MALANG TODAY — Kualitas air minum untuk kebutuhan rumah tangga tidak bisa lagi diukur hanya dari tampilan visual yang jernih. Rendahnya akses masyarakat terhadap air minum yang benar-benar layak konsumsi memicu pentingnya edukasi menyeluruh mengenai sumber air, higienitas kemasan, hingga ketiadaan kontaminasi berbahaya bagi kesehatan keluarga.
Berdasarkan data Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Kementerian Kesehatan tahun 2023, akses masyarakat Indonesia terhadap air minum yang memenuhi standar layak konsumsi baru mencapai angka 20,49 persen. Kondisi ini menegaskan perlunya kesadaran ekstra dari publik dalam memilih produk air kemasan yang terjamin mutu dan keterlacakannya.
Menanggapi tantangan tersebut, produsen air minum dalam kemasan AQUA meluncurkan karakter edukatif bernama AQILA. Karakter yang merepresentasikan Generasi Alpha ini dirancang untuk mengajak anak-anak dan orang tua lebih kritis serta cermat dalam memeriksa asal-usul dan kualitas air minum yang dikonsumsi sehari-hari.
Dampak Kontaminasi Air terhadap Tumbuh Kembang Anak
Kualitas air minum yang buruk menyimpan bahaya laten bagi kesehatan jangka panjang, terutama pada anak-anak. Keterangan dari dr. Marlina Tanjung, Sp.A, Subsp. Neo (K), Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Jakarta Timur, menegaskan bahwa cemaran mikrobiologis maupun logam berat sering kali tidak kasatmata namun berdampak fatal.
“Hidrasi bukan hanya soal cukup minum, tetapi juga memastikan air yang dikonsumsi bersih dan higienis. Air minum yang tidak terjaga higienitasnya dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan. Pada anak, hal ini memicu gangguan asupan dan penyerapan nutrisi yang berujung pada terganggunya proses tumbuh kembang,” terang dr. Marlina.
Risiko ini juga sejalan dengan riset ilmiah berjudul Safe Drinking Water and Its Impact on Children’s Growth and Development: A Systematic Review yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health. Kajian tersebut mengungkapkan bahwa gangguan pencernaan akibat air yang tidak aman dapat meningkatkan risiko stunting pada anak hingga 4,14 kali lebih tinggi.
Pentingnya Memeriksa Keaslian dan Keamanan Kemasan
Pihak produsen mengingatkan bahwa kejernihan fisik tidak menjamin kebersihan air. dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, selaku Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA, menekankan pentingnya memeriksa identitas resmi pada kemasan galon, termasuk keberadaan izin edar dari BPOM dan kesesuaian dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Masyarakat perlu semakin kritis memahami sumber air, proses pengolahan, hingga higienitas kemasan. Sangat penting bagi keluarga untuk memeriksa identitas merek, produsen, label, izin edar, hingga kondisi tutup galon sebelum membeli,” jelas dr. Tria.
Ia juga menyoroti perbedaan signifikan antara galon bermerek resmi dan air minum isi ulang dari depot yang tidak jelas identitasnya. Pada air isi ulang tanpa merek terstandar, prosedur sanitasi, pencucian, serta penanggung jawab kualitas produk sering kali tidak seragam dan sulit dilacak.
Selain itu, publik diimbau untuk cermat saat membeli galon guna ulang. Badan galon fisik dapat diganti atau digunakan kembali, sehingga jaminan keaslian terletak pada detail tutupnya. Produk galon resmi menggunakan teknologi double injection dengan perpaduan warna biru dan putih yang menyatukan tutup dan segel, serta memiliki kode produksi yang presisi dan cocok dengan kode pada badan galon.
Membangun Literasi Kesehatan Keluarga Melalui Generasi Alpha
Pendekatan edukasi melalui karakter AQILA ditujukan untuk memanfaatkan rasa ingin tahu anak-anak Generasi Alpha yang kritis. Menurut Adisti Nirmala, Marketing Director AQUA, rasa ingin tahu anak dapat menjadi instrumen positif dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.
“Anak-anak saat ini tumbuh dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Melalui karakter AQILA, kami ingin mengajak anak dan orang tua bersama-sama memahami apa yang mereka konsumsi setiap hari dengan cara yang interaktif dan menyenangkan,” ungkap Adisti.
Langkah edukasi ini juga mendapat apresiasi dari pihak medis. dr. Dina Hanum, MARS, Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Timur, menyatakan bahwa jaminan ketersediaan air bersih merupakan pilar utama kesehatan keluarga yang sejalan dengan komitmen layanan kesehatan pediatrik dan tumbuh kembang anak.
Melalui kampanye ini, masyarakat diperkenalkan pada enam kriteria utama kualitas air minum yang dirangkum dalam konsep AQUAAH, mencakup:
- Alami: Bersumber dari mata air pegunungan terpilih dengan kandungan mineral seimbang.
- Quality Control: Memenuhi standar ketat melalui pengujian lebih dari 400 parameter kualitas.
- Untung dan Ekonomis: Memiliki nilai ekonomis yang didukung program kesehatan keluarga.
- Aman: Menggunakan kemasan bebas BPA (BPA Free) serta dilengkapi teknologi segel double injection.
- Adem: Menyajikan kesegaran alami secara optimal.
- Higienis: Melalui rangkaian pembersihan hingga 20 kali pembilasan menggunakan air bertekanan tinggi.
Melalui sinergi edukasi antara praktisi kesehatan, produsen, dan peran aktif orang tua, kesadaran publik dalam memilih air minum berkualitas diharapkan terus meningkat demi menekan risiko penyakit dan mendukung kesehatan generasi mendatang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post