Tekanan aksi lepas saham oleh investor asing masih membayangi pasar modal domestik. Pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9/2026), pemodal mancanegara membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 677,4 miliar. Saham emiten perbankan swasta terbesar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menjadi sasaran utama aksi pelepasan portofolio tersebut.
Aksi Pelepasan Saham BBCA Makin Masif
Berdasarkan data perdagangan bursa, investor asing mencatatkan net sell pada saham BBCA mencapai Rp 144,3 miliar pada penutupan sesi I. Total volume saham yang dilepas di pasar reguler menyentuh angka 23,6 juta saham.
Aksi jual masif ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya, Selasa (29/9/2026), di mana pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 138,7 miliar pada saham perbankan berkapitalisasi pasar besar tersebut.
Maraknya aksi lepas saham oleh investor luar negeri berimbas langsung pada pergerakan harga BBCA. Saham bank grup Djarum ini terkoreksi 0,81% ke posisi Rp 6.100 per saham. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, akumulasi penurunan harga saham BBCA telah mencapai 5,7%, sementara secara tahunan (year to date/ytd) kinerjanya telah anjlok hingga 24,4%.
Aktivitas Transaksi dan Analisis Teknikal
Data IDX mencatat aktivitas perdagangan saham BBCA berlangsung cukup intensif pada separuh hari perdagangan. Total saham yang ditransaksikan mencapai 89,6 juta saham dengan frekuensi sebanyak 19,12 ribu kali, serta menghasilkan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 547 miliar.
Meskipun berada dalam tekanan jual, analisis teknikal dari CGS International Sekuritas Indonesia menunjukkan saham BBCA masih memiliki ruang pergerakan tertentu. Secara teknikal, area batas bawah (support) pergerakan harga saham ini diproyeksikan berada pada rentang Rp 6.067 hingga Rp 6.108.
Sementara itu, jika tekanan jual mulai mereda dan terjadi pembalikan arah, target pergerakan terdekat (resistance) untuk saham BBCA diperkirakan berada di level Rp 6.208 hingga Rp 6.267.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post