Ketika Musik Tak Cukup Cuma Didengar: Penerjemahan Sinestesia ala Danilla
Bagi seorang seniman eksploratif seperti Danilla Riyadi, musik tak pernah sekadar urusan frekuensi audio yang mampir di lubang telinga. Dunia yang ia bangun dalam album Candramawa adalah sebuah eksosistem estetika yang kaya, penuh kontras, dan sarat akan intimitas. Tak puas hanya memanjakan indra pendengaran pendengarnya, solois bersuara merdu ini melangkah lebih jauh dengan melintasi batas medium: menerjemahkan materi album terbarunya ke dalam bahasa olfaktori atau wewangian.
Bergandengan tangan dengan USUAL PARFUMS, sebuah kolektif peracik aroma independen asal Solo, Danilla resmi meluncurkan Candramawa Episode 01. Ekstensi visual dan aroma dari karya musiknya ini bukan sekadar barang jualan berkemas merchandise, melainkan sebuah eksperimen sinestesia yang diracik secara serius selama hampir satu tahun lamanya.
Listening Session Remang-Remang dan Metodologi ‘Blind Test’
Jejak kolaborasi ini bermula dari pertemuan intim antara Danilla dan Aldhy Usman, pendiri sekaligus sosok di balik racikan aroma USUAL PARFUMS. Dibandingkan langsung membahas jualan atau komposisi kimiawi, keduanya memilih bertukar pikiran tentang cara pandang hidup, membedah dinamika berkarya, hingga menguliti spektrum aroma favorit masing-masing.
Namun, bagian paling puitis dari proses kreatif ini terjadi ketika Danilla meminta Aldhy melakukan sesi pendengaran khusus. Di sebuah ruangan berpendingin udara dengan pencahayaan remang-remang, sang perfumer diminta memakai headphone dan menenggelamkan dirinya ke dalam delapan trek album Candramawa yang saat itu bahkan belum dirilis ke publik. Tanpa distraksi, Aldhy menyerap seluruh dinamika nada, warna musik, dan aura emosional yang ditiupkan Danilla.
Dari sana, proses dilanjutkan dengan pendekatan yang sangat metodologis. Tak ada penerjemahan harfiah ‘satu lagu satu aroma’. Sebaliknya, USUAL PARFUMS menyiapkan empat formula racikan misterius tanpa label, tanpa daftar catatan aroma (notes), maupun petunjuk karakter. Danilla mempraktikkan metode blind test ini dengan mengenakan masing-masing sampel dalam aktivitas sehari-harinya selama kurun waktu dua hingga tiga minggu. Salah satu racikan bahkan sempat memancing pujian spontan dari seorang penggemar yang menghampiri Danilla di ruang publik, jauh sebelum produk ini memiliki kemasan resmi.
Racikan Kontras: Komposisi Kompleks dalam Botol Extrait de Parfum
Hasil akhir dari eksperimen panjang ini adalah sebuah karakter wewangian yang merefleksikan musik Danilla secara presisi: kompleks, hangat, misterius, namun tetap memikat dan mudah dicintai. Candramawa Episode 01 memadukan nuansa herbal, spicy, woody, dry, dan sedikit sentuhan bitter yang dibalut kehangatan vanilla tanpa terkesan manis berlebihan.
Ketika disemprotkan, nuansa bukaan dari pink pepper yang lembut langsung menyapa, disusul oleh fondasi hangat dari amber dan dry vanilla. Seiring berjalannya waktu, aromanya bertransisi menuju wangi incense (kemenyan/dupa modern), aksen kayu-kayuan (woody notes), serta musk yang memberikan kesan bersih dan menempel erat di kulit (skin scent).
Hebatnya, meski hadir dalam konsentrasi tinggi berupa Extrait de Parfum, racikan ini tidak terasa pekat atau mengintimidasi. Penggunaan molekul sintetis modern seperti Iso E Super, Vetiveryl Acetate, Ambrofix, dan Habanolide berhasil menjaga karakternya tetap memiliki ruang bernapas (airy) dan sangat nyaman dieksplorasi sebagai wewangian harian.
Membawa Narasi Album ke Pori-Pori Kulit
Dilepas ke pasaran dalam kemasan 50 ml seharga Rp379.000, hadirnya Candramawa Episode 01 membuktikan bahwa batas-batas penyampaian karya seni di ranah independen Indonesia kian cair dan tak terbatas. Danilla tidak hanya menjual musik; ia memberikan kesempatan bagi pendengarnya untuk ‘memakai’ dan merasakan atmosfer albumnya tumbuh di atas kulit masing-masing.
Jika album Candramawa adalah sebuah ruang dengar tempat kita bersenandung dan merenung, maka kolaborasi olfaktori ini adalah jembatan fisik yang membuat pengalaman musikal tersebut terasa makin personal, nyata, dan melekat dalam ingatan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post