Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Tragedi Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 69 Orang, KBRI Pastikan Tidak Ada Korban WNI/Fesyen di Era AI: Menjajaki Tren Face Swapping hingga Replikasi Digital Twins/Defisit Anggaran Indonesia 2026 Membengkak Tembus US$40,5 Miliar dan Lampaui Target/Penerimaan Pajak Digital Naik Tajam, DJP Himpun Rp58,75 Triliun per September 2024/Lewat Kangen Awakmu, Wali dan Siti Badriah Meleburkan Rindu dalam Kolaborasi Dangdut Lintas Generasi/Cegah Gangguan Akibat Petir, KAI Perketat Sistem Proteksi Jalur Kereta Api Daop 8 Surabaya/Menguak Tekanan Investasi dan Perburuan Imbal Hasil di Balik Megaproyek Modal Ventura/Investor Asing Mulai Ramai Berburu Saham GOTO dan Emiten Teknologi/Penjelasan Ilmiah di Balik Fenomena Hantu dan Kejadian Paranormal/CDC Afrika Penghormati Dokter Gugur di Tengah Wabah Ebola Kongo yang Menewaskan 5.000 Orang/Teater Ubruk Seniki Banten Pukau Panggung International Theatre Festival di Pakistan/Ajang 080 Barcelona Fashion Edisi ke-38 Usung Misi Inklusivitas Tren Busana Global/YLKI Desak Pemerintah Hapus Pajak Pembalut Wanita di Indonesia/Saham Teknologi Berjatuhan, Bursa Wall Street Dihantam Gelombang Aksi Jual/Billy Rock Merangkum Kontemplasi dan Pencarian Jati Diri Lewat EP State of Mind/
Tragedi Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 69 Orang, KBRI Pastikan Tidak Ada Korban WNI/Fesyen di Era AI: Menjajaki Tren Face Swapping hingga Replikasi Digital Twins/Defisit Anggaran Indonesia 2026 Membengkak Tembus US$40,5 Miliar dan Lampaui Target/Penerimaan Pajak Digital Naik Tajam, DJP Himpun Rp58,75 Triliun per September 2024/Lewat Kangen Awakmu, Wali dan Siti Badriah Meleburkan Rindu dalam Kolaborasi Dangdut Lintas Generasi/Cegah Gangguan Akibat Petir, KAI Perketat Sistem Proteksi Jalur Kereta Api Daop 8 Surabaya/Menguak Tekanan Investasi dan Perburuan Imbal Hasil di Balik Megaproyek Modal Ventura/Investor Asing Mulai Ramai Berburu Saham GOTO dan Emiten Teknologi/Penjelasan Ilmiah di Balik Fenomena Hantu dan Kejadian Paranormal/CDC Afrika Penghormati Dokter Gugur di Tengah Wabah Ebola Kongo yang Menewaskan 5.000 Orang/Teater Ubruk Seniki Banten Pukau Panggung International Theatre Festival di Pakistan/Ajang 080 Barcelona Fashion Edisi ke-38 Usung Misi Inklusivitas Tren Busana Global/YLKI Desak Pemerintah Hapus Pajak Pembalut Wanita di Indonesia/Saham Teknologi Berjatuhan, Bursa Wall Street Dihantam Gelombang Aksi Jual/Billy Rock Merangkum Kontemplasi dan Pencarian Jati Diri Lewat EP State of Mind/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Penjelasan Ilmiah di Balik Fenomena Hantu dan Kejadian Paranormal

by BBC Indonesia
October 31, 2026
Penjelasan Ilmiah Di Balik Fenomena Hantu Dan Kejadian Paranormal

Penjelasan Ilmiah Di Balik Fenomena Hantu Dan Kejadian Paranormal

Manusia memiliki sejarah panjang dalam menuturkan kisah mistis, mulai dari tradisi kuno di Mesopotamia hingga berbagai karya sastra modern. Meskipun zaman telah berganti dan ilmu pengetahuan berkembang pesat, ketertarikan masyarakat terhadap fenomena hantu dan hal-hal gaib tetap bertahan kuat hingga saat ini. Para ahli sains dan psikologi kini membongkar berbagai alasan ilmiah di balik pengalaman misterius yang sering kali dianggap sebagai fenomena supranatural tersebut.

Pakar psikologi dari University of West Georgia, Prof. Christine Simmonds-Moore, menjelaskan bahwa pengalaman yang dianggap paranormal bersifat nyata secara subjektif bagi mereka yang meyakininya. Fenomena ini sering kali memberikan dampak emosional yang besar. Namun, keterlibatan emosional tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya keberadaan makhluk halus, melainkan lebih pada reaksi kompleks yang terjadi di dalam otak manusia.

