JAKARTA — Tim Nasional Indonesia akhirnya menyapu bersih dahaga gelar juara regional yang membayang selama puluhan tahun. Tampil penuh drama di hadapan puluhan ribu pendukungnya, skuad Garuda sukses merengkuh trofi kejuaraan perdana FIFA ASEAN Cup setelah menumbangkan rival abadi, Thailand, lewat adu penalti 4-2 menyusul skor imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.
Berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, kiper Emil Audero tampil sebagai pahlawan di bawah mistar gawang. Audero menepis eksekusi penalti keempat Thailand yang ditendang oleh Nattapong Sairiya. Sebelumnya, gelandang veteran Thailand, Sarach Yooyen, juga gagal menunaikan tugasnya setelah bola tembakannya membentur tiang gawang.
Sebaliknya, eksekutor Indonesia tampil tanpa celah. Empat pemain belakang, yakni Dean James, Elkan Baggott, Shayne Pattynama, dan Kevin Diks, secara dingin menyelesaikan tugasnya dan mengunci gelar juara senior regional pertama bagi sepak bola tanah air.
Kemenangan ini terasa amat krusial bagi publik sepak bola nasional. Indonesia sebelumnya dikenal kerap kandas di partai puncak dengan torehan enam kali runner-up pada turnamen regional terdahulu. Kehadiran FIFA ASEAN Cup yang didukung penuh oleh federasi sepak bola dunia ini menjadi panggung pembuktian sekaligus pemicu era baru bagi prestasi Garuda.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya usai pertandingan. “Sejarah baru telah diukir. Timnas Indonesia adalah juara FIFA ASEAN Cup 2026,” tulis Erick dalam unggahan di akun media sosial miliknya. “Terima kasih kepada para pemain, pelatih, ofisial, dan seluruh masyarakat Indonesia yang tidak pernah berhenti percaya.”
Momen bersejarah ini turut disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden FIFA Gianni Infantino dari tribun kehormatan. Keduanya kemudian turun ke lapangan untuk menyerahkan piala kejuaraan secara langsung kepada kapten dan penggawa timnas.
Laga Penuh Plot Twist: Unggul Jumlah Pemain Hingga Tertinggal
Jalan Indonesia menuju podium juara diisi drama menegangkan sepanjang 120 menit. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, peta kekuatan berubah pada menit ke-81 ketika bek Thailand, Nicholas Mickelson, diganjar kartu kuning kedua akibat melanggar penyerang Indonesia, Ole Romeny.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Indonesia tiga menit berselang. Eksekusi tendangan bebas Dean James pada menit ke-84 membentur pemain Thailand, Sanron Iklas, sehingga mengecoh kiper Saranon Anuin. Indonesia memimpin 1-0 dan tampak berada di atas angin.
Namun, Thailand menunjukkan mentalitas bertanding yang tangguh. Kendati bermain dengan 10 orang, Tim Gajah Perang menyamakan kedudukan pada menit ke-87 melalui sepakan Iklas yang memanfaatkan umpan Seksan Ratree di dalam kotak penalti. Skor 1-1 memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.
Drama kian memuncak saat Thailand justru berbalik unggul 2-1 pada menit ke-111 lewat tembakan Peeradol Chamrasamee. Indonesia, yang semula mengendalikan permainan, mendadak berada di ambang kekalahan.
Respons cepat ditunjukkan anak-asuh John Herdman. Hanya lima menit usai kebobolan, skema kerja sama antara Rizky Ridho dan Egy Maulana Vikri berhasil dikonversi menjadi gol penyama kedudukan oleh Elkan Baggott pada menit ke-116. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang penanda adu penalti ditiup.
Aksi Dingin di Titik Putih dan Memutus Dominasi Dekade
Di babak adu penalti, empat algojo Indonesia bertindak tanpa ragu. James, Baggott, Pattynama, dan Diks menyelesaikan tugas dengan sempurna. Kegagalan Sarach Yooyen serta penyelamatan gemilang Audero atas tendangan Nattapong menyegel kemenangan 4-2 untuk Indonesia, menyulut gemuruh perayaan luar biasa di seluruh penjuru stadion.
Hasil ini sekaligus memutus rekor buruk tak pernah menang atas Thailand selama satu dekade terakhir. Menurut catatan resmi FIFA, Indonesia sebelumnya gagal memetik kemenangan dalam delapan pertemuan terakhir melawan skuad negeri gajah putih tersebut.
Gelar juara ini melengkapi perjalanan mengesankan skuad racikan John Herdman. Indonesia melangkah ke babak gugur secara dramatis setelah menang besar 9-2 atas Bangladesh di laga pamungkas Grup A, mengungguli Malaysia dalam produktivitas gol setelah memiliki poin dan selisih gol yang identik.
Rivalitas Berlanjut ke Pentas Asia
Persaingan sengit antara Indonesia dan Thailand dipastikan tidak berhenti di Jakarta. Dalam kurun waktu kurang dari empat bulan, kedua negara akan kembali saling berhadapan di panggung yang lebih besar, yakni pada putaran final Piala Asia AFC 2027 di Arab Saudi.
Berdasarkan hasil pengundian, Indonesia dan Thailand tergabung di Grup F bersama raksasa Asia, Jepang, serta juara bertahan Qatar. Duel ulangan antara Indonesia dan Thailand dijadwalkan berlangsung pada 20 Januari mendatang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post