.
Langkah progresif ini mempertegas repositioning Afrika dalam peta diplomasi luar negeri Indonesia: bukan lagi sekadar pasar ekspor tradisional, melainkan mitra strategis jangka panjang untuk ketahanan pangan, energi, dan pertumbuhan investasi nasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post