MALANG TODAY – Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/09) dini hari. Kapal yang tengah berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin ini mengangkut sebanyak 243 orang. Peristiwa nahas tersebut menyisakan kisah mencekam dari para penumpang yang berjuang menyelamatkan diri di tengah kepanikan tanpa adanya peringatan bahaya dari awak kapal.
Detik-Detik Mencekam Tanpa Alarm Bahaya
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB saat sebagian besar penumpang sedang terlelap tidur. Agus, seorang sopir ekspedisi asal Palangkaraya, mengaku baru mengetahui kondisi darurat setelah dibangunkan oleh rekannya yang mengabarkan bahwa kapal mulai miring.
Menurut Agus, situasi di atas kapal langsung berubah menjadi sangat panik. Ironisnya, ia sama sekali tidak mendengar adanya bunyi alarm darurat ataupun pengumuman resmi dari pihak kru kapal mengenai kondisi bahaya tersebut.
Hal senada diungkapkan oleh Siprianus, penumpang lainnya. Ia menyesalkan tidak adanya sinyal peringatan dari awak kapal saat lambung kapal mulai miring secara mendadak. Tanpa sempat mencari pelampung yang sulit ditemukan di sekitarnya, Siprianus langsung berusaha menyelamatkan diri di tengah teriakan histeris penumpang lain yang mencoba menyelamatkan diri.
Bertahan Hidup dan Terombang-ambing di Lautan
Dalam situasi yang kacau, Agus berhasil melompat ke sebuah sekoci penyelamat bersama enam orang lainnya, termasuk dua anak buah kapal. Mereka terombang-ambing di tengah laut dari pukul satu dini hari hingga pukul delapan pagi sebelum akhirnya mendapat pertolongan. Dari atas sekoci, Agus menyaksikan banyak penumpang lain yang terapung-apung tanpa mengenakan jaket pelampung sambil berteriak meminta tolong.
Sementara itu, Siprianus harus bertahan selama kurang lebih sembilan jam di lautan sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal penyelamat dan dibawa menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa masih banyak penumpang yang terjebak di dalam kapal saat peristiwa itu terjadi.
Kisah perjuangan lain datang dari Rinto Arahab, seorang calon pekerja perkebunan sawit asal Palembang. Saat kapal mulai terbalik, Rinto langsung mengenakan pelampung dan nekat terjun ke laut. Ia berhasil bertahan hidup dengan mengapung selama empat jam sebelum akhirnya dievakuasi oleh sebuah kapal tunda (tugboat) batubara yang melintas, lalu dipindahkan ke kapal MV Haida untuk dibawa ke pelabuhan.
Faktor Kelalaian Manusia Jadi Sorotan
Kecelakaan laut ini kembali memicu sorotan tajam mengenai standar keselamatan pelayaran di Indonesia. Pakar transportasi laut sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Surabaya (ITS), Setyo Nugroho, mengungkapkan bahwa mayoritas kecelakaan kapal di tanah air disebabkan oleh faktor kelalaian manusia.
Setyo menjelaskan bahwa sekitar 90 persen kecelakaan kapal bersumber dari kesalahan manusia, di mana 80 persen di antaranya dipicu oleh penanganan muatan yang tidak benar serta pengabaian terhadap perhitungan stabilitas kapal. Selain itu, kurangnya pemeliharaan mesin secara berkala juga menjadi faktor krusial yang kerap diabaikan oleh operator pelayaran.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post