Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Strategi Kemitraan Asics di Paris Marathon Kunci Kuasai Pasar Lari Prancis/Pasar Produk Kulit Eropa Membaik, Ekspor Sepatu ke Tiongkok Melonjak 42 Persen/Bos Nivea Waspadai Krisis Industri Otomotif Menjangkiti Sektor Kosmetik Global/Humanika Desak Semua Pihak Kawal Kepemimpinan Prabowo Hingga Akhir Masa Jabatan/Petlibro Rilis Tempat Makan Kucing Berteknologi AI Solusi Cerdas Rumah Multi-Anabul/Sienna Spiro Bedah Racun Cinta dan Pengorbanan Buta Lewat Die on This Hill/Alasan Medis Perempuan Lebih Rentan Kena Migrain Dibanding Laki-Laki/Uni Eropa Resmikan Aturan Wajib Label untuk Konten Hasil Kecerdasan Buatan/Federasi Mode Prancis dan Italia Bersatu Garap Masa Depan Industri Industri Fashion Global di Forum de la Mode/Menuju Album Perdana, Band Alt-Rock Malang Falaci Lepas Singel Pembuka Another Cycle/DPD Dorong Skema Netral Fiskal untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional/Bocorkan Visi Masa Depan, Angkatan Laut AS Ungkap Daftar Inovasi Teknologi Prioritas Bagi Militer/Menyelami Romantisme Abadi dalam Magis Melodi Woman in Love/Kirim Pesan Ingin Bunuh Anak ke ChatGPT, Seorang Ayah Ditangkap Polisi/Ferzan Ozpetek Garap Serial Biopik Perjalanan Hidup Maestro Fashion Giorgio Armani/
Strategi Kemitraan Asics di Paris Marathon Kunci Kuasai Pasar Lari Prancis/Pasar Produk Kulit Eropa Membaik, Ekspor Sepatu ke Tiongkok Melonjak 42 Persen/Bos Nivea Waspadai Krisis Industri Otomotif Menjangkiti Sektor Kosmetik Global/Humanika Desak Semua Pihak Kawal Kepemimpinan Prabowo Hingga Akhir Masa Jabatan/Petlibro Rilis Tempat Makan Kucing Berteknologi AI Solusi Cerdas Rumah Multi-Anabul/Sienna Spiro Bedah Racun Cinta dan Pengorbanan Buta Lewat Die on This Hill/Alasan Medis Perempuan Lebih Rentan Kena Migrain Dibanding Laki-Laki/Uni Eropa Resmikan Aturan Wajib Label untuk Konten Hasil Kecerdasan Buatan/Federasi Mode Prancis dan Italia Bersatu Garap Masa Depan Industri Industri Fashion Global di Forum de la Mode/Menuju Album Perdana, Band Alt-Rock Malang Falaci Lepas Singel Pembuka Another Cycle/DPD Dorong Skema Netral Fiskal untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional/Bocorkan Visi Masa Depan, Angkatan Laut AS Ungkap Daftar Inovasi Teknologi Prioritas Bagi Militer/Menyelami Romantisme Abadi dalam Magis Melodi Woman in Love/Kirim Pesan Ingin Bunuh Anak ke ChatGPT, Seorang Ayah Ditangkap Polisi/Ferzan Ozpetek Garap Serial Biopik Perjalanan Hidup Maestro Fashion Giorgio Armani/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Menjelajah Puncak Salju Papua Bersama Peneliti Terakhir Sebelum Tumpat Abadi

by BBC Indonesia
September 19, 2026
Menjelajah Puncak Salju Papua Bersama Peneliti Terakhir Sebelum Tumpat Abadi

Menjelajah Puncak Salju Papua Bersama Peneliti Terakhir Sebelum Tumpat Abadi

MALANG TODAY – Fenomena “salju abadi” di Pegunungan Tengah Papua kini berada di ambang kepunahan total. Berdasarkan riset terbaru Badan Meteorologi Dunia (WMO), lapisan es atau gletser di sekitar Puncak Carstensz kini hanya tersisa sekitar 16 hektare dan diprediksi akan mencair seluruhnya pada akhir 2026 atau awal 2027.

