Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Treble Raih Pendanaan Rp283 Miliar untuk Kembangkan Platform Simulasi Suara Berbasis AI/Sanksi Tegas Karhutla, Pemerintah Ancam Cabut Izin Perusahaan Pengobar Karhutla/Menelusuri Salju Terakhir Papua: Tiga Generasi Amungme dan Moni Menjaga Gunung Keramat/Intip Cerita ‘Raw’ di Balik Live Session Album Keempat Reality Club/Putusan Terbaru MK Soal Anggaran MBG Bakal Ubah Arah Kebijakan Nasional/Mega Science Center dan Budaya Jatim Park 1, Ruang Eksplorasi Berskala Besar dengan 1.640 Alat Peraga Sains dan Artefak Budaya di Kota Batu/REDMI Note 17 Series Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Standar Baru untuk Smartphone Andal Jangka Panjang/Prabowo Jajal LRT Kelapa Gading dan Tegaskan Komitmen Pengembangan Transportasi Publik/Temuan Kotoran dan Kecoa di SPPG Bandung Jadi Sorotan Dinkes/Sinyal Album Baru, Ramengvrl Dobrak Tatanan Lewat Singel #COWOBARU/Booming Pusat Data AI Kini Terjang Kota-Kota Bekas Industri Raksasa/Meta Hadirkan Agen AI untuk Otomatisasi Setting WhatsApp Business/Kapitalisasi Fanatisme: Bagaimana Fandom K-Pop Bertransformasi Menjadi Mesin Ekonomi Raksasa/ZZUF Bentangkan Spektrum Musikal Baru lewat 15 Trek di Album Kedua/TAX Membedah Labirin Kehampaan dan Kekacauan Batin dalam Debut EP Perdana/
Treble Raih Pendanaan Rp283 Miliar untuk Kembangkan Platform Simulasi Suara Berbasis AI/Sanksi Tegas Karhutla, Pemerintah Ancam Cabut Izin Perusahaan Pengobar Karhutla/Menelusuri Salju Terakhir Papua: Tiga Generasi Amungme dan Moni Menjaga Gunung Keramat/Intip Cerita ‘Raw’ di Balik Live Session Album Keempat Reality Club/Putusan Terbaru MK Soal Anggaran MBG Bakal Ubah Arah Kebijakan Nasional/Mega Science Center dan Budaya Jatim Park 1, Ruang Eksplorasi Berskala Besar dengan 1.640 Alat Peraga Sains dan Artefak Budaya di Kota Batu/REDMI Note 17 Series Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Standar Baru untuk Smartphone Andal Jangka Panjang/Prabowo Jajal LRT Kelapa Gading dan Tegaskan Komitmen Pengembangan Transportasi Publik/Temuan Kotoran dan Kecoa di SPPG Bandung Jadi Sorotan Dinkes/Sinyal Album Baru, Ramengvrl Dobrak Tatanan Lewat Singel #COWOBARU/Booming Pusat Data AI Kini Terjang Kota-Kota Bekas Industri Raksasa/Meta Hadirkan Agen AI untuk Otomatisasi Setting WhatsApp Business/Kapitalisasi Fanatisme: Bagaimana Fandom K-Pop Bertransformasi Menjadi Mesin Ekonomi Raksasa/ZZUF Bentangkan Spektrum Musikal Baru lewat 15 Trek di Album Kedua/TAX Membedah Labirin Kehampaan dan Kekacauan Batin dalam Debut EP Perdana/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Mengapa Polemik Beda Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Terus Berulang?

by BBC Indonesia
September 8, 2026
Mengapa Polemik Beda Data Kemiskinan Bps Dan Bank Dunia Terus Berulang?

Mengapa Polemik Beda Data Kemiskinan Bps Dan Bank Dunia Terus Berulang?

MALANG TODAY — Perbedaan mencolok antara data kemiskinan versi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia kembali memicu perdebatan publik. Sementara BPS mencatat tingkat kemiskinan Indonesia berada di angka 8,07 persen atau sebanyak 22,93 juta jiwa pada Maret 2026, Bank Dunia justru memproyeksikan sekitar 64,2 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan internasional. Perbedaan drastis ini menyoroti standar perhitungan BPS yang dinilai sejumlah pengamat sudah usang dan kurang mencerminkan realita kerentanan ekonomi masyarakat di lapangan.

