MALANG TODAY – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berada di bawah tekanan koreksi pada perdagangan awal pekan, Senin (19/10/2026). Sinyal pelemahan ini melanjutkan sentimen negatif dari sesi sebelumnya, di mana pasar saham domestik anjlok signifikan hingga 678,6 poin (11,57%) dan terhempas ke level 5.185,1 pada akhir pekan lalu.
Keterpurukan pasar modal tidak hanya terjadi di dalam negeri. Pasar keuangan global dan kawasan Asia terpantau kompak berada di zona merah akibat kombinasi ketidakpastian ekonomi global, lonjakan harga komoditas energi, serta ancaman inflasi tinggi yang memicu pengetatan kebijakan moneter secara berkepanjangan.
Sentimen Regional dan Beban Sektor Teknologi Wall Street
Pergerakan bursa saham Asia mayoritas melemah pada perdagangan pagi ini. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat terdepresiasi sebesar 1,65%, diikuti indeks Topix yang melorot 1,12%. Di Korea Selatan, indeks Kospi terkoreksi 1,29% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melemah 0,93%. Hanya indeks S&P/ASX 200 Australia yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,37%.
Tekanan berat di kawasan regional mengindikasikan limpahan gelombang kekhawatiran dari bursa saham Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Wall Street tertekan akibat aksi jual masif (sell-off) yang melanda saham-saham sektor teknologi unggulan, khususnya emiten berbasis kecerdasan buatan (AI) dan industri semikonduktor.
Selain tekanan di sektor teknologi, pergerakan inflasi AS yang kembali memanas seiring tren kenaikan harga minyak mentah dunia memicu kekhawatiran baru para investor. Spekulasi mengenai ketahanan suku bunga acuan tinggi (higher for longer) oleh bank sentral AS, The Federal Reserve, semakin memperketat likuiditas dan menahan minat risiko pemodal di pasar berkembang.
Rekomendasi Saham Pilihan Perusahaan Sekuritas
Di tengah volatilitas IHSG yang tinggi, para pelaku pasar dianjurkan menerapkan strategi perdagangan yang cermat, seperti memanfaatkan peluang buy on weakness maupun trading buy pada saham-saham berpola teknikal defensif. Berikut adalah jajaran saham pilihan dari dua sekuritas terkemuka untuk perdagangan hari ini:
Rekomendasi BNI Sekuritas:
- PT Timah Tbk (TINS): Direkomendasikan Buy on Weakness di kisaran area beli 3.310–3.340. Target harga terdekat berada di rentang 3.500–3.600, dengan batas penghentian kerugian (cut loss) jika menembus ke bawah level 3.300.
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): Direkomendasikan Buy on Weakness pada kisaran harga 640–650. Target harga berada di level 700–730, dengan instruksi cut loss di bawah 640.
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Area beli Buy on Weakness berada pada kisaran 3.200–3.250, dengan target harga terdekat di level 3.500–3.700 dan batas cut loss di bawah 3.200.
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Direkomendasikan Buy on Weakness pada rentang 9.200–9.375. Target harga diproyeksikan mencapai 10.000–10.450, dengan titik cut loss di bawah level 9.200.
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN): Area beli ideal berada di kisaran 2.400–2.430. Target harga terdekat ditargetkan pada rentang 2.640–2.720, dengan level cut loss di bawah 2.380.
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG): Direkomendasikan Buy on Weakness di area 1.680–1.700. Target harga terdekat menguji rentang 1.800–1.840, serta batas cut loss jika turun ke bawah 1.640.
Rekomendasi MNC Sekuritas:
- PT Astra International Tbk (ASII): Direkomendasikan Trading Buy pada kisaran harga 4.000–4.160 setelah terkoreksi 12,34% ke level 4.190. Target harga teknikal dipatok pada level 4.320 dan 4.420, dengan batas stop loss di bawah 3.920.
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Mengalami koreksi agresif 14,81% ke posisi 3.450. Saham ini direkomendasikan Buy on Weakness pada area 3.270–3.450 dengan target harga 3.840 dan 4.190, serta batas stop loss di bawah 3.130.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Direkomendasikan Buy on Weakness di kisaran 1.775–1.840 usai terkoreksi 14,80% ke level 1.900. Target harga berada pada kisaran 1.980 dan 2.100, dengan stop loss di bawah level 1.730.
- PT United Tractors Tbk (UNTR): Direkomendasikan Buy on Weakness pada area 22.325–22.600 setelah mengalami pelemahan 10,40% ke level 22.6

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post