Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Pria Ini Gelar Pernikahan dan Pesta Kelahiran Bayi Mantan Pacar Secara Bersamaan/Terobosan Terusan Pinglu China dan Potensi Peta Baru Perdagangan dengan Indonesia/Buya Anwar Sebut Maraknya Kasus Korupsi Berpotensi Picu Krisis Kepercayaan Publik/Atasi Kekeringan Parah di 15 Desa, BPBD Kabupaten Malang Gelontorkan 5,3 Juta Liter Air Bersih/Anthropic Ajukan RUU Keamanan AI yang Sanggup Hentikan Pengembangan Model Berbahaya/Investor Asing Masih Gencar Mengakumulasi Saham Ini di Tengah Dinamika Pasar/Jepang Luncurkan Roket H3 Bawa Wahana Misi Pengambil Sampel Bulan Mars/Pemerintah Buka Suara dan Bantah Isu Pembagian Ponsel Pintar Gratis untuk Penyaluran Bantuan/Ungkit Sejarah Konfrontasi, Calvin Cheng Balas Kritik M Lutfi Terkait Karhutla/Mengulas Rahasia Sukses Sei Mamtuaku dan Hindia Koffie en Eaten Menaklukkan Pasar Kuliner Malang Raya/Perkuat Bisnis Bioteknologi, OpenAI Resmi Ciptokarya Startup Orchestra Bio/Kuba Kecam Keras Surat Perintah Penangkapan Raul Castro oleh AS/Piagam Kering dan LVMH Lindungi Model Dunia, Antara Progres Mutakhir dan Tanda Tanya Industri Fashion/Kapal Feri Terbakar Hebat Berjam-jam di Perairan Merak Pasca Seluruh Penumpang Dievakuasi/KMP Batumandi Kandas, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi Selamat/
Pria Ini Gelar Pernikahan dan Pesta Kelahiran Bayi Mantan Pacar Secara Bersamaan/Terobosan Terusan Pinglu China dan Potensi Peta Baru Perdagangan dengan Indonesia/Buya Anwar Sebut Maraknya Kasus Korupsi Berpotensi Picu Krisis Kepercayaan Publik/Atasi Kekeringan Parah di 15 Desa, BPBD Kabupaten Malang Gelontorkan 5,3 Juta Liter Air Bersih/Anthropic Ajukan RUU Keamanan AI yang Sanggup Hentikan Pengembangan Model Berbahaya/Investor Asing Masih Gencar Mengakumulasi Saham Ini di Tengah Dinamika Pasar/Jepang Luncurkan Roket H3 Bawa Wahana Misi Pengambil Sampel Bulan Mars/Pemerintah Buka Suara dan Bantah Isu Pembagian Ponsel Pintar Gratis untuk Penyaluran Bantuan/Ungkit Sejarah Konfrontasi, Calvin Cheng Balas Kritik M Lutfi Terkait Karhutla/Mengulas Rahasia Sukses Sei Mamtuaku dan Hindia Koffie en Eaten Menaklukkan Pasar Kuliner Malang Raya/Perkuat Bisnis Bioteknologi, OpenAI Resmi Ciptokarya Startup Orchestra Bio/Kuba Kecam Keras Surat Perintah Penangkapan Raul Castro oleh AS/Piagam Kering dan LVMH Lindungi Model Dunia, Antara Progres Mutakhir dan Tanda Tanya Industri Fashion/Kapal Feri Terbakar Hebat Berjam-jam di Perairan Merak Pasca Seluruh Penumpang Dievakuasi/KMP Batumandi Kandas, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi Selamat/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Hidup Rakyat Makin Sesak, Greenpeace Indonesia Desak Pemerintah untuk Serius Tangani Krisis Iklim

by Green Peace Indonesia
October 20, 2026
Hidup Rakyat Makin Sesak Greenpeace Indonesia Desak Pemerintah Untuk Serius

Hidup Rakyat Makin Sesak Greenpeace Indonesia Desak Pemerintah Untuk Serius

Promo Hujan Bonus Fiberzone #Internetcepatindonesia

Jakarta, 20 Oktober 2026 – Berbagai bencana yang dipicu krisis iklim mewarnai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Mulai dari banjir bandang yang melanda Sumatera, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap berkepanjangan, hingga cuaca ekstrem yang mengancam kehidupan masyarakat. Jutaan warga harus berjuang menghadapi dampak krisis iklim yang kian nyata, sementara biaya hidup terus meningkat. Riset teranyar Greenpeace Indonesia, “Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah,” mengungkap bahwa krisis iklim bukan hanya menghancurkan lingkungan, tetapi juga menggerus penghasilan dan daya beli pekerja. Nelayan dan pekerja gig–seperti pengemudi ojek daring dan pekerja lepas–merupakan kelompok pekerja yang paling terdampak.

Bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Greenpeace Indonesia menggelar aksi damai tanpa kekerasan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, untuk mendesak pemerintah agar lebih serius menangani krisis iklim yang kian mengancam kualitas hidup masyarakat Indonesia. Dalam aksi kreatif tersebut, sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia  membentangkan dua spanduk raksasa dari atas Patung Selamat Datang. Spanduk bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dibentangkan menghadap ke arah Istana Merdeka di utara, sementara spanduk lainnya bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” menghadap ke selatan Bundaran Hotel Indonesia.