Perbedaan Mendasar Standar Perhitungan

BPS menegaskan bahwa data milik mereka dan Bank Dunia tidak dapat dibandingkan secara langsung karena menggunakan indikator serta tujuan yang berbeda. BPS menerapkan pendekatan kebutuhan dasar atau Cost of Basic Needs (CBN) yang dipertahankan sejak tahun 1998. Melalui metode ini, garis kemiskinan ditetapkan berdasarkan pengeluaran minimum untuk makanan dan nonmakanan, dengan nilai terakhir sebesar Rp22.308 per orang per hari.

Sebaliknya, Bank Dunia memakai acuan garis kemiskinan internasional sebesar US$8,30 per orang per hari berbasis Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity/PPP) tahun 2021. Angka ini dirancang khusus untuk mengukur kesejahteraan negara-negara berpendapatan menengah ke atas, termasuk Indonesia. Nilai US$8,30 PPP tersebut setara dengan pengeluaran sekitar Rp42.036 per hari, bukan dihitung dari kurs pasar valuta asing biasa.

Standar Usang yang Mengabaikan Kerentanan

Sejumlah peneliti dan pengamat kebijakan sosial menilai standar yang digunakan BPS terlalu rendah. Standar pengeluaran makanan BPS dikalkulasikan dari pemenuhan 2.100 kalori per hari, yang setara dengan konsumsi dasar tanpa menjamin kecukupan gizi. Kondisi ini dinilai berisiko mengabaikan ancaman masalah kesehatan jangka panjang seperti tengkes (stunting).

Direktur Lembaga Kajian Next Policy, Yusuf Wibisono, menyebutkan bahwa Garis Kemiskinan BPS sebenarnya hanya setara dengan US$3,2 PPP per orang per hari. Angka ini berada sangat tipis di atas ambang kemiskinan ekstrem internasional (US$3,00 PPP). Akibatnya, banyak warga yang secara riil hidup rentan dan miskin, namun tergolong “tidak miskin” secara statistik.

Selain itu, sistem pendataan BPS kerap terkecoh oleh variabel kepemilikan aset. Sebagai contoh, pekerja informal atau pengemudi ojek daring yang menggunakan kendaraan sewaan atau pinjaman sering kali secara otomatis dimasukkan ke dalam kategori ekonomi menengah ke atas.

Realita Lapangan dan Sengkarut Data Bansos

Kondisi di lapangan menunjukkan banyak masyarakat berada di batas tipis ketidakamanan ekonomi. Meski memiliki pendapatan mingguan atau bulanan yang secara statistik melebihi batas BPS, mereka hidup sangat hemat, tidak memiliki jaminan finansial, serta amat rentan terjerat utang atau pinjaman daring saat dilanda krisis keuangan.

Masalah lain yang muncul adalah klasifikasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai belum akurat. Pemeringkatan kesejahteraan berbasis desil kerap memicu salah sasaran bantuan sosial (bansos). Kasus seperti pekerja informal lansia atau pengayuh becak yang mendadak kehilangan hak bansos dan jaminan kesehatan gratis karena namanya bergeser ke desil kesejahteraan tinggi menjadi bukti nyata ketidaksesuaian data lapangan.

Usulan Solusi dan Barikade Politik

Guna mengatasi persoalan ini, sejumlah lembaga kajian menawarkan formulasi baru. Next Policy mengusulkan agar BPS menaikkan garis kemiskinan nasional menjadi sekitar US$6,25 PPP atau setara Rp1,2 juta per orang per bulan. Angka ini dinilai lebih moderat untuk mencerminkan kondisi negara berpendapatan menengah.

Sementara itu, lembaga riset The Prakarsa mendorong penerapan Indeks Kemiskinan Multidimensi (IKM). Pendekatan IKM tidak hanya mengukur kemiskinan dari aspek pengeluaran uang, tetapi juga menilai tingkat deprivasi warga pada tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan standar kualitas hidup seperti akses air bersih, sanitasi, serta kelayakan hunian.

