Kesiapan Industri Farmasi Menyongsong Wajib Halal 2026
Tangerang – PT Ferron Par Pharmaceuticals, entitas di bawah naungan Dexa Group, menegaskan kesiapannya dalam menghadapi implementasi kebijakan Wajib Halal yang akan diberlakukan secara efektif pada Oktober 2026. Langkah strategis ini telah dipersiapkan perusahaan melalui pembangunan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang konsisten sejak tahun 2019.
Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals, Benny Sutisna Suwarno, menyatakan bahwa kepatuhan terhadap kaidah halal telah menjadi bagian integral dari operasional perusahaan selama tujuh tahun terakhir. Menurutnya, seluruh fasilitas produksi dan lini produk Dexa Group telah memenuhi persyaratan sertifikasi halal, sehingga regulasi mendatang bukan lagi menjadi tantangan administratif baru bagi perseroan.
Integrasi Halal dalam Operasional Bisnis
Benny menekankan bahwa dalam industri farmasi, penerapan standar halal mencakup spektrum yang luas, mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga fasilitas penunjang. Dengan mengintegrasikan sistem halal ke dalam alur kerja operasional sejak dini, perusahaan mampu menghindari beban administratif yang menumpuk menjelang tenggat waktu regulasi.
Pendekatan ini sejalan dengan arahan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menegaskan bahwa sertifikasi halal bukanlah tujuan akhir. Industri nasional diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas akses pasar, terutama ke pasar global. Hal ini menjadi krusial mengingat proyeksi konsumsi masyarakat Muslim dunia pada enam sektor ekonomi syariah diperkirakan mencapai US$ 3,6 triliun pada 2029, naik dari US$ 2,6 triliun pada 2024.
Pionir Farmasi dan Ekspansi Global
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen tersebut, PT Ferron Par Pharmaceuticals dianugerahi penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 oleh Kementerian Perindustrian untuk kategori Perusahaan Industri Besar, Subkategori Farmasi dan Obat Tradisional Terbaik. Penghargaan ini menjadi bukti konkret posisi Dexa Group sebagai pionir dalam ekosistem industri halal nasional.
Di samping penguatan standar domestik, perusahaan juga telah menunjukkan daya saing di pasar internasional. Saat ini, Ferron Par Pharmaceuticals telah melakukan ekspor ke berbagai negara, termasuk Polandia, Belanda, dan United Kingdom. Perseroan tercatat mengekspor 16 SKU secara langsung, serta memproduksi 105 SKU produk ekspor yang berbasis di fasilitas produksi Cikarang.
Pengembangan industri halal ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam Peta Jalan Pengembangan Industri Halal 2025–2029, yang bertujuan memperkuat daya saing industri nasional di tengah kompetisi ekonomi global yang semakin ketat.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post