RANS Nusantara Harus Puas Berbagi Poin di Stadion Kanjuruhan Usai Ditahan Imbang Kendal Tornado
KEPANJEN – Lanjutan kompetisi sengit mewarnai rumput hijau Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang pada Kamis (29/10/2026). Tim berjuluk The Phoenix, RANS Nusantara FC, harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol 0-0 oleh tamunya, Kendal Tornado FC. Hasil imbang ini sekaligus menggagalkan ambisi RANS untuk mengkudeta posisi puncak klasemen sementara.
Meskipun gagal mengamankan tiga poin penuh di hadapan publik Malang, hasil ini tetap memperpanjang rekor positif RANS yang berhasil menjaga tren tidak terkalahkan dalam empat pertandingan berturut-turut. Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi dan menyajikan jual-beli serangan yang terbuka sejak peluit pertama dibunyikan.
Kalah Postur Tubuh, Pertahanan RANS Digempur Gelombang Serangan
Pelatih kepala RANS Nusantara FC, Kas Hartadi, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan dan kerja keras para pemainnya sepanjang 90 menit. Kendati demikian, juru taktik berpengalaman tersebut tidak menampik bahwa anak asuhnya sempat kewalahan menghadapi keunggulan fisik dan postur para pemain Kendal Tornado FC, terutama dalam duel-duel udara di area pertahanan.
Gempuran bertubi-tubi dari tim tamu bahkan membuat lini belakang RANS harus bernapas lega setelah bola hasil tembakan pemain lawan tercatat enam kali mengguncang mistar dan tiang gawang. Faktor keberuntungan dan ketangguhan benteng terakhir menjadi pembeda dalam laga ketat ini.
“Masalahnya, saya tidak bisa melatih tinggi badan pemain,” ujar Kas Hartadi berseloroh saat sesi konferensi pers usai pertandingan.
Lebih lanjut, Kas Hartadi melayangkan pujian atas ketangguhan Kendal Tornado FC yang hingga kini belum tersentuh kekalahan. Menurutnya, tambahan satu poin ini tetap menjadi modal berharga sekaligus bahan evaluasi penting untuk membenahi kekurangan tim demi mendulang hasil maksimal pada laga-laga selanjutnya.
Ketangguhan Kiper Ditea Dwi Cahya Selamatkan The Phoenix
Performa impresif penjaga gawang RANS Nusantara FC, Ditea Dwi Cahya, menjadi kunci utama keberhasilan timnya mengamankan satu poin dari ancaman kekalahan. Tampil gemilang di bawah mistar, Ditea mengakui tingginya intensitas tekanan yang dilancarkan kubu lawan sepanjang laga.
Ia merasa bersyukur koordinasi serta komunikasi di barisan belakang tetap terjaga dengan solid hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan oleh wasit.
“Kita harus terus fokus dan disiplin mengantisipasi second ball,” tegas Ditea Dwi Cahya mengungkapkan kunci ketenangannya dalam menghalau gelombang serangan Kendal Tornado.
Persiapan Singkat Menatap Laga Sengit Kontra Arema FC
Usai pertarungan menguras tenaga di Kanjuruhan, skuad RANS Nusantara FC tidak memiliki waktu luang untuk beristirahat lama. Mereka dituntut segera mengembalikan kondisi fisik dan mematangkan taktik guna menghadapi ujian berat berikutnya.
RANS dijadwalkan bakal melakoni laga pembuka turnamen i-League Cup melawan tim kebanggaan Aremania, Arema FC, pada 3 November 2026 mendatang. Bentrokan melawan tim kasta teratas Super League tersebut dipastikan bakal menjadi ujian ketahanan fisik serta mental bertanding yang sesungguhnya bagi armada Kas Hartadi.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post