Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi atas daya juang pantang menyerah yang ditunjukkan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia saat menyabet gelar juara Piala ASEAN FIFA. Skuad Garuda sukses menundukkan rival bebuyutannya, Thailand, lewat drama adu penalti yang mendebarkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin malam.
Kemenangan bersejarah ini dipastikan setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu habis. Di adu tos-tosan, Indonesia tampil perkasa dan menutup laga dengan skor akhir 4-2. Presiden Prabowo, yang menyaksikan langsung pertempuran sengit tersebut dari tribun stadion, menilai mentalitas bertarung para pemain merupakan cerminan karakter bangsa yang patut diteladani.
“Kita tentu sangat bahagia, bersyukur, dan bangga atas perjuangan luar biasa tim nasional kita. Mereka membuktikan sikap pantang menyerah hingga detik-detik terakhir pertandingan,” ujar Prabowo usai menghadiri prosesi penyerahan piala.
Menurut Prabowo, kebangkitan Indonesia dari tekanan bertubi-tubi sepanjang laga menyimbolkan ketangguhan mental. “Ini adalah sesuatu yang sangat membanggakan sekaligus menjadi contoh nyata dari semangat pantang menyerah. Jika kita berjuang gigih, kita pasti bisa meraih keberhasilan,” tegasnya.
Mentalitas Baja dan Drama Empat Gol
Ketangguhan mental Skuad Garuda memang diuji secara intensif sepanjang partai puncak. Indonesia sempat memimpin menjelang akhir waktu normal, sebelum Thailand yang bermain dengan 10 pemain berhasil menyamakan kedudukan dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Tekanan bagi tuan rumah kian berat saat Thailand berbalik unggul 2-1 di masa extra time. Namun, bek jangkung Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat lewat gol krusialnya yang mengubah skor menjadi 2-2, sekaligus memaksa penentuan juara dilanjutkan melalui drama adu penalti.
Pada babak penentuan ini, empat algojo Indonesia—Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama—menjalankan tugasnya dengan dingin tanpa cela. Sebaliknya, eksekutor Thailand, Sarach Yooyen, mendapati tembakannya menghantam tiang gawang. Kemenangan Indonesia akhirnya dikunci oleh aksi gemilang kiper Emil Audero yang menepis tendangan Nattaphon Sayriya, memastikan skor adu penalti berakhir 4-2 untuk keunggulan Indonesia.
Tinta Emas Sejarah Sepak Bola Nasional
Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan ini menandai tonggak sejarah baru bagi persepakbolaan tanah air di kancah internasional. “Momen ini kemungkinan besar menjadi kali pertama dalam sejarah kita berhasil merengkuh trofi turnamen resmi yang didukung langsung oleh FIFA,” ungkapnya.
Capaian di ajang inaugural Piala ASEAN FIFA ini terasa sangat manis. Pasalnya, timnas senior putra Indonesia sebelumnya belum pernah merengkuh gelar juara di Kejuaraan AFF—turnamen regional Asia Tenggara yang telah berlangsung lama—meski telah mencatatkan rekor enam kali tampil di partai final.
Laga final ini juga dihadiri langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino. Usai peluit panjang berbunyi, Prabowo bersama Infantino menyerahkan medali dan menyerahkan trofi Piala ASEAN FIFA kepada kapten timnas Indonesia, Kevin Diks. Suasana stadion kian bergemuruh saat Presiden Prabowo melebur dalam selebrasi berskala nasional bersama para pemain yang meluapkan kegembiraan mereka memeluk piala kemenangan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post