Kondisi ini menandai berakhirnya keberadaan gletser di kawasan khatulistiwa Indonesia. Sebelumnya, gletser di puncak-puncak pegunungan Papua lainnya, seperti Puncak Mandala (Aplim Apom) dan Puncak Trikora (Ettiakup), telah lebih dulu lenyap akibat lonjakan suhu global.

Ancaman Kepunahan Mikroorganisme Unik

Pakar ekologi gletser dari Charles University Republik Ceko, Marie Sabacka, bersama peneliti Universitas Milan, Roberto Ambrosini, menjadi salah satu tim ilmuwan terakhir yang berkesempatan meneliti sisa gletser di East Carstensz pada Maret lalu. Penelitian kolaboratif bersama akademisi Indonesia ini berfokus pada analisis ekosistem es yang kian menyusut.

Meskipun ukurannya terus mengecil, temuan awal menunjukkan bahwa sisa es Carstensz menyimpan kehidupan biologis yang penting. Lapisan es tersebut menjadi habitat bagi komunitas mikroorganisme dan hewan mikroskopis khas yang jarang ditemukan di gletser wilayah lain secara global.

“Hilangnya gletser di Puncak Carstensz berarti hilangnya sebuah ekosistem unik yang belum banyak dipahami. Organisme ini akan punah seiring dengan lenyapnya habitat es mereka,” ujar Sabacka.

Penyusutan drastis ini mencatat sejarah panjang pemanasan global. Sejak tahun 1850, lebih dari 99 persen massa es di kawasan Puncak Carstensz telah mencair. Lenyapnya es bahkan mengubah topografi wilayah secara permanen; Puncak Ngga Pulu yang pada 1936 berada di titik tertinggi kini menyusut dan posisinya digantikan oleh Puncak Carstensz (Nemangkawi) sebagai puncak tertinggi di Oseania.

Dampak Nyata Perubahan Iklim di Papua

Penyebab utama mencairnya salju abadi ini adalah peningkatan suhu atmosfer jangka panjang akibat aktivitas manusia. Suhu yang membubung tinggi menaikkan batas titik beku udara, sehingga presipitasi yang jatuh di pegunungan lebih banyak berupa air hujan ketimbang salju. Fenomena iklim El Nino turut mempercepat proses penyusutan tersebut.

Secara volume, mencairnya gletser Carstensz tidak akan memicu krisis air bersih bagi warga lokal, mengingat curah hujan harian di dataran tinggi Papua relatif tinggi. Hal ini berbeda dengan kondisi di Pegunungan Andes atau Himalaya yang sangat bergantung pada lelehan gletser untuk pasokan air minum.

Namun, fenomena ini menjadi sinyal bahaya bagi ketahanan pangan dan stabilitas iklim lokal. Warga di dataran tinggi Papua kini makin sering menghadapi anomali cuaca, mulai dari kekeringan ekstrem, hujan lebat yang memicu banjir, hingga munculnya embun beku (frost) yang merusak tanaman pertanian warga di kaki pegunungan.

Di samping itu, fenomena ini memperlihatkan bentuk ketidakadilan iklim. Masyarakat adat Papua yang berkontribusi sangat kecil terhadap emisi gas rumah kaca global justru harus menjadi pihak yang menyaksikan perubahan drastis pada tanah adat dan lanskap sakral mereka secara permanen.

Tantangan Ekspedisi dan Kehilangan Arsip Iklim

Gletser Carstensz memiliki posisi vital dalam peta ilmu pengetahuan dunia karena merupakan gletser tropis terakhir di wilayah Pasifik Barat. Lapisan es di Puncak Carstensz sebenarnya menyimpan catatan sejarah iklim masa lalu kawasan Pasifik Tropis.

Namun, lantaran proses pencairan terjadi sangat cepat—baik dari permukaan atas maupun batas bawah es—arsip data iklim purba tersebut musnah sebelum sempat dipelajari secara menyeluruh oleh para peneliti.

Proses pengumpulan data ilmiah di kawasan ini pun penuh dinamika. Tim peneliti menghadapi tantangan logistik yang rumit, proses perizinan yang panjang, cuaca ekstrem berupa hujan tiada henti, hingga faktor keamanan di sekitar kawasan tambang Grasberg. Meski demikian, tim berhasil membawa sampel es dan sedimen beku untuk diproses dan diteliti lebih lanjut di Universitas Indonesia, Jakarta.

