MALANG TODAY – Proses pengambilan gambar sebuah acara televisi realitas (reality show) berujung kepanikan dan kericuhan di kawasan pemukiman padat. Kegiatan syuting program bertajuk ‘Neighbors’ yang digarap oleh jaringan televisi swasta HBO di Arvada, Colorado, Amerika Serikat, mendadak mencekam setelah tim produksi menerjunkan kendaraan lapis baja menyerupai tank ke jalanan lingkungan warga.
Kehadiran kendaraan militer berat di area perumahan tersebut memicu ketegangan hebat, hingga membuat salah seorang warga sekitar keluar dari rumahnya sambil memegang senjata api jenis senapan. Kendati tidak ada korban jiwa maupun aksi penembakan, insiden ini menambah panjang deretan perselisihan antarwarga setempat yang telah memanas selama hampir satu dekade.
Provokasi Pengeras Suara dan Kehadiran Tank Militer
Insiden tersebut bermula ketika seorang warga lokal bernama Mark Dias terlibat dalam salah satu adegan syuting. Dias naik ke atas kendaraan lapis baja tersebut lalu meneriakkan kalimat-kalimat bernada provokatif menggunakan pengeras suara saat kendaraan melintas di gang pemukiman.
Sontak, aksi tersebut mengejutkan para tetangga yang berada di dalam rumah. Salah seorang warga, Donald Larson, mengungkapkan rasa kagetnya saat melihat kendaraan tempur tiba-tiba muncul di tikungan jalan perumahan mereka.
“Saat melihat tank militer muncul dari tikungan, jelas membuat kami sangat kaget,” ujar Larson saat memberikan keterangan kepada media lokal.
Rasa terkejut dan terancam tersebut mendorong seorang warga lainnya mengambil tindakan drastis dengan keluar rumah sembari membawa senapan. Menurut Larson, senapan tersebut hanya dibawa sebagai bentuk peringatan atas situasi yang dianggap tidak wajar dan sama sekali tidak ditodongkan kepada kru maupun pemeran.
Klarifikasi Pemeran dan Penolakan Tuduhan Ancaman
Di sisi lain, Mark Dias membela diri atas keterlibatannya dalam adegan panas tersebut. Ia mengklaim bahwa kehadiran kendaraan lapis baja itu bukanlah sebuah kejutan bagi warga, lantaran tim produksi telah memberikan imbauan dan melakukan persiapan di lokasi sebelum pengambilan gambar dimulai.
“Semua orang di gang sebenarnya tahu tank akan lewat. Itu bukan kejutan. Tim produksi sudah menyiapkan warga, memasang mikrofon, lalu memberi aba-aba memulai syuting,” kata Dias.
Dias menegaskan bahwa dirinya hanya berpartisipasi sebagai pemeran dalam adegan tersebut dan tidak terlibat dalam urusan teknis seperti penyewaan kendaraan, pengemudian, maupun manajemen produksi. Ia menilai respons warga yang membawa senjata api justru merupakan tindakan berlebihan yang membahayakan nyawanya.
“Tidak ada bentuk agresi atau ancaman keselamatan jiwa sampai orang tersebut mendadak keluar membawa senapan,” tambah Dias.
Syuting Ilegal Tanpa Izin Resmi Kepolisian
Program Neighbors sendiri pada dasarnya berkonsep mengangkat realitas konflik dan perselisihan yang terjadi di antara warga yang tinggal berdekatan. Namun, keputusan tim produksi untuk membawa kendaraan mirip tank ke lokasi syuting justru memperkeruh konflik dunia nyata yang melibat para tetangga di kawasan tersebut selama sepuluh tahun terakhir.
Pihak Kepolisian Arvada membenarkan adanya laporan keributan terkait kegiatan syuting tersebut. Polisi mengonfirmasi tidak ada korban luka maupun penangkapan terhadap warga yang membawa senjata dalam peristiwa ini.
Kendati demikian, otoritas kepolisian setempat mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa pihak rumah produksi acara tersebut ternyata tidak mengantongi izin resmi untuk melakukan pengambilan gambar di kawasan pemukiman Arvada. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan mendalam terkait pelanggaran perizinan dan potensi gangguan ketertiban umum akibat insiden tersebut.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post