Lolos dari Papan FCA, Saham TRUK Kembali ke Papan Pengembangan
Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengeluarkan emiten jasa transportasi dan logistik, PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK), dari papan pemantauan khusus dengan mekanisme perorangan Full Call Auction (FCA). Keputusan regulasi ini efektif berlaku mulai Jumat, 25 September 2026, setelah saham emiten tersebut menjalani sanksi suspensi akibat lonjakan aktivitas perdagangan yang tidak biasa sejak pertengahan September.
Kembalinya emiten berkode saham TRUK ke papan pengembangan secara otomatis mengubah dinamika batas perdagangan harian (Auto Rejection). Sesuai regulasi pasar modal untuk rentang harga Rp 200 hingga Rp 5.000 di papan pengembangan, saham TRUK kini mengacu pada batas Auto Rejection Top (ARA) sebesar 25% dan Auto Rejection Bottom (ARB) sebesar 15%. Angka ini terbilang jauh lebih longgar dibandingkan ketentuan di papan FCA yang membatasi pergerakan simetris maksimal 10% per hari.
Aksi Borong Saham Pengusaha Kakap dan Transaksi di Bawah Harga Pasar
Dibalik pergerakan saham yang kian volatil, saham TRUK mencatatkan aksi akumulasi signifikan oleh investor kakap sebelum pembebasan dari papan FCA. Pada 18 September 2026, investor ternama Andry Hakim melalui entitas usahanya, Hakimson Growth Capital, resmi mengamankan kepemilikan sebesar 5% saham atau setara 21,75 juta lembar saham.
Pada tanggal yang sama, aksi pemborongan saham secara masif juga dilakukan oleh PT Pukul Rata Kanan, entitas bisnis milik Gabriel Rey. Perusahaan tersebut mencaplok sebanyak 65,25 juta lembar saham atau porsi kepemilikan sebesar 15% dari total saham yang beredar.
Hal yang menarik perhatian para pelaku pasar adalah nilai eksekusi transaksi yang dipatok jauh di bawah harga pasar saat itu. Kedua investor tersebut mengeksekusi pembelian pada harga negosiasi Rp 428 per lembar saham, dengan nilai investasi masing-masing sebesar Rp 9,3 miliar untuk Hakimson Growth Capital dan Rp 27,92 miliar untuk PT Pukul Rata Kanan.
Potensi Kejutan Harga dan Lonjakan Unrealized Gain Ratusan Miliar
Aksi beli di harga “diskon” tersebut berbuah manis seiring dengan lonjakan beruntun yang dialami TRUK di lantai bursa. Pada perdagangan Kamis, 24 September 2026, saham TRUK ditutup menguat signifikan sebesar 9,81% menuju level Rp 2.070 per lembar saham.
Kenaikan pesat ini memberikan dampak lonjakan nilai aset (unrealized gain) yang fantastis bagi para pemegang saham baru dalam hitungan hari. Portofolio investasi kepemilikan Hakimson Growth Capital kini bernilai Rp 45 miliar, mengantongi potensi keuntungan melesat hingga Rp 35 miliar dari modal awal.
Sementara itu, porsi kepemilikan saham milik PT Pukul Rata Kanan melambung tinggi menjadi Rp 135 miliar, yang menghasilkan potensi cuan mencapai Rp 107 miliar. Seiring dengan kembalinya TRUK ke papan pengembangan dengan batas ARA hingga 25%, pergerakan harga saham emiten logistik ini diproyeksikan bakal berfluktuasi lebih dinamis dan menjadi sorotan utama bagi investor pasar modal dalam beberapa hari mendatang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post