“Greenpeace Indonesia terus menggaungkan suara masyarakat, mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap krisis iklim yang makin memperburuk kualitas hidup masyarakat. Dampaknya paling berat dirasakan oleh kelompok pekerja yang hidup dalam kerentanan ekonomi. Cuaca ekstrem dan bencana ekologis tidak hanya mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat, tapi juga mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan, dan mendorong kenaikan harga pangan. Kabut asap berkepanjangan adalah salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas ekonomi sehari-hari. Di tengah situasi ini, masyarakat justru semakin terhimpit oleh kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian pekerjaan, termasuk gelombang pemutusan hubungan kerja. Padahal, pemerintahan Prabowo-Gibran berjanji memprioritaskan penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan dan energi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Temuan riset terbaru kami  malah menunjukkan sebaliknya. Pemerintah gagal untuk menyediakan solusi bagi dampak krisis iklim yang semakin nyata dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Jeanny Sirait, Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia.

Laporan Besok Harga Naik! mengungkap bagaimana dampak krisis iklim pada kualitas hidup delapan kelompok masyarakat di tiga wilayah aglomerasi di Pulau Jawa, yaitu Jabodetabekjur (Jakarta Raya), Cekungan Bandung (Bandung Raya), dan Kartamantul (Yogyakarta Raya). Hasil riset menunjukkan bahwa dampak krisis iklim paling kuat dirasakan  pada pola konsumsi dan biaya pangan (41%), disusul dengan produktivitas dan pendapatan (39%) masyarakat. Sementara itu, 20% responden merasakan dampaknya terhadap akses tempat tinggal dan biaya transportasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa krisis iklim bukan lagi semata persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan ekonomi yang langsung memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Atha Rasyadi, Ketua Tim Kampanye Sosial & Ekonomi Greenpeace Indonesia, menyoroti klaim Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD tahun 2026 yang menyatakan bahwa ekonomi Indonesia bertumbuh sebesar 5,45% dalam paruh pertama 2026. “Presiden mengklaim bahwa angka ini adalah angka pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir, tetapi siapa yang benar-benar menikmati hasilnya? Karena faktanya pertumbuhan ini tidak dirasakan oleh masyarakat. Ketika pemerintah terus membanggakan angka pertumbuhan, mengorbankan lingkungan secara serampangan, yang pada akhirnya masyarakat justru harus menanggung semua dampaknya. Kita tidak bisa terus diam ketika pertumbuhan ekonomi hanya memperkaya segelintir orang apalagi dengan eksploitasi alam secara serakah, sementara masyarakat dipaksa berjuang sendiri untuk bertahan hidup,” kata Atha.

Di tengah tekanan ekonomi dan dampak krisis iklim, masyarakat terpaksa harus melakukan berbagai cara untuk dapat bertahan di tengah krisis yang terjadi, mulai dari penghematan hingga mencari pekerjaan tambahan. Laporan ini mencatat bahwa 57,34% responden dari berbagai kelompok masyarakat terpaksa memangkas konsumsi non-esensial untuk menghemat sekitar Rp50.000–Rp1.000.000 per bulan. Sebanyak 38,78% responden memilih untuk menanam kebutuhan pokok di rumah yang membantu menghemat sekitar Rp80.000–Rp500.000 per bulan. Untuk menambah pendapatan, 56,79% responden memilih untuk mengambil pekerjaan sampingan atau membuka usaha baru yang menambah pemasukan sekitar Rp500.000–Rp2.500.000 per bulan. Sementara itu, 17,73% sisanya mengembangkan produksi pangan mandiri, seperti sayur, telur, dan susu, yang dapat menghasilkan Rp5.000–Rp500.000 per bulan. Berbagai upaya ini menunjukkan daya lenting masyarakat dalam menghadapi tekanan hidup, tetapi ini juga menunjukkan bahwa beban untuk beradaptasi dengan krisis semakin banyak ditanggung oleh rumah tangga.

Beban tersebut semakin berat ketika masyarakat juga harus menghadapi berbagai bencana iklim. Bagi masyarakat yang mengalami bencana, krisis ini berarti tambahan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, serta ancaman terhadap kesehatan dan akses pendidikan bagi anak-anak mereka. Di sisi lain, pemerintah justru memprioritas anggaran negara pada program-program yang memperburuk beban masyarakat di tengah dampak krisis iklim, seperti Makan Bergizi Gratis yang menyebabkan inflasi harga pangan dan pemangkasan anggaran penanggulangan bencana ketika Indonesia diterpa berbagai bencana. Rakyat lagi-lagi harus menanggung beban ini sendirian.

