Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Kota Malang, Tim Gabungan Polda Jatim Turun Tangan Dampingi Korban
MALANG TODAY – Kasus dugaan kekerasan yang menimpa sejumlah siswa di SMP Negeri 18 Kota Malang mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian dan pemerintah daerah. Tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Jawa Timur, Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Sosial Kota Malang mendatangi sekolah tersebut untuk memberikan pendampingan psikologis sekaligus mengusut tuntas peristiwa tersebut.
Langkah intervensi dan pemulihan trauma ini dipimpin langsung oleh Dirres PPA-PPO Polda Jatim, Kombes Pol Ganis Setyaningrum, bersama Kanit PPA Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khotimah. Kepolisian berkomitmen memastikan hak anak-anak yang menjadi korban tetap terpenuhi, terutama dalam hal jaminan rasa aman dan kelanjutan pendidikan mereka.
Kombes Pol Ganis Setyaningrum menegaskan bahwa kehadiran tim gabungan bertujuan untuk memberikan penguatan moral kepada para siswa agar tidak trauma dan tetap bersemangat melanjutkan proses belajar mengajar di sekolah.
“Kami hadir untuk memberikan penguatan, mendukung adik-adik yang menjadi korban agar terus belajar dan sekolah. Kami memastikan mereka mendapatkan pendampingan serta pemulihan psikologis terbaik,” ujar Ganis saat ditemui di lokasi.
Ada Korban Siswa Inklusi, Polisi Usut Luka Lebam dan Pendarahan
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, dugaan aksi kekerasan fisik tersebut menyebabkan beberapa siswa mengalami luka lebam hingga pendarahan. Mirisnya, salah satu siswa yang diduga menjadi korban merupakan peserta didik berkebutuhan khusus atau siswa inklusi.
Pihak kepolisian sejauh ini telah mengidentifikasi sedikitnya dua siswa yang mengalami kekerasan fisik secara langsung. Meski demikian, pendataan dan pendalaman masih terus berjalan untuk menguak kemungkinan adanya korban lain dalam insiden tersebut.
“Selain dua anak yang mengalami dugaan kekerasan fisik, ada beberapa rekan siswa lainnya yang sedang kami identifikasi. Keterangan mereka akan segera kami tindaklanjuti untuk memperjelas kronologi kejadian,” lanjut Ganis.
Ia menekankan bahwa keterlibatan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kota Malang sangat krusial. Hal ini dilakukan agar penanganan perkara tidak hanya berfokus pada pendekatan hukum semata, melainkan juga memprioritaskan kondisi mental, perlindungan hak anak, serta masa depan para siswa.
Visum Et Repertum Dilakukan, Penyidik Kumpulkan Alat Bukti
Secara terpisah, Kanit PPA Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khotimah, menjelaskan bahwa penyidik Satreskrim saat ini tengah maraton meminta keterangan dari para korban, saksi mata, maupun pihak sekolah. Untuk menguatkan bukti dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut, kepolisian telah memfasilitasi pemeriksaan medis resmi melalui proses visum.
“Penyidik masih mengidentifikasi seluruh korban, meminta keterangan pihak-pihak terkait, dan menjalankan proses visum et repertum. Hasil medis saat ini masih dalam proses melengkapi berkas pemeriksaan,” terang Khusnul.
Khusnul menambahkan bahwa pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak terlapor akan dilakukan sesuai dengan mekanisme penyidikan yang berlaku. Polisi akan menganalisis seluruh fakta hukum, keterangan saksi, dan alat bukti sebelum menetapkan status hukum serta menerapkan pasal-pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak maupun KUHP.
Kepolisian Imbau Masyarakat Tak Takut Melapor
Menanggapi kasus ini, Polda Jatim mengimbau seluruh masyarakat di Malang Raya—terutama orang tua, tenaga pendidik, dan siswa—agar tidak takut bersuara jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan maupun tempat tinggal.
“Jika ada indikasi kekerasan terhadap anak, perempuan, maupun kelompok rentan, jangan takut untuk berbicara dan melapor. Bagaimana kami bisa memberikan perlindungan dan penanganan maksimal jika informasi tersebut tidak disampaikan,” tegas Ganis.
Saat ini, proses penyidikan di Polresta Malang Kota terus bergulir guna memberikan kepastian hukum dan rasa adil bagi para korban, sekaligus menjadi evaluasi bersama agar lingkungan sekolah di Kota Malang bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post