Panggung Paris Fashion Week: Simfoni Pleats Issey Miyake hingga Semangat Brasil di Casablanca
Paris kembali berdenyut dengan energi kreatif yang memikat saat Paris Fashion Week resmi digelar. Ibu kota mode dunia ini seolah menjadi kanvas raksasa bagi para desainer untuk menuangkan visi mereka. Dari ketenangan filosofis Issey Miyake di Dojo de Paris, riuhnya semangat Brasil yang diusung Casablanca, hingga eksplorasi estetika Lanvin di Grand Palais Immersif, setiap rumah mode menawarkan narasi unik yang mendefinisikan tren musim mendatang.
Issey Miyake: Puisi dalam Lipatan dan Ruang
Di bawah arahan kreatif Satoshi Kondo, Issey Miyake kembali membuktikan penguasaannya atas teknik pleats (lipatan) yang ikonik. Musim semi/panas 2027 ini, Kondo menggali lebih dalam konsep ma—sebuah istilah Jepang yang merujuk pada ruang atau interval antara kain dan tubuh manusia.
Pertunjukan dimulai dengan performa kontemporer yang memukau, di mana sebuah lembaran kain raksasa bertransformasi menjadi membran yang hidup, seolah bernapas mengikuti gerak penari. Koleksi ini menampilkan siluet silindris yang asimetris, dipadukan dengan material inovatif yang menggabungkan serat alami dan kertas tradisional Jepang. Issey Miyake tetap setia pada DNA-nya; lipatan-lipatan yang ditumpuk, gaun tabung hitam, hingga tunik dengan arsitektur kompleks menjadi bukti bahwa teknik tradisional tetap relevan dalam busana modern yang puitis.
Casablanca: Amore e Progresso dalam Balutan Tropis
Jika Issey Miyake menawarkan ketenangan, Casablanca justru membawa kemeriahan pesta ala Brasil ke jantung Paris. Mengusung tema “Amore e Progresso”, desainer Charaf Tajer menghadirkan koleksi yang memadukan gaya resort yang relaks dengan kemewahan klub malam yang glamor.
Koleksi ini adalah perayaan akan kebebasan. Detail bunga tropis, rajutan crochet, hingga motif gelombang laut mendominasi busana. Tajer dengan cerdas memadukan elemen maskulin dan feminin; mulai dari celana pendek petinju berbahan kulit dengan aksen rhinestones, hingga gaun malam dengan potongan dekonstruktif yang berani. Bagi pria, Casablanca menawarkan setelan oversized yang santai namun tetap terlihat tajam, mempertegas posisi mereka sebagai pionir gaya sporty-chic masa kini.
Lanvin: Menuju Arah Baru yang Elegan
Di Grand Palais Immersif, Peter Copping menghadirkan koleksi yang menonjolkan sisi feminin yang kuat bagi Lanvin. Meski koleksi ini menampilkan lebih dari empat puluh tampilan yang elegan, arah kreatif rumah mode legendaris ini tampak masih mencari titik temu yang pasti.
Copping bereksperimen dengan berbagai gaya, mulai dari gaun bergaris dengan potongan yang memperlihatkan celana panjang di dalamnya, hingga penggunaan renda pastoral yang kontras dengan warna-warna berani seperti kuning elektrik. Detail seperti kerah syal dan jaket ringan memberikan sentuhan klasik, sementara aksesori berupa tas dengan pegangan bergelombang dan sepatu hak tinggi dengan aksen gesper menjadi elemen yang mencuri perhatian. Meski secara visual memanjakan mata, publik masih menanti bagaimana Copping akan merajut DNA sejarah Lanvin dengan visi masa depannya.
Paris Fashion Week kali ini sekali lagi menegaskan bahwa mode bukan sekadar pakaian, melainkan sebuah pertunjukan seni yang terus berevolusi, memadukan tradisi, inovasi, dan emosi dalam setiap jahitan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post