ROMA — Institut Penelitian Informasi Kedirgantaraan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (AIRCAS) berhasil meraih Achievement Award (Penghargaan Prestasi) dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Penghargaan bergengsi ini diberikan atas keberhasilan AIRCAS mengembangkan CropWatch, sebuah platform pemantauan tanaman pertanian berbasis komputasi awan (cloud) yang beroperasi secara global.
Penyerahan penghargaan dilakukan dalam upacara penutupan Forum Pangan Dunia (World Food Forum) yang berlangsung di markas besar FAO di Roma, Italia. Penghargaan ini diberikan langsung kepada tim pengembang yang dipimpin oleh peneliti senior AIRCAS, Wu Bingfang.
Transformasi Pemantauan Pertanian Global
FAO memberikan apresiasi tinggi kepada AIRCAS karena dinilai berhasil mengubah proses pemantauan tanaman pertanian yang dulunya rumit dan terbatas menjadi layanan berbasis cloud yang terbuka, inklusif, serta mudah diakses oleh masyarakat global.
Hingga saat ini, platform CropWatch telah membantu lebih dari 40 negara dan kawasan di dunia dalam memantau kondisi pertanaman secara real-time. Data berbasis ilmiah yang dihasilkan platform ini menjadi rujukan vital bagi pemerintah setempat dalam merumuskan kebijakan ketahanan pangan yang akurat.
Sebagai bentuk integrasi global, CropWatch kini telah terhubung secara resmi ke dalam Hand-in-Hand Geospatial Platform milik FAO dan Knowledge Hub pada Group on Earth Observations (GEO). Integrasi ini menjadikan CropWatch sebagai sumber data independen yang andal bagi para pemangku kepentingan di seluruh dunia.
Menjangkau 173 Negara dan Mendukung ‘Zero Hunger’
Selain menyediakan platform digital, tim peneliti AIRCAS secara rutin menerbitkan CropWatch Bulletin. Buletin pemantauan pertanian berkala ini telah dimanfaatkan oleh pengguna yang tersebar di 173 negara dan kawasan.
Wu Bingfang menyatakan bahwa penghargaan dari FAO ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi timnya yang telah bekerja keras selama lebih dari tiga dekade di bidang teknologi kedirgantaraan dan pertanian.
“Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan sebuah tonggak pencapaian untuk memulai perjalanan baru ke depan,” ujar Wu.
Ia menambahkan, pihaknya berfokus untuk terus meningkatkan kapabilitas inovasi, kemudahan penggunaan platform, serta kapasitas layanan internasional. AIRCAS juga berkomitmen mempererat kerja sama dengan FAO dan berbagai lembaga internasional demi membantu negara-negara berkembang membangun kemampuan pemantauan pertanian secara mandiri. Langkah ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, khususnya dalam mengentaskan kelaparan dunia (zero hunger).
FAO Achievement Award sendiri merupakan penghargaan berkala yang diberikan kepada individu maupun lembaga atas pencapaian luar biasa di bidang pertanian berkelanjutan, pembangunan pedesaan, pengelolaan sumber daya alam, serta penguatan ketahanan pangan global.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post