TOLEDO — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam kecelakaan maut kereta cepat di kawasan Urda, Provinsi Toledo, Spanyol. Tragedi memilukan yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) tersebut merenggut sedikitnya 69 nyawa dan menyebabkan lebih dari 190 orang luka-luka.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menegaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Madrid terus bergerak aktif menjalin koordinasi ketat dengan otoritas Spanyol guna memantau perkembangan penanganan pascakecelakaan serta proses identifikasi para korban.
“Hingga saat ini belum terdapat update informasi WNI yang menjadi korban,” ujar Heni dalam keterangannya terkait perkembangan penanganan musibah tersebut.
Upaya Diplomasi dan Kanal Darurat KBRI Madrid
Sebagai bentuk empati dan langkah proaktif, KBRI Madrid telah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Pemerintah Spanyol melalui pengelola infrastruktur perkeretaapian di bawah Kementerian Transportasi Spanyol, Adif. Selain itu, pihak perwakilan RI juga meminta akses informasi resmi secara berkala untuk memastikan ada atau tidaknya WNI yang terdampak.
Guna mengantisipasi segala kemungkinan, perwakilan Indonesia di Madrid telah menyiagakan saluran komunikasi darurat yang terhubung langsung dengan otoritas pengelola moda transportasi kereta api di Spanyol.
“KBRI Madrid juga sudah memberikan kontak hotline serta surat elektronik (e-mail) kepada Adif sekiranya ditemukan ada WNI yang menjadi korban,” kata Heni menambahkan. Ia berharap seluruh masyarakat Indonesia yang bermukim atau tengah berada di Spanyol berada dalam kondisi aman.
Sementara itu, otoritas perkeretaapian Spanyol mengungkapkan bahwa proses identifikasi korban dari berbagai kewarganegaraan masih terus berjalan intensif. Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data Número de Identidad de Extranjero (NIE) atau nomor identitas warga asing di Spanyol. Informasi resmi hasil verifikasi nantinya dipublikasikan secara terpusat melalui Kementerian Luar Negeri Spanyol.
Kronologi Tabrakan Maut Dua Kereta Cepat
Musibah perkeretaapian ini berlokasi di jalur kereta cepat kawasan Urda, sekitar 130 kilometer di sebelah selatan ibu kota Madrid. Insiden bermula saat rangkaian kereta cepat milik operator swasta Iryo yang mengangkut 147 penumpang mendadak berhenti di tengah jalur akibat gangguan pada sistem persinyalan.
Nahas, dalam waktu yang sangat singkat, rangkaian kereta cepat milik perusahaan negara Renfe melaju kencang di jalur yang sama dan tidak mampu menghindar. Benturan keras tak terelakkan menghantam bagian belakang kereta Iryo. Dahsyatnya benturan tersebut menyebabkan dua gerbong terlempar dari rel hingga jatuh ke dasar tanggul di sekitar lokasi kejadian.
Dampak tabrakan mencatat angka fatalitas yang tinggi. Dari total 69 korban jiwa yang terdata, sebanyak 45 korban meninggal dunia merupakan penumpang kereta Iryo, sedangkan 24 korban jiwa lainnya berada di kereta Renfe. Di samping itu, lebih dari 190 penumpang menderita luka-luka, dengan 15 orang di antaranya dalam kondisi kritis dan tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Atas peristiwa kelam yang dicatat sebagai salah satu kecelakaan perkeretaapian terburuk dalam sejarah modern Spanyol ini, Pemerintah Spanyol secara resmi menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka mendalam bagi seluruh korban.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post