MALANG TODAY – Gelombang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sedikitnya 14 taman nasional di Indonesia sepanjang tahun 2026. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebut krisis ekologi ini sebagai bencana karhutla di kawasan konservasi terbesar dan paling terstruktur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini memicu kritik tajam terhadap kinerja Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional. Walhi menilai satgas yang dibentuk pemerintah gagal menjalankan fungsi perlindungan dan diduga hanya berorientasi pada komersialisasi dana konservasi.
Kondisi Terkini di Taman Nasional Way Kambas
Di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, api sempat membakar kawasan selatan pada Agustus 2026 sebelum meluas ke wilayah utara seperti daerah Cabang sejak pertengahan September. Kebakaran di kawasan gambut tersebut memicu bara api bawah tanah yang sulit dipadamkan sepenuhnya.
Titik api baru juga terdeteksi di sekitar perbatasan TNWK dengan areal perkebunan PT Great Giant Pineapple (GGP) di Resort Susukan Baru dan Rawa Bunder. Musim kemarau panjang yang mengeringkan sungai—yang selama ini menjadi penyekat alami—membuat api melompati batas dan membakar vegetasi semak belakangan ini, dengan ketinggian kobaran mencapai empat meter.
Humas Balai TNWK, Riri Fitriandi, menyatakan upaya pendinginan dan pembasahan (mop-up) terus dilakukan oleh sekitar 350 personel gabungan dari TNWK, TNI, Polri, BPBD, masyarakat, serta bantuan sarana air dari pihak swasta. Meskipun belum ada laporan gajah liar yang terdampak secara langsung, kerusakan habitat memicu kekhawatiran rusaknya jalur jelajah dan ketersediaan pakan satwa lindung tersebut.
Daftar 14 Taman Nasional yang Terbakar
Kebakaran hebat meluas di berbagai wilayah Indonesia dengan catatan luas area dan dampak beragam:
1. TN Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur): Menghanguskan sekitar 3.531 hektare lahan sejak Agustus hingga September. Tragedi ini menjadi yang paling mematikan setelah gugurnya enam orang relawan pemadam.
2. TN Wasur (Papua Selatan): Mencatatkan kerusakan lahan terluas mencapai 8.708 hektare akibat mengeringnya ekosistem sabana dan pohon eukaliptus yang mudah terbakar.
3. TN Lorentz (Papua): Kawasan konservasi terluas kedua yang terdampak karhutla tahun ini, dengan area terbakar mencapai 6.532 hektare hingga Agustus.
4. TN Tambora (Nusa Tenggara Barat): Dilaporkan terbakar seluas 1.956 hektare yang diduga dipicu oleh perambatan api dari aktivitas pembersihan lahan warga.
5. TN Kerinci Seblat (Jambi): Karhutla melanda area seluas 1.776 hektare. Mengantisipasi risiko lebih besar, seluruh jalur pendakian Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, dan Gunung Masurai ditutup sementara.
6. TN Tanjung Puting (Kalimantan Tengah): Terbakar seluas 1.234 hektare, memicu percepatan operasi modifikasi cuaca untuk membantu proses pemadaman.
7. TN Rawa Aopa Watumohai (Sulawesi Tenggara): Sebanyak 192 hektare padang sabana dan gambut hangus. Kebakaran terbesar di kawasan ini diduga akibat maraknya praktik perburuan liar.
8. TN Bukit Baka Bukit Raya (Kalimantan Tengah): Menghanguskan sekitar 136 hektare lahan dan berujung pada penutupan total aktivitas wisata pendakian.
9. TN Way Kambas (Lampung): Diperkirakan lebih dari 100 hektare area zona rehabilitasi dan zona rimba terbakar dalam dua gelombang kejadian.
10. TN Gunung Ciremai (Jawa Barat): Api membakar 30 hingga 60 hektare kawasan hutan dari wilayah Kuningan yang merambat hingga ke Majalengka.
11. TN Manusela (Maluku): Terbakar seluas 26 hektare di wilayah Pasahari. Asap tebal dari kebakaran di Pulau Seram ini sempat melumpuhkan jarak pandang hingga ke Kota Ambon.
12. TN Bantimurung Bulusaraung (Sulawesi Selatan): Hampir 26 hektare area karst dan puncak tebing terbakar. Medan yang terjal menjadi kendala utama petugas penanggulangan.
13. TN Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat): Kebakaran melanda sekitar 20 hektare area Alun-Alun Barat Surya Kencana dan Kawah Wadon.
14. TN Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (Sumba Tengah): Api membakar sekitar 1,96 hektare lahan sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim Balai TN Matalawa.
Sorotan Walhi dan Evaluasi Satgas Konservasi
Manager Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Nasional, Uli Arta Siagian, menegaskan bahwa masifnya kebakaran tahun 2026 disebabkan oleh beberapa faktor kunci. Selain kurangnya jumlah personel polisi hutan yang tidak diimbangi pemanfaatan teknologi pemantauan dini seperti kamera deteksi otomatis, minimnya pengakuan dan pelibatan masyarakat adat di sekitar kawasan hutan juga turut memperlemah pengawasan.
Walhi juga menyoroti efektivitas Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional yang dinilai gagal memberikan perlindungan nyata di lapangan. Walhi mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas keterlibatan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian pengelolaan kawasan konservasi tersebut.
Klarifikasi Pihak Satgas
Meretetas kritik tersebut, Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah karhutla yang terjadi. Pihak Satgas menegaskan bahwa tuduhan mengenai kegagalan fungsi pembiayaan adalah hal yang tidak berdasar.
Dalam keterangan resminya, Satgas menjelaskan

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post