Langkah Solo yang Membawa Kenangan Nyaman
Dunia musik pop Indonesia kembali menyaksikan manuver menarik dari salah satu komposer paling ulung di generasinya. Kevin Aprilio, pianis sekaligus otak di balik sukses besar Vierratale, secara resmi membuka babak anyar dalam karier bermusiknya sebagai solois. Tak tanggung-tanggung, untuk menandai langkah pertamanya ini, Kevin merilis single perdana bertajuk “Berharap”. Menariknya, alih-alih melepaskan total identitas lamanya, ia justru menggandeng vokalis yang sudah menjadi belahan jiwa musikalitasnya selama belasan tahun: Widy.
Langkah ini terasa seperti sebuah jembatan yang menghubungkan nostalgia masa lalu dengan pendewasaan musikal. Durasi 3 menit 9 detik dalam “Berharap” menjadi kanvas bagi Kevin untuk menyajikan eksplorasi yang lebih personal, tanpa harus kehilangan sentuhan pop melodius yang selama ini menjadi ciri khasnya di skena musik Tanah Air.
Balada Patah Hati dan Seni Mengikhlaskan
Secara tematis, “Berharap” memotret dinamika asmara yang amat dekat dengan kehidupan sehari-hari: cinta tak berbalas, rasa lelah akibat ketidakpastian, hingga keberanian untuk melepaskan seseorang saat perasaan cinta itu sendiri masih tersisa di dalam dada. Ini adalah sebuah narasi tentang titik jenuh dalam menunggu, di mana keputusasaan bertransformasi menjadi sikap dewasa untuk merelakan.
Dalam proyek solo ini, Kevin memegang kendali penuh sebagai penulis lagu sekaligus produser. Sisi emosional lagu ini makin terasa intim berkat keterlibatan sang istri, Vicy Melanie, yang turut membidani penulisan lirik. Kolaborasi personal ini melahirkan bait-bait sederhana namun menghujam, yang disempurnakan oleh karakter vokal Widy yang ikonis—manis, emosional, namun menyimpan kerapuhan yang nyata.
“Lagu ‘Berharap’ adalah karya yang sangat berarti bagi saya. Ini adalah awal dari perjalanan baru, dan saya senang bisa membagikan lagu ini bersama Widy. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang sederhana, emosional, tetapi tetap memiliki warna khas yang bisa diterima banyak orang,” ungkap Kevin mengenai fondasi musikal proyek solonya ini.
Aransemen Megah di Balik Balada Pop Sederhana
Meski dikemas sebagai lagu pop yang ramah di telinga, departemen produksi “Berharap” digarap dengan ketelitian tinggi. Kevin bekerja sama dengan Jeffrey Lovely dalam menyusun aransemen musik yang dinamis. Kemegahan lagu ini kian terasa lewat sentuhan instrumen gesek dari Chicha Adzhari pada bagian strings, dentuman drum intuitif dari Ryan Hazairin, serta keharmonisan vokal latar dari Uchie Wiby. Sentuhan akhir dari engineer kawakan Stevano pada proses mixing dan mastering berhasil memoles lagu ini menjadi sebuah karya pop yang bersih, hangat, dan megah.
Peluncuran single ini juga didampingi oleh sebuah video musik garapan sutradara Mitch Rendy bersama rumah produksi Pixeltouch. Sajian visual penuh warna yang imajinatif dihadirkan dalam klip tersebut—sebuah pendekatan estetik yang selama ini menjadi identitas visual Vierratale, namun kini diberi napas baru untuk menandai arah estetik sang pianis dalam ruang solonya.
Lewat “Berharap”, Kevin Aprilio membuktikan bahwa melangkah solo tak melulu harus membuang akar yang telah membesarkannya. Bersama Widy, ia berhasil menghadirkan sebuah karya pembuka yang tidak hanya relevan bagi pendengar setia mereka, tetapi juga menjadi penanda kuat akan kematangan Kevin sebagai seorang produser dan solois di industri musik Indonesia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post