Kondisi Kesadaran yang Berubah dan Kelumpuhan Tidur

Salah satu penjelasan ilmiah utama terkait sensasi keberadaan makhluk gaib adalah kondisi hipnagogik, yaitu periode transisi antara keadaan tidur dan terjaga. Pada fase ini, kesadaran seseorang mengalami perubahan sehingga imajinasi internal dan persepsi terhadap lingkungan sekitar menjadi saling bercampur. Kondisi ini kerap memicu terjadinya kelumpuhan tidur (sleep paralysis).

Penelitian dari Sleep Medicine Reviews mencatat bahwa kelumpuhan tidur pernah dialami oleh sekitar 7,6 persen populasi umum. Pendiri Anomalistic Psychology Research Unit di Goldsmiths, University of London, Prof. Chris French, mengungkapkan bahwa kelumpuhan tidur terjadi ketika fisik seseorang telah terbangun, namun fungsi otak masih berada dalam fase tidur.

Kondisi tersebut kerap disertai halusinasi visual maupun sensori yang sangat nyata. Seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur kerap merasakan kehadiran sosok asing di dekatnya atau merasa tertindih. Meski memberikan rasa takut yang luar biasa, para ahli menegaskan bahwa fenomena tersebut murni merupakan halusinasi biologis dan tidak nyata.

Sensivitas Otak, Pareidolia, dan Disosiasi

Faktor psikologis lain yang memicu pengalaman mistis adalah pareidolia, yakni kecenderungan otak manusia untuk memproses pola acak menjadi bentuk yang dikenal, seperti melihat bayangan samar menyerupai wajah di kegelapan. Prof. Rodney Schmaltz dari MacEwan University menegaskan bahwa sistem penglihatan manusia sangat rentan mengalami kekeliruan persepsi, terutama ketika seseorang berada dalam kondisi stres atau cemas.

Selain pareidolia, fenomena disosiasi juga memegang peranan penting. Disosiasi terjadi ketika pikiran seseorang terpisah sementara dari realitas di sekitarnya, biasanya akibat kelelahan mental atau tingkat stres yang tinggi. Dalam kondisi ini, aspek internal dari pikiran seseorang dapat terproyeksi keluar dan dipersepsikan secara keliru sebagai sosok atau keberadaan asing.

Para peneliti juga menemukan keterkaitan antara laporan fenomena mistis dengan sifat psikologis yang disebut transliminality. Individu dengan tingkat transliminality tinggi umumnya memiliki daya imajinasi yang sangat kuat, sangat kreatif, serta lebih peka terhadap dorongan sensorik seperti musik dan seni. Kelompok ini cenderung lebih mudah merasakan sensasi kehadiran sosok tak terlihat atau mengalami sinestesia—kondisi di mana stimulasi pada satu indra memicu persepsi pada indra lainnya.

Pengaruh Lingkungan dan Suara Infrasonik

Selain faktor internal diri manusia, kondisi lingkungan fisik turut memengaruhi timbulnya sensasi mistis. Ruangan dengan pencahayaan redup, sudut-sudut bangunan tua, serta struktur beratap tinggi secara alami dapat memicu rasa cemas dan tidak nyaman pada psikologis manusia.

Faktor fisik lain yang cukup signifikan adalah gelombang infrasonik, yaitu suara dengan frekuensi di bawah 20 Hertz yang tidak dapat terdengar oleh telinga manusia secara langsung. Suara infrasonik dapat dihasilkan oleh mesin pabrik, kendaraan lalu lintas, hingga sistem pemanas dan perpipaan pada bangunan tua.

Meski tidak terdengar, paparan gelombang infrasonik terbukti dapat memicu peningkatan hormon kortisol (hormon stres) dalam tubuh serta meningkatkan rasa gelisah. Rasa tidak nyaman yang timbul akibat faktor lingkungan ini sering kali menjadi pemicu awal bagi otak untuk menafsirkan keadaan sekitar secara mistis.

Evolusi Manusia dan Bias Kognitif

Secara evolusioner, pemikiran manusia pada dasarnya dirancang untuk bertahan hidup ketimbang mencari kebenaran mutlak. Peneliti cerita rakyat Deborah Hyde menjelaskan bahwa sistem kognitif manusia cenderung mengasumsikan skenario terburuk demi keselamatan diri. Di masa lampau, menganggap bayangan atau suara mencurigakan sebagai ancaman bahaya memberikan peluang bertahan hidup yang lebih tinggi bagi manusia purba.

Manusia juga memiliki bias kognitif yang dikenal sebagai agency detection, yaitu kecenderungan otomatis untuk menganggap bahwa setiap kejadian aneh disebabkan oleh makhluk berkesadaran yang memiliki maksud tertentu. Asumsi dasar ini kemudian berkembang menjadi kepercayaan terhadap keberadaan sosok tak terlihat.

