JAKARTA — Pemerintah Korea Selatan secara resmi membuka peluang kerja dan pengembangan karir profesional bagi tenaga kerja Indonesia di sektor pelayanan lansia (care worker). Langkah strategis ini memanfaatkan korelasi antara fenomena krisis demografi di Korea Selatan dan melimpahnya angkatan kerja usia produktif di Indonesia.
Melalui sosialisasi daring yang digelar Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dan Konsul Kehormatan Korsel di Sumatera, program ini menarik antusiasme tinggi. Sesi yang berlangsung pada Rabu (30/9/2026) tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta dari 300 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, menegaskan bahwa integrasi antara tingginya kebutuhan tenaga perawatan medis-sosial di negaranya dengan potensi sumber daya manusia (SDM) unggul dari Indonesia merupakan bentuk kolaborasi ketenagakerjaan yang saling menguntungkan.
“Menghubungkan kebutuhan Korea akan tenaga di bidang perawatan lansia dengan talenta unggul Indonesia dapat menjadi peluang baru bagi kerja sama kedua negara di bidang ketenagakerjaan,” ujar Dubes Yoon dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2026).
Peluang Karir Global via Skema Visa E-7
Guna memberikan jaminan hukum dan kemudahan akses kerja, Pemerintah Korea Selatan telah memasukkan profesi tenaga perawatan lansia ke dalam kategori Visa Specific Activities (E-7) sejak 2024. Skema visa ini membuka jalan bagi mahasiswa asing yang menempuh pendidikan keperawatan di Korsel untuk langsung bekerja di berbagai fasilitas kesehatan dan panti jompo lokal setelah lulus dan mengantongi sertifikasi resmi.
Hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 21 perguruan tinggi di Korea Selatan telah ditunjuk pemerintah setempat sebagai lembaga pembinaan resmi. Kemitraan ini memastikan lulusan program keperawatan dapat terserap secara langsung ke dalam pasar kerja formal.
Dalam agenda sosialisasi tersebut, pihak Kedubes Korsel memaparkan secara mendalam petunjuk teknis terkait alur studi, kualifikasi ujian sertifikasi, hingga regulasi izin tinggal bagi para calon pekerja migran Indonesia.
Solusi atas Krisis Demografi dan Optimalisasi Bonus Demografi
Langkah ekspansif Korea Selatan dalam merekrut tenaga perawatan asing dilatarbelakangi oleh tekanan struktur demografi domestik. Negara tersebut kini memasuki fase super-aged society, yakni kondisi ketika proporsi populasi lansia melonjak drastis di tengah penurunan tajam angka kelahiran (birth rate). Kondisi ini menciptakan kelangkaan pasokan tenaga kerja di sektor pelayanan sosial dan kesehatan.
Di sisi lain, Indonesia tengah menikmati puncak masa bonus demografi dengan melimpahnya populasi usia produktif, termasuk tenaga terampil di bidang keperawatan dan kesehatan. Kerja sama ini dinilai sebagai solusi simbiotis: membantu Korsel mengatasi krisis tenaga medis-sosial, sekaligus memberikan saluran karir internasional yang legal, aman, dan berstandar kesejahteraan tinggi bagi lulusan Indonesia.
Acara sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh Konsul Kehormatan Korsel di Sumatera Parlindungan Purba, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga, serta Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Utara Afrizal Sihotang, sebagai wujud komitmen penguatan sinergi pendidikan dan ketenagakerjaan lintas negara.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post