NEW YORK — Pasar saham Amerika Serikat (Bursa Wall Street) berhasil bangkit dan ditutup menguat pada perdagangan Senin (19/10/2026) waktu setempat. Penguatan ini dipimpin oleh lonjakan saham-saham di sektor teknologi, sekaligus mengakhiri tren penurunan beruntun yang sempat membayangi bursa saham global dalam beberapa hari terakhir.
Kendati mencatatkan rapot hijau pada awal pekan, para pelaku pasar diperkirakan masih bersikap hati-hati. Kekhawatiran investor terkait tingginya biaya investasi di sektor Kecerdasan Buatan (AI) serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga acuan dinilai belum sepenuhnya mereda.
Nasdaq Melesat, Sektor Semikonduktor Rebound dari Rekor Terburuk
Berdasarkan data penutupan perdagangan, indeks komposit Nasdaq mencatatkan kenaikan tertinggi dengan menguat 290,85 poin atau 1,11 persen ke level 26.430,89. Penguatan ini diikuti oleh indeks S&P 500 yang naik 0,41 persen atau 31,29 poin menuju posisi 7.690,73. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average bergerak anomali dengan terkoreksi tipis 0,07 persen atau 36,38 poin ke level 51.966,03.
Gairah di sektor teknologi paling tercermin pada indeks semikonduktor Philadelphia yang melonjak tajam hingga 1,6 persen. Lonjakan ini secara resmi menghentikan rentetan penurunan harga saham chip selama delapan hari berturut-turut—sebuah reli negatif terpanjang sejak Oktober 2008 yang telah menggerus nilai kapitalisasi pasar indeks tersebut hingga 15,7 persen.
Sebelumnya, tekanan berat menghampiri saham-saham teknologi akibat kecemasan pasar bahwa era suku bunga tinggi akan memperlambat ekspansi infrastruktur AI. Para pemodal mulai menyoroti secara kritis besarnya beban biaya pengembangan teknologi masa depan tersebut serta strategi pendanaan para korporasi.
Amazon dan Tesla Memimpin Pergerakan Saham Individual
Di jajaran saham individual, Amazon menjadi salah satu penggerak utama pasar setelah sahamnya melonjak hingga 5 persen. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh keputusan lembaga keuangan Morgan Stanley yang menetapkan raksasa e-commerce dan komputasi awan tersebut sebagai pilihan investasi utama (top pick).
Tren positif juga diikuti oleh produsen kendaraan listrik Tesla yang menguat 3,8 persen, serta raksasa pembuat chip Intel yang terangkat 2,4 persen. Saham Intel mendapat dorongan sentimen positif usai JPMorgan menaikkan peringkat rekomendasinya dari underweight menjadi neutral.
Kinerja impresif turut ditunjukkan oleh produsen baja Cleveland-Cliffs yang sahamnya meroket hingga 16 persen. Lonjakan spektakuler ini terjadi setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal ketiga dengan perolehan laba bersih yang jauh melampaui estimasi para analis pasar modal.
Di sisi lain, pergerakan dinamis terjadi pada saham penyedia layanan infrastruktur komputasi awan, CoreWeave. Meski sempat melaju di zona hijau menyusul langkah Goldman Sachs menaikkan rekomendasinya menjadi buy dari sebelumnya neutral, saham CoreWeave akhirnya ditutup melemah tipis 0,4 persen. Perusahaan ini diketahui masih berada di bawah sorotan ketat investor akibat beban utang korporasi yang mencapai 50 miliar Dolar AS.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post