JAKARTA — Minat investor asal Tiongkok untuk menanamkan modalnya di Indonesia dilaporkan tetap stabil dan menunjukkan tren positif. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mencatat sejumlah peluang investasi baru tengah dijajaki, mencakup sektor energi terbarukan hingga infrastruktur strategis.
Hasil Kunjungan Kerja ke Tiongkok
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa minat tersebut terlihat dari hasil pertemuan intensif dengan jajaran pengusaha di Tiongkok. Penjajakan ini melibatkan baik perusahaan yang sudah beroperasi di tanah air maupun calon investor baru.
Sektor-sektor yang menjadi daya tarik utama bagi para investor Tiongkok antara lain pengembangan pelabuhan atau dermaga, industri tekstil, hingga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Sektor PLTS dan Hilirisasi Mineral Jadi Fokus
Dari rangkaian pertemuan bisnis tersebut, Rosan mengungkapkan ada dua perusahaan yang secara spesifik menyatakan minatnya untuk berinvestasi di bidang energi terbarukan, khususnya PLTS. Selain itu, terdapat sembilan perusahaan lain yang berminat pada sektor infrastruktur pelabuhan dan industri tekstil.
Di samping sektor-sektor tersebut, fokus penjajakan juga diarahkan pada hilirisasi mineral. Langkah ini dinilai strategis mengingat posisi Tiongkok sebagai salah satu mitra investasi terbesar bagi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Menjaga Iklim Investasi Berkelanjutan
Pemerintah bersama Danantara terus membuka ruang dialog dan meminta masukan langsung dari para investor Tiongkok. Hal ini dilakukan guna menyempurnakan regulasi serta skema kerja sama, sehingga rencana investasi dapat terealisasi secara optimal.
Komunikasi rutin terus dijaga untuk memastikan iklim investasi di Indonesia tetap kondusif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha global.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post