Ditambah dengan bias konfirmasi (confirmation bias), seseorang yang sudah memercayai hal supranatural atau menginginkan adanya kehidupan setelah kematian cenderung akan mencari dan membenarkan setiap fenomena aneh sebagai bukti keberadaan hantu. Kepercayaan tersebut pada akhirnya memberikan rasa nyaman atau kepastian atas ketakutan manusia terhadap kematian.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Tragedi Kereta Cepat Di Spanyol Tewaskan 69 Orang Kbri Pastikan

Tragedi Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 69 Orang, KBRI Pastikan Tidak Ada Korban WNI

by Malang Today
October 31, 2026

Tragedi kecelakaan kereta cepat di Spanyol menewaskan 69 orang dan puluhan luka-luka, dipastikan tidak ada WNI yang menjadi korban.

Fesyen Di Era Ai Menjajaki Tren Face Swapping Hingga Replikasi

Fesyen di Era AI: Menjajaki Tren Face Swapping hingga Replikasi Digital Twins

by Malang Today
October 31, 2026

Jelajahi revolusi tren fashion di era AI mulai dari teknologi face swapping hingga digital twin yang merubah dunia gaya hidup...

Defisit Anggaran Indonesia 2026 Membengkak Tembus Us405 Miliar Dan Lampaui

Defisit Anggaran Indonesia 2026 Membengkak Tembus US$40,5 Miliar dan Lampaui Target

by Malang Today
October 31, 2026

Defisit anggaran Indonesia 2026 diproyeksikan membengkak hingga 40,5 miliar Dolar AS dan melampaui target akibat lonjakan belanja negara.

Penerimaan Pajak Digital Naik Tajam Djp Himpun Rp5875 Triliun Per

Penerimaan Pajak Digital Naik Tajam, DJP Himpun Rp58,75 Triliun per September 2024

by Malang Today
October 31, 2026

Direktorat Jenderal Pajak sukses mengumpulkan setoran pajak digital sebesar Rp58,75 triliun hingga September 2026. Simak rincian lengkapnya di sini.

Investor Asing Mulai Ramai Berburu Saham Goto Dan Emiten Teknologi

Investor Asing Mulai Ramai Berburu Saham GOTO dan Emiten Teknologi

by Malang Today
October 31, 2026

Asing gencar mengoleksi saham GOTO dan emiten papan atas lainnya, sinyal positif bagi investor untuk mencermati peluang investasi hari ini.

Cdc Afrika Penghormati Dokter Gugur Di Tengah Wabah Ebola Kongo

CDC Afrika Penghormati Dokter Gugur di Tengah Wabah Ebola Kongo yang Menewaskan 5.000 Orang

by Xinhua News
October 31, 2026

Wabah Ebola di RD Kongo telah menewaskan hampir 5.000 orang. CDC Afrika memberi penghormatan tinggi bagi dokter yang gugur di...

Teater Ubruk Seniki Banten Pukau Panggung International Theatre Festival Di

Teater Ubruk Seniki Banten Pukau Panggung International Theatre Festival di Pakistan

by Malang Today
October 31, 2026

Kesenian Ubruk Seniki Banten sukses memukau penonton International Theatre Festival di Pakistan lewat pertunjukan budaya yang mempesona.

Ajang 080 Barcelona Fashion Edisi Ke 38 Usung Misi Inklusivitas Tren

Ajang 080 Barcelona Fashion Edisi ke-38 Usung Misi Inklusivitas Tren Busana Global

by Malang Today
October 31, 2026

Jelajahi Barcelona Fashion edisi ke-38 yang makin inklusif dan hadirkan tren mode terkini agar dapat dinikmati oleh seluruh pecinta fashion...

Ylki Desak Pemerintah Hapus Pajak Pembalut Wanita Di Indonesia

YLKI Desak Pemerintah Hapus Pajak Pembalut Wanita di Indonesia

by Malang Today
October 31, 2026

YLKI mendesak pemerintah Indonesia menghapus pajak pembalut wanita guna menjamin akses produk kebersihan yang adil dan terjangkau bagi perempuan.

Saham Teknologi Berjatuhan Bursa Wall Street Dihantam Gelombang Aksi Jual

Saham Teknologi Berjatuhan, Bursa Wall Street Dihantam Gelombang Aksi Jual

by Malang Today
October 31, 2026

Pasar saham Wall Street ambruk akibat kejatuhan harga saham sektor teknologi. Simak analisis lengkap penyebab turunnya bursa AS di sini.

Discussion about this post

Signaturee 2026 Badge
Signaturee Avatar
View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

10991
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.