Paus Leo Soroti Bahaya “Surga Mesin” AI dalam Kunjungan Kenegaraan ke Prancis
PARIS – Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo, melontarkan peringatan keras mengenai pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dinilai berisiko menciptakan “surga mesin” (paradise of machines). Fenomena ini dikhawatirkan akan memicu kendali teknologi yang mengabaikan martabat manusia dan mereduksi kehidupan menjadi sekadar komoditas komersial.
Pernyataan tersebut disampaikan Paus Leo dalam pidato pembukaan kunjungan kenegaraan empat harinya di Prancis pada Jumat (25/9/2026). Kunjungan ini menjadi momen bersejarah, mengingat ini adalah lawatan pertama Paus ke Prancis dalam kurun waktu hampir dua dekade. Isu etika teknologi atau techno-ethics menjadi pilar utama dalam agenda kepemimpinan Paus yang berasal dari Amerika Serikat tersebut.
Urgensi Etika di Tengah Ekspansi Teknologi
Di hadapan para pejabat tinggi Prancis di Istana Élysée, Paus Leo menekankan pentingnya pendidikan penafsiran etis sebagai benteng pertahanan manusia. Ia mengkritik keras tren modernisasi yang cenderung mengubah sains dan teknologi menjadi usaha yang semata-mata berorientasi pada keuntungan (profit-oriented).
Paus secara spesifik menyoroti sejumlah praktik yang dianggap mengancam nilai kemanusiaan, di antaranya manipulasi genetik, praktik ibu pengganti (surrogacy), perdagangan organ manusia, hingga kebijakan legalisasi “bunuh diri medis” (assisted dying) yang baru saja disahkan oleh parlemen Prancis. Menurutnya, perkembangan teknologi harus tetap berada dalam kerangka regulasi global yang menempatkan manusia sebagai pusat kendali (human-centric AI).
Tantangan Sekularisme dan Reformasi Internal
Kunjungan ini berlangsung di tengah dinamika sosial yang kompleks di Prancis. Sebagai negara sekuler, Prancis mencatat penurunan signifikan jumlah warga yang mengidentifikasi diri sebagai Katolik. Data lembaga statistik INSEE menunjukkan penganut Katolik di kelompok usia 18–49 tahun merosot tajam menjadi hanya 25%, dari sebelumnya mencapai 43% pada dekade lalu.
Selain tantangan sekularisme, Paus Leo juga mengemban misi moral untuk memulihkan kepercayaan publik pasca-skandal kekerasan seksual yang melibatkan oknum klerus. Laporan independen tahun 2021 mengungkap sekitar 330.000 anak menjadi korban kekerasan selama tujuh dekade terakhir. Sebagai bentuk komitmen transparansi, Paus dijadwalkan menemui tujuh korban selamat dalam agendanya di situs ziarah Lourdes.
Agenda Strategis di UNESCO dan Hubungan Internasional
Selain agenda keagamaan, Paus Leo dijadwalkan menyampaikan pidato di markas besar UNESCO. Lembaga kebudayaan PBB tersebut saat ini tengah menghadapi tekanan finansial akibat defisit anggaran pasca-penarikan diri Amerika Serikat dari keanggotaan pada 2025. Kunjungan ini juga menjadi titik temu penting bagi arsitektur hubungan antara Vatikan, Uni Eropa, dan perkembangan teknologi global.
Dalam kesempatan tersebut, Paus juga menegaskan dukungannya terhadap kebebasan pers. Sikap ini disampaikan sebagai respons atas kebijakan pembatasan akses peliputan media yang sempat diterapkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Bagi Paus, keterbukaan informasi dan dialog etis merupakan kunci dalam menjaga perdamaian dan keadilan sosial di tengah lanskap geopolitik dunia yang penuh turbulensi.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post