Pendiri sekaligus Executive Chairman Oracle, Larry Ellison, secara mengejutkan membatalkan rencana penjualan saham raksasa teknologi tersebut senilai 7,5 miliar dolar AS (setara Rp115 triliun). Langkah dramatis ini diambil di tengah momentum krusial bagi Oracle yang sedang gencar melakukan ekspansi infrastruktur komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (AI), meskipun kinerja saham perusahaan sedang mengalami tekanan di pasar global.
Sinyal Kepercayaan di Tengah Turbulensi Pasar
Sebelumnya, dokumen regulator mengungkapkan bahwa Ellison berencana melepas 50 juta lembar saham miliknya. Namun, dalam pengumuman resmi terbaru, Oracle menegaskan bahwa tidak ada satu pun lembar saham yang terjual di bawah rencana tersebut, dan miliarder teknologi itu kini tidak memiliki rencana lain untuk mendivestasikan kepemilikannya.
Keputusan mendadak ini memicu berbagai spekulasi di kalangan analis Wall Street. Sepanjang tahun ini, saham Oracle tercatat merosot hingga 22 persen. Pembatalan penjualan saham oleh sang pendiri dinilai sebagai upaya untuk menjaga stabilitas pasar dan mengirimkan sinyal kuat bahwa manajemen puncak tetap optimistis terhadap valuasi jangka panjang perusahaan, alih-alih melakukan aksi ambil untung (profit-taking) di saat harga terkoreksi.
Pertaruhan Besar pada Infrastruktur AI dan TikTok
Oracle saat ini sedang berada di pusaran transformasi digital yang masif. Perusahaan telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) dalam jumlah besar untuk membangun dan memperluas jaringan pusat data (data center) global guna menopang kebutuhan komputasi AI yang terus melonjak. Langkah ini menempatkan Oracle sebagai salah satu pemain kunci dalam penyediaan infrastruktur cloud skala besar (hyperscale) bersaing dengan kompetitor utama di industri.
Selain fokus pada infrastruktur AI, posisi strategis Oracle di pasar global juga diperkuat oleh perannya sebagai mitra keamanan dan salah satu pemilik utama dari operasional TikTok di Amerika Serikat. Kemitraan ini tidak hanya bernilai prestisius secara geopolitik, tetapi juga menempatkan Oracle sebagai benteng pertahanan data bagi salah satu platform media sosial terbesar di dunia.
Gurita Bisnis dan Konsolidasi Media Keluarga Ellison
Di luar kendali operasionalnya di Oracle, kekayaan melimpah Larry Ellison juga terus mengalir ke sektor industri lain. Ellison diketahui menjadi penyokong dana utama di balik langkah ambisius putranya, David Ellison, dalam mengakuisisi raksasa media Warner Bros. senilai 40 miliar dolar AS.
Meskipun proses akuisisi megah tersebut saat ini masih menghadapi tantangan hukum di pengadilan, keterlibatan finansial Ellison yang masif menunjukkan bahwa pengaruh dinasti bisnisnya kini tidak lagi terbatas pada perangkat lunak korporat, melainkan telah merambah jauh ke dalam lanskap hiburan dan media global.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post