MALANG TODAY – Sanrio, perusahaan asal Jepang yang menaungi karakter populer Hello Kitty, resmi menyampaikan permohonan maaf dan menghentikan seluruh kerja sama dengan serial drama televisi Vivant. Langkah tegas ini diambil setelah kolaborasi promosi merchandise tersebut memicu gelombang protes keras dan kecaman dari publik serta media pemerintah China.
Pihak Sanrio menyatakan pembatalan kolaborasi dilakukan setelah mengevaluasi ulang konten serial tersebut. Perusahaan menilai alur cerita dalam drama mata-mata itu memuat unsur-unsur yang tidak sejalan dengan nilai dasar Sanrio yang menjunjung tinggi keharmonisan dan kedamaian.
Dinilai Memuat Konten Sensitif dan Anti-China
Gelombang kritik bermula dari penayangan musim kedua serial Vivant. Drama laga bertema spionase tersebut menampilkan adegan kontroversial yang menggambarkan agen intelijen China melakukan aksi penyiksaan brutal terhadap mata-mata asal Jepang.
Media pemerintah China, termasuk CCTV dan Global Times, melayangkan kritik tajam dan menilai adegan tersebut memutarbalikkan fakta sejarah. Gambaran metode penyiksaan dalam drama itu dianggap menyerupai tindakan kejam yang secara historis pernah dilakukan pasukan militer Jepang terhadap masyarakat China pada masa lampau.
Reaksi keras publik berimbas pada Sanrio karena meluncurkan produk merchandise yang menampilkan karakter ikonik seperti Hello Kitty, My Melody, dan Cinnamoroll mengenakan kostum para tokoh dalam serial tersebut. Kolaborasi ini memicu desakan boikot di media sosial China, yang dinilai berpotensi merusak reputasi dan ikatan emosional Sanrio dengan konsumen di Beijing.
Langkah Evaluasi Sanrio dan Sikap Jaringan Televisi
Menanggapi eskalasi masalah tersebut, manajemen Sanrio menegaskan komitmennya untuk memperketat proses peninjauan seluruh proyek kerja sama di masa depan. Perusahaan berjanji akan lebih selektif agar setiap produk yang dirilis tetap mencerminkan prinsip keharmonisan dan kepedulian antarmanusia.
Di sisi lain, Masamine Ryuho selaku Presiden jaringan televisi TBS yang menayangkan Vivant memberikan klarifikasi terkait polemik ini. Pihaknya menegaskan bahwa serial tersebut murni karya fiksi hiburan dan tidak pernah bermaksud merendahkan atau memojokkan negara mana pun.
Meski demikian, insiden ini menambah deretan ketegangan budaya dan ekonomi yang melibatkan brand besar internasional di pasar China, mengingat sensitivitas isu sejarah dan politik yang masih tinggi di kawasan tersebut.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post