JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan tren positif pada pembukaan perdagangan Jumat pagi. Penguatan mata uang Garuda ini terdorong oleh koreksi indeks dolar AS yang tertekan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah serta dinamika pasar saham global.
Berdasarkan data pasar spot pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat 17 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp 18.120 per dolar AS. Pergerakan ini memperpanjang reli dari penutupan perdagangan hari sebelumnya yang juga mencatatkan kenaikan 47 poin (0,26 persen) di level Rp 18.137 per dolar AS.
Dolar AS Tertekan Penurunan Yield Treasury
Di saat yang sama, indeks dolar AS terpantau melemah 0,29 persen ke level 101,738. Tekanan terhadap greenback terjadi seiring merosotnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury). Kondisi tersebut diperparah oleh aksi jual massif pada saham-saham sektor kecerdasan buatan (AI) yang mendorong investor mengalihkan dananya ke instrumen aset aman (safe-haven).
Koreksi dolar AS memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih bertenaga di akhir pekan ini.
Dinamika Mata Uang Global dan Keputusan BOJ
Di kawasan Asia, perhatian pelaku pasar tertuju pada yen Jepang yang bergerak stabil di kisaran 157,815 per dolar AS jelang pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ). BOJ diproyeksikan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 1,25 persen, meski inflasi domestik masih membayangi.
Sementara itu, pergerakan mata uang utama dunia lainnya menunjukkan dinamika bervariasi:
- Euro cenderung stabil di posisi US$ 1,1185 setelah sempat menyentuh titik terendah dalam beberapa bulan terakhir.
- Poundsterling Inggris menguat 0,1 persen menjadi US$ 1,3390, mengukuhkan akumulasi kenaikan sekitar 1 persen sepanjang bulan ini.
- Dolar Australia tertahan di level US$ 0,7030 dengan catatan performa bulanan naik 1,2 persen.
- Dolar Selandia Baru melemah tipis ke posisi US$ 0,5626 dan cenderung bergerak stagnan.
Kondisi pasar keuangan global yang diwarnai pergeseran portofolio investor ke aset minim risiko ini diprediksi masih akan memengaruhi arah pergerakan nilai tukar rupiah hingga penutupan perdagangan pekan ini.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post