“Temuan dan rekomendasi dalam riset Besok Harga Naik! dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan iklim yang berpihak pada masyarakat. Pemerintah tidak bisa hanya membanggakan angka pertumbuhan ekonomi, ketika masyarakat masih harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar dan menanggung sendiri dampak krisis iklim. Kalau rakyat harus menanggung sendiri dampak krisis iklim dan bencana yang berakibat pada kenaikan biaya hidup, lalu apa kerja pemerintah?” tandas Jeanny.

Catatan Editor:

Baca laporan “Besok Harga Naik!: Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah.”

Foto dan video dapat diakses di tautan ini. 

Kontak Media:

Jeanny Sirait, Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, +62 858-1042-3390

Agnes Alvionita, Juru Kampanye Komunikasi Greenpeace Indonesia, ‎⁨‪+62 858‑1028‑8575‬⁩

Logo Green Peace
Green Peace Indonesia

Greenpeace ada karena bumi yang rapuh ini butuh suara. Kami adalah organisasi lingkungan global yang didedikasikan untuk bersama-sama melindungi masa depan

Related Posts

Pria Ini Gelar Pernikahan Dan Pesta Kelahiran Bayi Mantan Pacar

Pria Ini Gelar Pernikahan dan Pesta Kelahiran Bayi Mantan Pacar Secara Bersamaan

by Malang Today
October 21, 2026

Viral di media sosial, seorang wanita menggelar pernikahan sekaligus merayakan pesta bayi dari mantannya secara bersamaan di hari yang sama.

Terobosan Terusan Pinglu China Dan Potensi Peta Baru Perdagangan Dengan

Terobosan Terusan Pinglu China dan Potensi Peta Baru Perdagangan dengan Indonesia

by Malang Today
October 21, 2026

Kanal Pinglu China berpotensi merombak rute perdagangan Asia Tenggara dan meningkatkan efisiensi distribusi logistik dengan Indonesia.

Buya Anwar Sebut Maraknya Kasus Korupsi Berpotensi Picu Krisis Kepercayaan

Buya Anwar Sebut Maraknya Kasus Korupsi Berpotensi Picu Krisis Kepercayaan Publik

by Malang Today
October 21, 2026

Buya Anwar tegaskan kasus korupsi dapat memicu krisis kepercayaan publik secara masif. Simak ulasan lengkap dan dampaknya bagi bangsa di...

Investor Asing Masih Gencar Mengakumulasi Saham Ini Di Tengah Dinamika

Investor Asing Masih Gencar Mengakumulasi Saham Ini di Tengah Dinamika Pasar

by Malang Today
October 21, 2026

Investor asing terus melakukan aksi beli bersih pada saham unggulan pilihan, pelajari deretan emiten yang jadi incaran utama di IHSG...

Jepang Luncurkan Roket H3 Bawa Wahana Misi Pengambil Sampel Bulan

Jepang Luncurkan Roket H3 Bawa Wahana Misi Pengambil Sampel Bulan Mars

by Xinhua News
October 21, 2026

Jepang sukses meluncurkan roket H3 pembawa wahana MMX untuk menjelajah dan mengambil sampel dari bulan Mars secara resmi.

Pemerintah Buka Suara Dan Bantah Isu Pembagian Ponsel Pintar Gratis

Pemerintah Buka Suara dan Bantah Isu Pembagian Ponsel Pintar Gratis untuk Penyaluran Bantuan

by Malang Today
October 21, 2026

Pemerintah bantah rumor pembagian ponsel pintar gratis untuk penyaluran bansos dan tegaskan informasi yang beredar adalah hoaks.

Ungkit Sejarah Konfrontasi Calvin Cheng Balas Kritik M Lutfi Terkait

Ungkit Sejarah Konfrontasi, Calvin Cheng Balas Kritik M Lutfi Terkait Karhutla

by Malang Today
October 21, 2026

Tanggapi kritik M Lutfi terkait karhutla, Calvin Cheng ungkit sejarah Konfrontasi dan serukan persatuan Indonesia-Singapura demi solusi.

Kuba Kecam Keras Surat Perintah Penangkapan Raul Castro Oleh As

Kuba Kecam Keras Surat Perintah Penangkapan Raul Castro oleh AS

by Xinhua News
October 21, 2026

Kuba mengecam keras surat perintah penangkapan AS terhadap Raul Castro dan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk provokasi politik.

Piagam Kering Dan Lvmh Lindungi Model Dunia Antara Progres Mutakhir

Piagam Kering dan LVMH Lindungi Model Dunia, Antara Progres Mutakhir dan Tanda Tanya Industri Fashion

by Malang Today
October 21, 2026

Simak dampak piagam Kering dan LVMH dalam perlindungan model fashion, sejauh mana kemajuannya, serta isu penting yang masih dipertanyakan.

Kapal Feri Terbakar Hebat Berjam Jam Di Perairan Merak Pasca Seluruh

Kapal Feri Terbakar Hebat Berjam-jam di Perairan Merak Pasca Seluruh Penumpang Dievakuasi

by Malang Today
October 21, 2026

Kapal feri terbakar hebat selama beberapa jam di dekat Pelabuhan Merak setelah seluruh penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan.

Discussion about this post

Signaturee 2026 Badge
Signaturee Avatar
View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

9364
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.