Perkuat Komitmen Lingkungan Jelang World Cleanup Day, JHL Group Gelar Aksi Bersih Sungai Cisadane
Menjelang peringatan World Cleanup Day yang jatuh pada Minggu (20/9/2026), kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Puluhan relawan yang terdiri dari karyawan serta komunitas lingkungan turun langsung membersihkan timbulan limbah di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Aksi ini menjadi langkah konkret dalam merespons ancaman pencemaran air yang kian mengkhawatirkan akibat tingginya volume limbah domestik.
Berdasarkan pantauan di lokasi, area permukaan sungai masih didominasi oleh berbagai jenis sampah yang sulit terurai secara alami. Mulai dari sampah plastik, kantong plastik, styrofoam, hingga limbah rumah tangga tangga lainnya tampak menyumbat aliran air. Kondisi ini menegaskan bahwa persoalan sampah di kawasan perairan masih menjadi tantangan mendesak yang membutuhkan intervensi lintas sektor secara konsisten.
Inisiatif aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari gerakan Impactful Ecosystem, sebuah program keberlanjutan yang diusung oleh JHL Group. Melalui program ini, unit-unit usaha di bawah naungan perusahaan didorong untuk terlibat aktif menciptakan dampak positif yang meluas, baik bagi kelestarian lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat sekitar.
Aksi Nyata dan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan
Chief Executive Officer (CEO) JHL Group, Venny Fransisca Hermawan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti sebatas wacana atau gagasan di atas kertas, melainkan harus diterjemahkan ke dalam tindakan yang berdampak langsung.
“Dengan semangat Impactful Ecosystem, apa yang kita lakukan hari ini merupakan sebuah langkah awal dari komitmen JHL Group untuk membawa dampak positif, baik di bidang sosial, ekonomi, budaya, maupun lingkungan—khususnya di wilayah tempat kita beraktivitas sehari-hari,” ujar Venny Fransisca Hermawan dalam keterangan resminya.
Ia menuturkan, menjaga kelestarian ekosistem sungai adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan konsistensi serta kolaborasi erat dari berbagai pihak. Sebagai wujud dukungan berkelanjutan, manajemen perusahaan juga berkomitmen memberikan bantuan operasional guna menunjang kebutuhan lapangan tim Ranger Cisadane Banksasuci dalam menjaga kebersihan sungai secara berkala.
Pengelolaan Sampah Terukur dari Sumbernya
Dalam aksi lingkungan ini, proses penanganan limbah tidak berhenti pada tahap pengangkatan dari aliran air semata. Seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan langsung melalui proses pemilahan dan penimbangan. Prosedur ini dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran akurat mengenai jenis serta volume sampah yang mencemari kawasan Sungai Cisadane, sehingga data tersebut dapat dijadikan acuan pengelolaan di masa mendatang.
Perwakilan dari komunitas kebersihan lingkungan Banksasuci, Ade, menyambut positif keterlibatan sektor swasta dalam upaya penyelamatan ekosistem perairan. Menurutnya, sinergi antara komunitas lokal, pelaku usaha, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah dari hulu ke hilir.
“Menjaga sungai bukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ketika komunitas, perusahaan, dan masyarakat dapat bergerak bersama, kita tidak hanya membersihkan sampah yang terlihat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya mengelola sampah sejak dari sumbernya,” kata Ade.
Melalui aksi kolaboratif semacam ini, diharapkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai dapat terus meningkat, sekaligus memberikan dampak ekologis yang berkelanjutan bagi kawasan aliran Sungai Cisadane dan masyarakat sekitarnya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post