JAKARTA — Pasar keuangan domestik kembali diguncang aksi jual masif yang memicu pelemahan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada sesi perdagangan Jumat (16/10/2026), IHSG tercatat anjlok tajam sebesar 11,57%. Penurunan drastis ini menjadi salah satu koreksi harian terdalam dalam sejarah pasar modal Indonesia, yang dipicu oleh kecemasan pelaku pasar atas wacana reklasifikasi status pasar saham Indonesia oleh penyedia indeks global, MSCI.
Kepanikan investor memuncak setelah MSCI membuka sesi konsultasi publik mengenai potensi penurunan status pasar saham Indonesia dari pasar berkembang (Emerging Market) menjadi pasar mandiri (Standalone Market). Sentimen negatif ini langsung direspons dengan pelepasan aset secara mendadak oleh pemodal domestik maupun asing, yang menekan hampir seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengembalikan Memori Koreksi Ekstrem 1998 dan 2008
Berdasarkan analisis data dari Kiwoom Sekuritas, kejatuhan IHSG sebesar 11,57% dalam sehari ini mendekati rekor penurunan harian terburuk sepanjang sejarah bursa domestik. Posisi ini berada tepat di bawah rekor koreksi terdalam yang terjadi pada 8 Januari 1998, saat IHSG terperosok hingga 11,95% akibat puncak Krisis Moneter Asia, depresiasi ekstrim mata uang rupiah, serta kepanikan sistemik di pasar keuangan.
Tekanan harian kali ini juga melampaui kepanikan saat Krisis Keuangan Global pada 8 Oktober 2008. Kala itu, guncangan pasar akibat krisis subprime mortgage di Amerika Serikat memaksa IHSG terkoreksi hingga 10,38% dalam satu hari perdagangan.
Jejak Tren Pelemahan dalam Periode Krisis Panjang
Guncangan pasar saham di Indonesia akibat isu MSCI ini menambah daftar panjang fase koreksi dalam sejarah pasar modal tanah air. Jika ditinjau dari rentang waktu krisis yang lebih luas, pasar modal Indonesia telah berulang kali menguji ketahanan fundamentalnya:
- Krisis Moneter 1997–1998: IHSG terdevaluasi secara drastis dari level puncak 740,83 pada Juli 1997 menjadi sekadar 256,83 pada September 1998.
- Krisis Keuangan Global 2008: Indeks mengalami penurunan tajam dari posisi 2.830,26 pada Januari 2008 hingga menyentuh dasar di level 1.111,39 pada Oktober 2008.
- Pandemi Covid-19 (2020): Kepanikan kesehatan global menggerus IHSG dari level 6.325 pada Januari 2020 hingga merosot ke posisi 3.937 pada Maret 2020.
- Tekanan Intraday 2025: Indeks juga sempat mencatatkan koreksi harian yang cukup dalam hingga berkisar 9% pada perdagangan 8 April 2025.
Para pelaku pasar dan pemangku kepentingan kini mencermati dengan seksama langkah antisipasi regulasi dari otoritas bursa dan pemerintah guna meredam dampak ketidakpastian status MSCI, sekaligus memulihkan keandalan serta kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post