Konflik Memanas di Timur Tengah, Konferensi “Davos in the Desert” Resmi Ditunda hingga 2027
Pemerintah Arab Saudi secara resmi menunda gelaran forum investasi tahunan bergengsi, Future Investment Initiative (FII), hingga tahun 2027 mendatang. Langkah mengejutkan ini diambil di tengah meningkatnya eskalasi keamanan regional akibat serangan beruntun dari kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran ke wilayah kerajaan tersebut.
Ajang yang sering dijuluki sebagai “Davos in the Desert” ini sedianya dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Oktober mendatang di Riyadh. Selama hampir satu dekade, konferensi ini menjadi panggung utama Arab Saudi dalam memikat investor global, pemimpin bisnis kelas dunia, hingga para kepala negara untuk mendukung transformasi ekonomi mereka.
Keputusan penundaan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Arab Saudi dalam menarik modal asing, mendiversifikasi perekonomian yang selama ini bergantung pada minyak, serta merealisasikan agenda reformasi nasional Visi 2030.
Faktor Keamanan dan Penutupan Bandara Internasional Riyadh
Chief Executive Officer FII Institute, Maha Al Saud, mengonfirmasi melalui pernyataan resminya bahwa forum puncak tersebut digeser ke tahun 2027. Pihak penyelenggara berdalih penundaan dilakukan demi memastikan edisi peringatan tersebut dapat diselenggarakan dalam “skala penuh” dan mempertahankan “kualitas luar biasa” yang diharapkan para peserta.
Meski demikian, ancaman keamanan nyata mendasari keputusan berat ini. Bandara Internasional Riyadh terpaksa menghentikan seluruh operasionalnya sejak awal bulan ini setelah dihantam serangan mematikan pada 10 Oktober yang menewaskan 13 orang. Insiden tersebut tercatat sebagai serangan paling mematikan yang menerjang wilayah Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade terakhir, tanpa kepastian kapan lalu lintas udara dapat dibuka kembali.
Sebelumnya, otoritas terkait sempat mempertimbangkan opsi untuk tetap menggelar konferensi secara hibrida—mengkombinasikan kehadiran fisik dan virtual—serta menyediakan jalur perjalanan darat dan udara alternatif. Namun, skenario tersebut akhirnya dibatalkan seiring maraknya peringatan perjalanan (travel warning) yang dikeluarkan negara-negara Barat dan situasi geopolitik yang semakin tidak menentu.
Keengganan Investor Global dan Dampak Ekonomi Regional
Penundaan ini mencerminkan tingginya kekhawatiran dari para pelaku usaha internasional. Sejumlah konsultan bisnis melaporkan bahwa pimpinan eksekutif perusahaan-perusahaan global sangat enggan mengambil risiko keselamatan dengan terbang ke Riyadh saat ini.
Banyak korporasi multinasional memilih menarik diri dan menekankan bahwa mereka tidak akan mempertaruhkan keselamatan para karyawannya hanya demi menghadiri sebuah konferensi investasi, terlebih dengan belum dibukanya akses penerbangan utama ke ibu kota Arab Saudi tersebut.
Pihak FII Institute menyatakan bahwa tanggal pasti penyelenggaraan di tahun 2027 akan diumumkan dalam waktu dekat, sembari memastikan seluruh pendaftaran dan kemitraan yang telah terjalin saat ini akan tetap berlaku sah.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post