Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerpa berbagai wilayah Indonesia tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memicu bencana kemanusiaan yang mematikan. Laporan ilmiah terbaru dari lembaga riset independen berbasis di Helsinki, Center for Research on Energy and Clean Air (CREA), mengungkapkan bahwa polusi udara akibat asap karhutla telah menyebabkan 3.560 kematian di seluruh Indonesia hanya sepanjang bulan September saja.
Ancaman Nyata Paparan Udara Berbahaya
Dampak buruk dari kabut asap ini dirasakan secara masif oleh masyarakat di berbagai daerah. Data riset tersebut mencatat bahwa pada bulan yang sama, sekitar 57,8 juta jiwa penduduk Indonesia terpaksa menghirup udara dengan kualitas buruk yang masuk dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya bagi kesehatan manusia.
Paparan partikel polutan mikroskopis dari asap pembakaran hutan ini diketahui menjadi pemicu utama meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serangan jantung, hingga penyakit paru kronis yang berujung pada kematian dini. Para ahli menekankan perlunya langkah mitigasi yang lebih ketat dan respons cepat dari pemerintah untuk menangani sumber kebakaran serta melindungi warga yang berada di kawasan terdampak parah.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post