MALANG TODAY – Pemerintah Provinsi Fujian bersama Asosiasi Rakyat China untuk Persahabatan dengan Negara-Negara Asing resmi membuka ajang The 21st Century Maritime Silk Road Local Government Cooperation and International Friendship Cities Dialogue di Fuzhou. Forum strategis ini mempertemukan hampir 100 perwakilan pemerintah daerah dan organisasi persahabatan dari 24 negara untuk membahas masa depan ekonomi kelautan dan tata kelola global.
Pertemuan tingkat internasional tersebut berfokus pada serangkaian isu krusial, mulai dari ekonomi kelautan, kolaborasi industri lintas batas, tata kelola perkotaan, hingga penguatan pertukaran budaya antarmasyarakat. Forum ini berhasil melahirkan konsensus luas untuk mendorong sistem tata kelola global yang lebih adil dan setara melalui prinsip multilateralisme sejati.
Penguatan Ekonomi Kelautan dan Tata Kelola Perkotaan
Melalui forum ini, para peserta diserukan untuk memanfaatkan platform kota sahabat (sister cities) secara maksimal. Kerjasama ini difokuskan pada pemanfaatan pengalaman bersama dalam penataan kota, perlindungan lingkungan hidup, pembangunan kawasan pedesaan, pemberdayaan pemuda, serta peningkatan kualitas layanan publik.
Selain tata kelola daerah, akselerasi ekonomi kelautan berbasis keberlanjutan menjadi agenda utama. Wilayah-wilayah pesisir didorong untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui ekspansi kerja sama di sektor logistik pelabuhan, energi terbarukan laut, perikanan modern, biomedis kelautan, hingga manufaktur peralatan laut dalam. Dalam kesempatan yang sama, para delegasi memberikan dukungan terhadap pencalonan China sebagai tuan rumah Sekretariat Perjanjian Keanekaragaman Hayati Laut di Luar Yurisdiksi Nasional (BBNJ) yang berpusat di Xiamen, Fujian.
Inovasi Industri dan Kolaborasi “Taman Kembar”
Sektor industri juga menjadi sorotan penting dalam dialog ini. Forum menyepakati pembentukan mekanisme kerja sama inovatif melalui pengembangan kawasan industri lintas batas. Salah satu skema unggulan yang didorong adalah model “Dua Negara, Taman Kembar” (Two Countries, Twin Parks) untuk memperkuat konektivitas rantai pasokan dan komplementaritas industri antarnegara.
Sinergi ini bakal didukung oleh perbaikan iklim investasi dua arah dan penyediaan layanan keuangan biru. Skema tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam memperluas jangkauan pasar ke tingkat internasional, sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Komitmen Global untuk Kerja Sama Berkelanjutan
Antusiasme tinggi disampaikan oleh para pemimpin daerah yang hadir. Ketua Dewan Kabupaten Arad dari Rumania, Iustin Cionca, menegaskan kesiapan wilayahnya yang merupakan pusat logistik di Rumania barat untuk terlibat aktif dalam jaringan Jalur Sutra Maritim ini. Ia meyakini bahwa kolaborasi dengan Provinsi Fujian dan Kota Fuzhou akan membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup warganya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Georgetown dari Guyana, Denise Miller, menekankan pentingnya dimensi kemanusiaan dan kebudayaan dalam inisiatif ini. Menurutnya, forum internasional ini bukan sekadar melintasi batas geografis, melainkan wadah untuk saling memahami kebudayaan serta mempercepat pembangunan infrastruktur daerah berbasis pemanfaatan sumber daya lokal yang optimal.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post