Aksi lepas saham oleh pemodal asing masih membayangi lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan sesi I Selasa (20/10/2026), investor asing mencatatkan nilai penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 1,97 triliun. Tekanan jual tersebut secara khusus menyasar tiga emiten perbankan berkapitalisasi pasar besar (big caps), yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Menariknya, maraknya manuver pelepasan portofolio oleh asing ini berlangsung di tengah tren pemulihan harga secara harian pada ketiga saham perbankan tersebut. Fenomena ini mengindikasikan dimanfaatkannya momentum penguatan harga jangka pendek (technical rebound) oleh investor global untuk melakukan aksi ambil untung maupun rebalancing portofolio.
BBCA Alami Pelepasan Asing Terbesar
Berdasarkan data perdagangan BEI yang dihimpun Stockbit Sekuritas, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sasaran utama aksi lepas saham investor luar negeri. Pada penutupan sesi I, nilai net sell asing pada saham emiten swasta terbesar ini menembus Rp 1,02 triliun, dengan akumulasi volume penjualan mencapai 206,8 juta saham di pasar reguler.
Di saat yang bersamaan, pergerakan harga saham BBCA sebenarnya berhasil merangkak naik 4,25% ke level Rp 5.025 per lembar. Aktivitas transaksi atas BBCA tergolong sangat masif, melibatkan 784,9 juta saham yang ditransaksikan sebanyak 116,1 ribu kali dengan total nilai transaksi fantastis mencapai Rp 3,683 triliun. Kendati rebound secara harian, kinerja pergerakan harga BBCA masih membukukan koreksi sebesar 20,2% dalam kurun sebulan terakhir, serta melemah 37,7% secara year to date (ytd).
BBRI dan BMRI Ikut Tertekan Tekanan Jual
Langkah serupa juga menerpa emiten bank BUMN. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp 245 miliar pada harga rata-rata sesi I, dengan volume transaksi pelepasan mencapai 91,4 juta saham.
Meski dilepas asing, harga saham BBRI melonjak tajam 8,27% menuju posisi Rp 2.750 per lembar. Data Bursa menunjukkan total saham BBRI yang diperdagangkan mencapai 429 juta saham dengan frekuensi 77,44 ribu kali dan nilai transaksi menembus Rp 1,149 triliun. Secara akumulatif, saham perbankan yang berfokus pada sektor UMKM ini tercatat melemah 16,9% dalam satu bulan terakhir dan terdepresiasi 24,8% sepanjang tahun berjalan (ytd).
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut mencatatkan aksi net sell asing senilai Rp 208,9 miliar dengan volume pelepasan 58,2 juta saham. Laju harga BMRI sendiri melesat 8,93% ke level Rp 3,660 per lembar saham pada sesi I.
Transaksi atas saham BMRI tercatat membukukan volume sebanyak 261,6 juta saham dengan frekuensi 48,37 ribu kali, serta menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 938,6 miliar. Kenaikan harian ini menjadi penahan laju koreksi BMRI yang dalam satu bulan terakhir masih terkoreksi 14% dan turun 28,2% secara year to date.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post