Aksi Plogging Pemuda: Kumpulkan Ratusan Kilogram Sampah di Rute MRT Dukuh Atas Hingga Semanggi
JAKARTA — Ratusan kilogram sampah berhasil diamankan dari rute jalan protokol Jakarta dalam aksi kolaborasi lingkungan bertajuk “Aksi Bersih Pemuda Pemudi Merdeka dari Sampah”, Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang menggabungkan olahraga olahraga lari santai sembari memungut sampah (plogging) ini diprakarsai oleh The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia bersama World Cleanup Day (WCD) Indonesia.
Para relawan menyisir trotoar dan ruang publik mulai dari Stasiun MRT Dukuh Atas hingga kawasan Universitas Atma Jaya Semanggi. Dari aksi tersebut, tim berhasil mengumpulkan sedikitnya 175,35 kilogram sampah yang mendominasi kawasan perkotaan, mulai dari kantong plastik, kemasan makanan, hingga ribuan puntung rokok yang terselip di sela-sela ubin jalan.
Momentum ini terasa kian krusial lantaran bertepatan dengan perayaan 70 tahun perjalanan The Duke of Edinburgh’s International Award serta momentum peringatan WCD secara global.
Mendorong Solusi Pengelolaan Berkelanjutan
National Leader WCD Indonesia, Andy Bahari, menegaskan bahwa gerakan ini dirancang bukan sekadar untuk membersihkan ruang publik sesaat, melainkan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat urban terhadap persoalan sampah.
“Indikator keberhasilan kita tidak hanya sekadar memindahkan masalah dari jalanan ke TPA Bantar Gebang. Tetapi betul-betul menemukan solusi untuk penuntasan masalah sampah secara menyenangkan dan berkelanjutan,” kata Andy Bahari.
Untuk memastikan sampah yang terkumpul tidak berakhir menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), penyelenggara menggandeng perusahaan perintis pengelolaan sampah, Rekosistem. Seluruh material sampah yang dipungut langsung dipilah di lokasi guna dimasukkan ke dalam rantai daur ulang.
Chief Executive Officer (CEO) & Co-Founder Rekosistem, Ernest Christian Layman, menyampaikan komitmennya dalam mendukung aksi bersih-bersih ini. “Rekosistem bangga bisa menjadi bagian dari kolaborator di sini untuk memastikan bahwa setelah acara cleanup ini selesai, sampah-sampah yang terkumpul dapat dikelola dengan baik,” ujar Ernest Christian Layman.
Apresiasi Pemerintah dan Komitmen Global
Aksi konkret generasi muda ini mendapat apresiasi positif dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH). Direktur Pengurangan Sampah dan Ekonomi Sirkular KLH/BPLH, Agus Rusly, menyatakan bahwa kesadaran lingkungan yang dipupuk sejak dini merupakan fondasi penting menuju sasaran Indonesia Emas 2045.
“Generasi muda inilah yang memegang peranan penting di masa depan. Jika sejak sekarang mereka sudah aware dan peduli terhadap sampah, maka pada tahun 2045 kelak lingkungan kita bisa bersih dan berkelanjutan,” tutur Agus Rusly.
Sementara itu, Dewan Pembina The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia, Petty Elliott, mengingatkan pentingnya peran aktif pemuda di tengah perubahan global yang dinamis.
“Di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat, kita harus menjaga optimisme, membangun ketangguhan, dan terus mengasah kemampuan. Yang tak kalah penting, kita perlu mengambil peran secara aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat,” pungkas Petty Elliott.
Gerakan World Cleanup Day sendiri merupakan aksi sosial global yang bermula di Estonia pada tahun 2008. Hingga kini, jaringan tersebut telah menjangkau lebih dari 212 negara di dunia dengan misi menyatukan lintas kelompok masyarakat untuk menanggulangi krisis sampah secara global.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post