Integrasi prinsip keberlanjutan sosial dan lingkungan (ESG) kini semakin dilirik sebagai bagian integral dari strategi korporasi modern. Menjawab tantangan serapan tenaga kerja disabilitas di Indonesia yang masih minim, PT Great Eastern Life Indonesia menginisiasi program keberlanjutan bertajuk The Great Ambassador Project: CETAR (Cause Everyone Is Talented and Reliable) for People with Disabilities.
Inisiatif yang diluncurkan melalui wadah GREAT Comfund 2026 ini menggandeng wirausaha sosial Precious One. Program ini bertujuan menciptakan ruang kerja yang inklusif sekaligus mempromosikan pengelolaan lingkungan hidup melalui aktivitas daur ulang kain seragam perusahaan.
Tantangan Serapan Kerja dan Urgensi Inklusivitas Korporasi
Langkah keberlanjutan ini diambil di tengah kesenjangan partisipasi kerja bagi kelompok penyandang disabilitas yang masih lebar. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 yang dirilis Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), populasi penyandang disabilitas di Indonesia mencapai lebih dari 17,8 juta jiwa. Namun, tingkat partisipasi kerja kelompok ini baru menyentuh angka 23,94%.
Laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO) juga menggarisbawahi bahwa meski regulasi pendukung inklusivitas telah diperkuat, implementasinya di pasar kerja masih menemui berbagai hambatan. ILO mendesak perlunya keterlibatan aktif dari ekosistem bisnis, pemerintah, dan organisasi masyarakat untuk menciptakan peluang kerja yang konkret.
Peluncuran program CETAR ini sekaligus bertepatan dengan momentum International Week of Deaf People dan International Day of Sign Languages yang mengusung fokus pada pemenuhan hak-hak asasi kelompok Tuli secara global.
Sinergi Keberlanjutan Lingkungan dan Pemberdayaan Sosial
Melalui program ini, Great Eastern Life Indonesia menggelar sesi edukasi “Aku Sahabat Disabilitas” yang dipimpin langsung oleh Founder Precious One, Ratnawati Sutedjo. Kegiatan tersebut memberikan pembekalan bagi para karyawan mengenai kesetaraan interaksi, pemahaman ragam disabilitas, hingga pelatihan dasar bahasa isyarat.
Implementasi nyata kolaborasi ini diwujudkan melalui upcycling workshop. Para karyawan bekerja sama dengan penyandang disabilitas mengolah kembali limbah kain batik bekas seragam entitas usaha tersebut menjadi produk baru bernilai ekonomi, seperti pouch. Seluruh proses produksi—mulai dari perancangan desain, pemotongan material, penjahitan, hingga pengawasan mutu (quality control)—dilakukan secara kolaboratif.
Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia, Roy Hendrata Gozalie, menegaskan bahwa inklusivitas harus diterjemahkan ke dalam tindakan bisnis yang terukur dan berdampak ganda.
“Inklusivitas tumbuh ketika kita mau memahami, berkomunikasi secara setara, dan memberikan ruang bagi setiap orang untuk menunjukkan kemampuannya. Melalui CETAR, kami membawa pemahaman tersebut menjadi kolaborasi nyata—sekaligus menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari hal yang dekat dengan kita, melalui pemberdayaan manusia dan pemanfaatan kembali material yang kita miliki,” ujar Roy.
Prospek Kolaborasi Rantai Pasok Berkelanjutan
Inisiatif ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda CSR sesaat, melainkan proyek pilot untuk mengintegrasikan potensi penyandang disabilitas ke dalam rantai pasok pendukung perusahaan. Ke depan, Great Eastern Life Indonesia merencanakan kerja sama jangka panjang dengan Precious One untuk memproduksi souvenir dan barang promosi (merchandise) korporasi berbasis bahan daur ulang.
Sebagai informasi, PT Great Eastern Life Indonesia merupakan anak perusahaan dari Great Eastern Holdings Limited, grup penyedia layanan asuransi jiwa asal Singapura yang telah berdiri sejak 1908. Di tingkat regional, grup yang merupakan bagian dari konglomerasi keuangan OCBC Group ini mengelola total aset melebihi S$123 miliar dengan basis nasabah mencapai lebih dari 16 juta pemegang polis.
Beroperasi dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 1996, Great Eastern Life Indonesia terus memperkuat komitmen penerapan prinsip ESG pada lini bisnis asuransi jiwa, kesehatan, dan pengelolaan kekayaan di Indonesia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post