Panggung peragaan busana megah Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 menjadi saksi perayaan keberanian dan rasa percaya diri perempuan tanpa dibatasi rentang usia. Melalui pagelaran bertajuk POND’S Age Miracle Runway yang mengusung tema “Transform to Transcend”, ajang mode bergengsi ini menyampaikan pesan kuat bahwa usia bukanlah batas untuk terus bertransformasi, bertumbuh, dan mengejar impian.
Peragaan busana tersebut menghadirkan jajaran sosok inspiratif, mulai dari publik figur seperti Jennifer Bachdim dan Patricia Gouw, hingga tujuh perempuan terpilih yang dinamai Miracle Models. Menariknya, ketujuh model non-profesional ini memiliki rentang usia yang cukup luas, yakni mulai dari 30 hingga 70 tahun, memperagakan koleksi eksklusif berjudul Memento hasil kolaborasi desainer ternama Hian Tjen dan label Josephine Anni.
Mendobrak Stigma Usia Lewat Panggung Mode
Kehadiran para model lintas generasi di atas panggung catwalk bukan sekadar pertunjukan visual, melainkan sebuah representasi nyata bahwa kesempatan untuk berkarya dan mengeksplorasi potensi diri tidak boleh dibatasi oleh angka penanda usia.
Shakina Dharma, Beauty & Wellbeing Marketing Demand Creation Skin Care Lead Unilever Indonesia, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendampingi langkah perempuan Indonesia untuk terus berkembang. Menurutnya, rasa percaya diri yang terpancar dari kulit yang terawat menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan hidup.
“Setiap fase kehidupan adalah kesempatan bagi perempuan untuk terus berkembang dan mengeksplorasi potensi. Melalui pergerakan ini, kami mengajak perempuan berinvestasi pada perawatan diri sejak dini agar mereka merasa mantap mengejar aspirasi tanpa menjadikan usia sebagai penghalang,” ujar Shakina di Jakarta.
Dalam mendukung perawatan kesehatan kulit tersebut, inovasi teknologi kecantikan seperti formulasi Hexyl-Retinol turut diperkenalkan. Kandungan ini dirancang khusus untuk merangsang produksi kolagen alami kulit secara signifikan guna menjaga kekencangan serta elastisitas wajah seiring bertambahnya usia.
Kisah Inspiratif dari 500 Perempuan Indonesia
Terpilihnya tujuh peraga busana di panggung JFW 2027 merupakan puncak dari rangkaian program pencarian bakat yang diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai penjuru tanah air. Para perempuan berusia 30 hingga 70 tahun tersebut secara terbuka membagikan perjalanan transformasi hidup mereka melalui kampanye digital My Miracle Transformation.
Melalui proses penyaringan yang ketat—mulai dari sesi wawancara, pembekalan materi, pemotretan, hingga pengujian teknik catwalk—terpilihlah tujuh finalis utama. Mereka adalah Sandra Gunawan (70 tahun), Tanisa Rizki (44 tahun), Niken Paramita Kusuma Wardani (39 tahun), Yocta Pratrista (36 tahun), Loemongga (35 tahun), Yosi Twentiarani (35 tahun), dan Sheila Kanti Perucha Tejena (30 tahun).
Sebelum melenggang di ajang resmi, para peserta terpilih ini dibekali dengan pembekalan intensif melalui Miracle Models Workshop bersama tim profesional dari JFW.
Selebritas dan pegiat gaya hidup sehat, Jennifer Bachdim, mengaku sangat bersemangat bisa menjadi bagian dari gerakan ini. Ia membagikan sudut pandangnya mengenai arti penting merawat diri di usia matang.
“Menjelang usia 40 tahun, saya justru merasa semakin antusias untuk mengejar hal-hal baru dan mendalami minat saya. Semangat ini tentu harus dibersamai dengan konsistensi menjaga kesehatan diri dan kulit wajah. Bagi saya, transformasi bukan hanya soal mempertahankan penampilan agar tampak awet muda, tetapi tentang keberanian menjadi versi terbaik dari diri sendiri,” tutur Jennifer.
Simbol Anggun dan Berdaya dalam Koleksi ‘Memento’
Pesan pemberdayaan perempuan ini diwujudkan secara visual melalui koleksi rancangan busana Memento. Kolaborasi antara Hian Tjen dan Josephine Anni berhasil memadukan keahlian teknik kriya adibusana (craftsmanship couture) yang detail dengan potongan modern yang praktis dan nyaman untuk aktivitas harian.
Mengambil inspirasi dari bentuk keindahan bunga Calla Lily, rancangan busana ini mengeksplorasi kontras antara siluet yang tegas namun tetap mempertahankan sentuhan feminin yang lembut. Kombinasi desain ini merepresentasikan karakter perempuan modern yang elegan, anggun, sekaligus memiliki ketangguhan.
Kedua perancang memastikan bahwa setiap helai pakaian dalam koleksi ini dirancang dengan perhatian penuh pada potongan, volume, dan aspek keberlanjutan, sehingga karya ini dapat terus dikenakan melampaui perubahan tren busana.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post