WASHINGTON D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut langsung kedatangan Presiden China Xi Jinping dalam seremoni megah di Joint Base Andrews, Maryland, pada Rabu (23/9). Penyambutan ini menandai dimulainya kunjungan kenegaraan pemimpin China tersebut selama tiga hari di AS.
Penyambutan tersebut diwarnai karpet merah, dentuman 21 kali meriam, serta atraksi udara dari dua pesawat militer jenis bomber B-1. Band Angkatan Udara AS turut mengumandangkan lagu kebangsaan kedua negara di tengah kibaran bendera Amerika Serikat dan China. Momen ini menjadi sejarah tersendiri karena merupakan kali pertama sejak 1962 seorang presiden AS menyambut langsung pemimpin negara asing secara pribadi di pangkalan militer tersebut.
Kunjungan ini menjadi perjalanan pertama Xi ke Amerika Serikat dalam lebih dari satu dekade, sekaligus pertemuan ketiganya dengan Trump sejak dimulainya masa jabatan kedua Presiden AS tersebut. Pertemuan puncak kedua pemimpin adidaya ini dijadwalkan bakal membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kecerdasan buatan (AI), isu perdagangan, hingga ketegangan geopolitik terkait Taiwan.
Kemitraan Strategis Dua Negara Adidaya
Dalam pernyataan tertulisnya saat tiba di pangkalan militer, Presiden Xi menekankan pentingnya hubungan bilateral yang harmonis antara Washington dan Beijing. Menurutnya, sebagai dua kekuatan besar dunia, kedua negara sudah sepatutnya menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.
“Kedua negara seharusnya menjadi mitra, bukan rival. Mewujudkan kebangkitan besar bangsa China dan membuat Amerika kembali berjaya dapat berjalan berdampingan, saling memperkuat, serta memberikan manfaat bagi dunia,” ujar Xi.
Pihak AS pun memberikan apresiasi tinggi atas kunjungan tersebut. Trump dikabarkan menyebut Xi sebagai sosok pemimpin besar dan menilai pertemuan ini sebagai momen yang sangat krusial bagi diplomasi global.
Gencatan Perang Dagang Resmi Diperpanjang
Di saat bersamaan dengan seremoni penyambutan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa pemerintah AS dan China telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang masa gencatan perang dagang. Kesepakatan yang semula dijadwalkan berakhir pada November mendatang tersebut kini resmi diperpanjang hingga 10 Januari.
Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari hasil negosiasi intensif yang sebelumnya telah dilakukan di New York dan Washington. Melalui pembaruan komitmen ini, AS setuju untuk menurunkan tarif pada beberapa komoditas barang impor, sementara China melonggarkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang (rare earth elements) yang sangat dibutuhkan industri teknologi dunia.
Meskipun demikian, proses negosiasi yang alot untuk mencapai kesepakatan penundaan ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan ekonomi antara kedua negara. Pertemuan bilateral secara tertutup yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (24/9) diprediksi akan menjadi penentu arah kebijakan ekonomi dan politik global ke depan.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post