Gigi Jadi Senjata Utama, Atlet Para Panahan Kholidin Andalkan Kekuatan Mulut untuk Meraih Prestasi
Bagi kebanyakan orang, rongga mulut dan gigi sekadar berfungsi untuk mengunyah makanan serta menunjang penampilan estetis. Namun, bagi atlet para panahan nasional Indonesia, Kholidin, susunan gigi dan kekuatan rahangnya merupakan kunci utama yang membawanya berlaga hingga ke panggung olahraga internasional.
Sejak memutuskan untuk menekuni cabang olahraga panahan pada 2017, Kholidin mengembangkan teknik memanah non-konvensional yang terbilang ekstrem. Ia memanfaatkan kekuatan mulut dan giginya untuk menarik serta melepaskan tali busur (bowstring). Metode ini menjadi solusi adaptif agar dirinya tetap dapat berlatih dan bertanding sebagai pemanah para di level tertinggi.
Beban Latihan Ekstrem dan Risiko Perawatan Periodontal
Penggunaan teknik unik tersebut membebankan tekanan yang sangat besar pada area gigi, gusi, hingga sendi rahang. Dalam ritme latihan intensif harian, Kholidin mampu menarik dan melepaskan sekitar 250 hingga 500 anak panah. Bahkan, saat memasuki fase latihan puncak (peak training), frekuensinya dapat melonjak hingga 600 anak panah per hari.
Tingginya beban kerja mekanis pada jaringan mulut menjadikan aspek kesehatan dental sebagai prioritas vital. Mengingat intensitas latihan yang tinggi, fleksibilitas gusi dan ketahanan jaringan periodontal menjadi fondasi utama agar Kholidin tidak mengalami cedera rahang atau masalah medis yang dapat mengganggu konsentrasi bertandingnya.
Kondisi ini mendapat perhatian khusus melalui inisiatif program dukungan kesehatan “Bite Into Glory” dari Pepsodent. Melalui kerja sama ini, Kholidin mendapatkan akses perawatan periodontal profesional secara berkala di Solo, Jawa Tengah, serta pendampingan edukasi untuk meningkatkan standar perawatan mulut harian selama masa pemusatan latihan.
Inspirasi Kegigihan Menuju Aichi-Nagoya Para Games 2026
Kholidin menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menyurutkan langkahnya untuk terus membela nama bangsa. Fokus utamanya saat ini adalah beradaptasi dan mencari cara terbaik agar penampilannya di arena panahan tetap konsisten dan kompetitif.
“Saya menyadari bahwa cara saya memanah sekarang sudah tidak sama seperti sebelumnya, tetapi kecintaan saya terhadap olahraga ini tidak pernah berubah. Bagi saya, yang terpenting adalah terus mencari cara untuk menjadi lebih baik,” ujar Kholidin.
Dukungan terhadap Kholidin dinilai memiliki nilai strategis karena berfokus langsung pada organ tubuh yang menjadi instrumen vital dalam teknik memanahnya. Pakar kesehatan gigi, Mirah, menjelaskan bahwa perawatan periodontal khusus sangat krusial untuk menjaga stabilitas jaringan penyangga gigi agar mampu menahan beban tarik tali busur yang berulang.
Sementara itu, Oral Care Category Lead Unilever Indonesia, Rikka Anggitha, mengapresiasi dedikasi sang atlet. Ia menilai kisah Kholidin merupakan cerminan dari daya juang, konsistensi, dan mentalitas pantang menyerah yang patut menjadi teladan bagi dunia olahraga nasional.
Saat ini, Kholidin terus mematangkan porsi latihan dan menjaga ketahanan fisiknya. Seluruh rangkaian persiapan intensif ini ditujukan untuk menghadapi ajang olahraga bergengsi Para Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 24 Oktober 2026 di Prefektur Aichi, Jepang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post