Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas dan menerjunkan puluhan personel guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di sekitar kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama berlangsungnya agenda pertandingan olahraga di wilayah tersebut.
Kepala Dishub Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengonfirmasi bahwa sebanyak 80 personel Dishub telah disiagakan di berbagai titik krusial. Skema pengaturan lalu lintas di lapangan akan diterapkan secara fleksibel dan situasional, menyesuaikan dinamika volume kendaraan di sekitar lokasi.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk mengikuti arahan petugas di lapangan, menyesuaikan waktu perjalanan, serta memanfaatkan rute alternatif yang tersedia guna mendukung kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan pertandingan,” ujar Budi Awaluddin dalam keterangannya.
Rute Alternatif Perjalanan dari Arah Selatan dan Utara
Untuk meminimalkan potensi kemacetan, Dishub DKI Jakarta telah memetakan sejumlah jalur alternatif yang dapat diakses oleh pengguna jalan dari berbagai penjuru:
- Arah Selatan (Blok M) menuju Utara (Tanah Abang): Pengendara dapat melintasi Jalan Panglima Polim – Jalan Kyai Maja – Jalan Sultan Iskandar Muda (berputar di depan Gandaria City) – Jalan Teuku Nyak Arief – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Penjernihan – Jalan KH. Mas Mansyur, dan seterusnya.
- Arah Selatan (Blok M) menuju Barat (Slipi): Dengar rute Jalan Panglima Polim – Jalan Kyai Maja – Jalan Sultan Iskandar Muda (berputar di depan Gandaria City) – Jalan Teuku Nyak Arief – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Letjen S. Parman.
- Arah Selatan (Blok M) menuju Timur (Kampung Melayu): Pengendara diarahkan melalui Jalan Trunojoyo – Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Gunawarman – Jalan Senopati – Jalan Suryo – Jalan Kapten Tendean – Jalan H.R. Rasuna Said – Jalan Prof. Dr. Satrio – Jalan Raya Casablanca.
- Arah Utara (Tanah Abang) menuju Selatan (Blok M): Jalur yang dapat dilalui meliputi Jalan KH. Mas Mansyur – Jalan Penjernihan – Jalan Pejompongan – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Teuku Nyak Arief – Jalan Kebayoran Baru – Jalan Kyai Maja – Jalan Panglima Polim.
Panduan Jalur Alternatif dari Barat dan Timur
Selain rute dari selatan dan utara, pengalihan juga disiapkan bagi arus kendaraan dari arah Slipi maupun Tebet untuk menghindari penumpukan di arteri utama Senayan:
- Arah Barat (Slipi) menuju Selatan (Blok M): Pengendara dapat mengarahkan kendaraan melalui Jalan Letjen S. Parman – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Teuku Nyak Arief – Jalan Kebayoran Baru – Jalan Pakubuwono VI – Jalan Bumi – Jalan Kyai Maja – Jalan Panglima Polim.
- Arah Barat (Slipi) menuju Timur (Tebet): Rute alternatif meliputi Jalan Letjen S. Parman – Jalan Pejompongan – Jalan Penjernihan – Jalan RM Margono – Jalan Galunggung – Jalan Dr. Saharjo – Jalan Prof. Dr. Soepomo – Jalan MT Haryono.
- Arah Timur (Tebet) menuju Barat (Slipi): Masyarakat dapat memanfaatkan lintasan Jalan Kapten Tendean – Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Trunojoyo – Jalan Kyai Maja – Jalan Sultan Iskandar Muda (berputar di depan Gandaria City) – Jalan Teuku Nyak Arief – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Letjen S. Parman.
Masyarakat mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mengedepankan keselamatan berkendara, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta memperhitungkan estimasi waktu tempuh guna menghindari ketidaknyamanan selama rekayasa lalu lintas berlangsung.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post