JAKARTA — Keberhasilan dalam membangun bisnis dan menjaga keberlanjutan keuangan tidak hanya ditentukan oleh besaran modal, kecanggihan strategi pemasaran, atau jeli membaca peluang pasar. Pola pikir serta rekam jejak psikologis masa lalu kini dinilai memegang peranan krusial dalam menentukan kualitas pengambilan keputusan finansial para pelaku usaha.
Berangkat dari fenomena tersebut, Akademi Mantra Digital mengintegrasikan edukasi pola pikir (mindset), pemasaran digital, pengembangan produk riil, hingga kolaborasi lintas sektor. Langkah ini diambil untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas personal yang berimbang dengan keterampilan teknis kewirausahaan.
Pendekatan Subconscious Mindset First dalam Ekosistem Usaha
Pendiri Akademi Mantra Digital, Suhendi, menjelaskan bahwa faktor kegagalan masa lalu, trauma finansial, hingga kekecewaan pribadi sering kali membayangi cara seorang pengusaha merespons peluang bisnis maupun mengelola risiko.
Oleh karena itu, pengusaha muda kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1991 ini mengusung pendekatan Subconscious Mindset First. Metode ini menempatkan pembenahan pola pikir dan pemulihan alam bawah sadar sebagai fondasi utama sebelum memasuki tahap pembentukan bisnis. Di tengah ketatnya persaingan industri pemasaran digital, pendekatan psikologis ini menjadi nilai pembeda yang ditawarkan lembaga edukasi tersebut.
“Bisnis ini bukan sekadar mengejar profitabilitas semata, melainkan sebuah misi sosial untuk membantu banyak orang keluar dari mentalitas miskin dan jeratan utang melalui edukasi mindset yang benar,” ujar pria yang akrab disapa Haji Suhendi tersebut.
Menurutnya, kinerja bisnis yang sehat berakar dari proses pembelajaran berkelanjutan dan perubahan perilaku pemandirinya. Edukasi mental dan pemandirian keterampilan teknis dipandang sebagai dua pilar terintegrasi yang harus berjalan seiring.
Lima Pilar Strategis Pembentuk Ekosistem Kewirausahaan
Guna mewujudkan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan, Akademi Mantra Digital menerjemahkan konsep tersebut ke dalam lima pilar utama yang saling terhubung dari hulu ke hilir:
- Mantra Kids: Berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui jaringan distribusi produk mainan anak, yang dipadukan dengan sarana edukasi interaktif untuk pembentukan karakter generasi muda.
- Mantra Uang: Konsentrasi pada program edukasi finansial, literasi keuangan, dan pembenahan pola pikir pengelolaan modal.
- Mantra Formula: Lini pengembangan produk fisik secara mandiri (own-brand) yang menyasar sektor kesehatan dan kebugaran (wellness industry).
- Sosial Affiliator: Skema pemasaran digital berbasis jaringan afiliasi guna memperluas penetrasi pasar dan jangkauan distribusi produk secara efisien.
- Konsorsium Bisnis Bersama: Wadah kolaborasi dan kemitraan strategis antar-pelaku usaha dalam ekosistem untuk memperkuat sinergi jaringan bisnis.
Melalui integrasi kelima pilar tersebut, Akademi Mantra Digital berupaya menyambungkan program edukasi berorientasi mental dengan aktivitas komersial riil, guna menciptakan ekosistem bisnis yang resilient dan berdaya saing tinggi.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post