Hilangnya es di Puncak Carstensz menjadi peringatan keras bagi dunia bahwa perubahan iklim telah mencapai batas kritis di kawasan khatulistiwa.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Strategi Kemitraan Asics Di Paris Marathon Kunci Kuasai Pasar Lari

Strategi Kemitraan Asics di Paris Marathon Kunci Kuasai Pasar Lari Prancis

by Malang Today
September 20, 2026

Temukan strategi pemasaran Asics di Prancis lewat sponsorship Paris Marathon yang memperkuat dominasi merek dan jangkauan pasar lari globalnya.

Pasar Produk Kulit Eropa Membaik Ekspor Sepatu Ke Tiongkok Melonjak

Pasar Produk Kulit Eropa Membaik, Ekspor Sepatu ke Tiongkok Melonjak 42 Persen

by Malang Today
September 20, 2026

Presiden Micam Ceolini ungkap sinyal positif pasar fashion Eropa dan lonjakan volume ekspor ke Tiongkok hingga 42 persen. Simak trennya!

Bos Nivea Waspadai Krisis Industri Otomotif Menjangkiti Sektor Kosmetik Global

Bos Nivea Waspadai Krisis Industri Otomotif Menjangkiti Sektor Kosmetik Global

by Malang Today
September 20, 2026

Bos Nivea peringatkan industri fashion agar tak bernasib sama seperti otomotif. Simak ulasan kritis tren dan masa depan mode dunia...

Humanika Desak Semua Pihak Kawal Kepemimpinan Prabowo Hingga Akhir Masa

Humanika Desak Semua Pihak Kawal Kepemimpinan Prabowo Hingga Akhir Masa Jabatan

by Malang Today
September 20, 2026

Humanika tegaskan pentingnya menjaga stabilitas politik dan mengawal pemerintahan Prabowo Subianto secara konstitusional hingga lima tahun.

Alasan Medis Perempuan Lebih Rentan Kena Migrain Dibanding Laki Laki

Alasan Medis Perempuan Lebih Rentan Kena Migrain Dibanding Laki-Laki

by BBC Indonesia
September 20, 2026

Ketahui alasan medis mengapa perempuan lebih sering kena serangan migrain dibanding pria beserta faktor pemicu dan cara mengatasinya di sini.

Uni Eropa Resmikan Aturan Wajib Label Untuk Konten Hasil Kecerdasan

Uni Eropa Resmikan Aturan Wajib Label untuk Konten Hasil Kecerdasan Buatan

by Malang Today
September 20, 2026

Kini Eropa wajibkan label pada konten buatan AI demi ciptakan industri kreatif dan fashion digital yang lebih transparan serta etis.

Federasi Mode Prancis Dan Italia Bersatu Garap Masa Depan Industri

Federasi Mode Prancis dan Italia Bersatu Garap Masa Depan Industri Industri Fashion Global di Forum de la Mode

by Malang Today
September 20, 2026

Federasi fashion Prancis dan Italia bersatu di Forum de la Mode untuk dorong keberlanjutan dan masa depan industri mode global.

Dpd Dorong Skema Netral Fiskal Untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional

DPD Dorong Skema Netral Fiskal untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional

by Malang Today
September 20, 2026

DPD menawarkan solusi netral fiskal untuk memicu pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih cepat tanpa membebankan anggaran keuangan negara.

Kirim Pesan Ingin Bunuh Anak Ke Chatgpt Seorang Ayah Ditangkap

Kirim Pesan Ingin Bunuh Anak ke ChatGPT, Seorang Ayah Ditangkap Polisi

by BBC Indonesia
September 20, 2026

Polisi berhasil menangkap seorang ayah di Amerika Serikat usai mengunggah pesan ancaman pembunuhan terhadap anak kandungnya melalui ChatGPT.

Ferzan Ozpetek Garap Serial Biopik Perjalanan Hidup Maestro Fashion Giorgio

Ferzan Ozpetek Garap Serial Biopik Perjalanan Hidup Maestro Fashion Giorgio Armani

by Malang Today
September 20, 2026

Sutradara ternama Ferzan Ozpetek bakal garap serial biopik kisah hidup desainer legendaris Giorgio Armani. Simak detail ceritanya di sini.

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

imunify-bot-check 3614
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.