JAKARTA — Kebahagiaan sebuah keluarga tidak selalu diukur dari liburan mewah atau aktivitas berskala besar. Bagi aktris Nikita Willy, keharmonisan dan ikatan emosional di dalam rumah tangga justru berawal dari momen-momen sederhana, salah satunya dengan merutinkan sarapan bersama sebelum memulai kesibukan harian.
Pesan tersebut disampaikan ibu dua anak ini saat menghadiri perayaan Family Happy Day 2026 yang diinisiasi oleh Lemonilo di Menara Saujana, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (27/9/2026). Mengusung tema utama “Semua Ibu Berhak Bahagia” dan “Happy Mom, Happy Family”, ajang ini bertujuan mengajak keluarga Indonesia untuk kembali meluangkan waktu berkualitas (quality time) di tengah padatnya rutinitas.
Kunci Suasana Rumah Berawal dari Kebahagiaan Ibu
Hadir bersama keluarga sekaligus bertindak sebagai Brand Ambassador Lemonilo Brownies Crispy, Nikita menyoroti betapa krusialnya kondisi psikologis seorang ibu terhadap kehangatan seluruh anggota keluarga. Ia mengaku baru benar-benar memahami makna ungkapan “Happy Mom, Happy Family” setelah melakoni peran sebagai orang tua secara langsung.
“Saya baru meresapi arti kalimat itu semenjak menjadi ibu. Saya benar-benar merasakan, kalau ibunya bahagia, anak-anak jadi jauh lebih bahagia, dan suami pun ikut bahagia. Jadi, kunci suasana hangat di satu rumah itu berawal dari kebahagiaan seorang ibu,” ujar Nikita.
Ia menekankan bahwa membangun kebersamaan tidak memerlukan formula yang rumit. Aktivitas mendasar seperti menikmati hidangan di meja makan atau mendampingi anak membaca buku sudah menjadi bentuk interaksi yang sangat bernilai.
“Makan bersama itu sebenarnya sudah bentuk quality time yang nyata. Sejak anak-anak masih kecil, makan bersama dan membaca buku bareng adalah fondasi kebersamaan kami,” tambah aktris berusia 31 tahun tersebut.
Perspektif Psikologi dan Urgensi Ruang Bagi Ibu
Pandangan senada dipaparkan oleh psikolog Saskhya Aulia Prima yang hadir dalam sesi diskusi interaktif. Menurutnya, norma sosial di Indonesia masih sering memberikan beban domestik yang tak seimbang, di mana tuntutan pengasuhan anak dibebankan secara dominan kepada sosok ibu.
“Tekanan terhadap orang tua, khususnya ibu, sejauh ini masih tergolong berat sebelah. Dalam pandangan umum masyarakat, perempuan dituntut harus selalu sempurna mengurus anak, sementara peran laki-laki kerap dikesampingkan. Padahal, ibu juga manusia biasa yang butuh ruang untuk bahagia,” tegas Saskhya.
Saskhya mengingatkan bahwa stabilitas emosional orang tua memegang kendali penting terhadap pola asuh dan iklim psikologis anak. Oleh karena itu, memberikan jeda bagi ibu untuk beristirahat dan menikmati momen santai bersama keluarga merupakan langkah krusial yang tidak boleh diabaikan.
Aktivitas Edukatif dan Reflektif untuk Keluarga
Dalam kesempatan yang sama, Co-CEO Lemonilo Shinta Nurfauzia menjelaskan bahwa penetapan perayaan hari keluarga ini ditujukan sebagai pengingat konstan bagi publik. Menurut Shinta, ikatan keluarga tidak ditentukan oleh durasi waktu yang lama, melainkan oleh kualitas perhatian yang diberikan saat berinteraksi.
“Quality time tidak selalu membutuhkan durasi yang panjang, melainkan dapat dimulai dari aktivitas paling sederhana yang dilakukan secara penuh perhatian dan kesadaran,” kata Shinta.
Agenda perayaan tahun ini diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai wilayah. Rangkaian acara diawali dengan kegiatan jalan sehat Family Fun Walk sepanjang rute Taman Mini Information Center (TIC) menuju Menara Saujana yang diikuti oleh 200 peserta.
Selain olahraga bersama, ajang ini dimeriahkan dengan agenda piknik outdoor, gelar wicara, serta sesi kreasi Brocris Decoration. Dalam sesi tersebut, anak-anak diajak mengasah kreativitas dengan menghias camilan menggunakan edible flower dan edible gold, sekaligus merangkai pesan berisi afirmasi positif untuk kedua orang tua mereka.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post