Kendati demikian, pergeseran indikator kemiskinan menghadapi tembok besar berupa komitmen politik. Mengubah batas garis kemiskinan secara otomatis akan melonjakkan angka warga miskin secara statistik. Hal ini kerap dihindari oleh pemegang kekuasaan karena berisiko menggerus citra keberhasilan pembangunan dan elektabilitas pemerintah.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Sanksi Tegas Karhutla Pemerintah Ancam Cabut Izin Perusahaan Pengobar Karhutla

Sanksi Tegas Karhutla, Pemerintah Ancam Cabut Izin Perusahaan Pengobar Karhutla

by Malang Today
September 17, 2026

Pemerintah akan tegas mencabut izin usaha perusahaan yang terbukti terlibat karhutla guna memberikan efek jera dan mencegah bencana asap.

Menelusuri Salju Terakhir Papua Tiga Generasi Amungme Dan Moni Menjaga

Menelusuri Salju Terakhir Papua: Tiga Generasi Amungme dan Moni Menjaga Gunung Keramat

by BBC Indonesia
September 17, 2026

Jelajahi kisah gunung keramat Papua, jejak penaklukan, dan sejarah tiga generasi suku Amungme dan Moni di tengah sirnanya salju terakhir.

Putusan Terbaru Mk Soal Anggaran Mbg Bakal Ubah Arah Kebijakan

Putusan Terbaru MK Soal Anggaran MBG Bakal Ubah Arah Kebijakan Nasional

by BBC Indonesia
September 17, 2026

Simak dampak putusan terbaru MK terkait anggaran program Makan Bergizi Gratis MBG dan implikasinya terhadap alokasi dana pendidikan nasional.

Mega Science Center Dan Budaya Jatim Park 1

Mega Science Center dan Budaya Jatim Park 1, Ruang Eksplorasi Berskala Besar dengan 1.640 Alat Peraga Sains dan Artefak Budaya di Kota Batu

by Malang Today
September 17, 2026

Jawa Timur Park Group memperkenalkan Mega Science Center dan Budaya sebagai destinasi wisata edukasi terbaru di kawasan Jatim Park 1,...

Prabowo Jajal Lrt Kelapa Gading Dan Tegaskan Komitmen Pengembangan Transportasi

Prabowo Jajal LRT Kelapa Gading dan Tegaskan Komitmen Pengembangan Transportasi Publik

by Malang Today
September 16, 2026

Presiden Prabowo Subianto mencoba layanan LRT Jabodebek dari Stasiun Kelapa Gading untuk memastikan kenyamanan transportasi umum masyarakat.

Temuan Kotoran Dan Kecoa Di Sppg Bandung Jadi Sorotan Dinkes

Temuan Kotoran dan Kecoa di SPPG Bandung Jadi Sorotan Dinkes

by Malang Today
September 16, 2026

Dinkes Bandung temukan kecoa dan kotoran saat inspeksi SPPG untuk memastikan standar kebersihan serta keamanan pangan warga tetap terjaga.

Resmi Dilantik Susanna Pimpin Politeknik Aisyiyah Batam

Resmi Dilantik, Susanna Pimpin Politeknik Aisyiyah Batam

by Malang Today
September 14, 2026

Susanna resmi dilantik sebagai Direktur Politeknik Aisyiyah Batam yang baru untuk membawa kampus ini menuju era baru pendidikan tinggi yang...

Aksi Kilat Kawanan Pencuri Gasak Artefak Emas Zaman Perunggu Di

Aksi Kilat Kawanan Pencuri Gasak Artefak Emas Zaman Perunggu di Museum Spanyol

by Malang Today
September 14, 2026

Intip kronologi pencurian kilat koleksi emas Zaman Perunggu yang tak ternilai harganya dari sebuah museum di Spanyol yang menghebohkan dunia.

Peragaan Busana Cos Diguncang Protes Peta Petinggi Cfda Ikut Turun

Peragaan Busana COS Diguncang Protes PETA Petinggi CFDA Ikut Turun Tangan

by Malang Today
September 14, 2026

Simak kronologi aksi protes PETA di peragaan busana COS yang memicu ketegangan hingga menyeret ketua CFDA ke dalam pusaran konflik...

Kowani Apresiasi Sikap Tegas Perwira Tolak Klb

Kowani Apresiasi Sikap Tegas Perwira Tolak KLB

by Malang Today
September 14, 2026

Kowani mengapresiasi langkah tegas para perwira yang menolak pelaksanaan KLB demi menjaga integritas serta marwah organisasi dari perpecahan.

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

imunify-bot-check 2223
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.