Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada awal pekan ini. Mata uang Garuda terkoreksi sebesar 45 poin atau 0,25 persen ke level Rp17.948 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup pada posisi Rp17.903 per dolar AS.
Sentimen Ekonomi AS Tekan Pergerakan Rupiah
Pelemahan mata uang domestik ini dipicu oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang mencatatkan kinerja lebih kuat dari perkiraan pasar. Rilis data penjualan barang tahan lama AS tercatat stabil di angka 0 persen pada Agustus, atau senilai 338,6 miliar dolar AS. Capaian ini melampaui proyeksi awal yang memperkirakan akan terjadi penurunan sebesar 0,4 persen.
Kondisi ekonomi AS yang tangguh tersebut mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Saat ini, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun tercatat berada di level 5,2 persen, sementara tenor 30 tahun menyentuh angka 5,52 persen.
Ketegangan Geopolitik dan Kenaikan Harga Minyak
Selain faktor ekonomi domestik AS, memanasnya suhu politik internasional turut membayangi pasar keuangan. Penolakan pemerintah AS terhadap proposal tawaran negosiasi dari Iran di New York kian memperkeruh situasi di Timur Tengah. Penolakan ini memicu kekhawatiran pasar terkait potensi gangguan pasokan energi global.
Dampaknya, harga minyak mentah dunia melesat tinggi. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kini diperdagangkan di kisaran 94,15 dolar AS per barel, sedangkan minyak jenis Brent telah menembus level 103,2 dolar AS per barel.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed dan Proyeksi Rupiah
Penguatan data ekonomi AS serta lonjakan harga energi semakin memperkuat dugaan bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan sikap ketatnya (hawkish). Berdasarkan indikator CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober mendatang kini melonjak hingga 70 persen, naik signifikan dari posisi awal pekan yang sebesar 50 persen.
Kombinasi antara tingginya yield obligasi AS, lonjakan harga minyak mentah, dan ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama memicu penguatan dolar AS secara global. Sepanjang hari ini, nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak rentan di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post