Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Sembilan Perusahaan Indonesia Lolos Program KINETIK Sweef Fellows/Kesepakatan Tarif EU Berpotensi Turunkan Harga Mobil Jerman di Indonesia/Wall Street Melesat Usai Data Tenaga Kerja AS Tahan Laju Suku Bunga The Fed/Lagu Anyar Beat Playful Jangan Test Aku Angkat Realita Hubungan Toxic yang Bikin Penat/Meta Garap Gadget Masa Depan Berbasis Teknologi AI Muse/PBV Masih 0,8 Kali, Emiten Tebarkan Dividen Interim Jumbo Rp 3,89 Triliun/Laju Mencair Kian Parah, Gletser di Swiss Kehilangan 5 Persen Es/Aksi Nekat Pria Tunanetra Mengemudikan Mobil sejauh 241 Kilometer Gempar Publik/Surplus Perdagangan Indonesia Melonjak di Tengah Anjloknya Impor yang Mengindikasikan Risiko Ekonomi/Jakarta Ranking Kedua Kasus TBC Nasional, Kepadatan Penduduk Jadi Pemicu Utama/Khofifah Dorong Santri Pramuka Jawa Timur Jadi Benteng Pertahanan NKRI/Sean Parker Ambil Alih Kendali, Stability AI Arahkan Fokus Utama ke Teknologi Musik AI/Buka Peluang Kerja Global, Korsel Sosialisasi Program Perawat Lansia untuk WNI/Semarak Perayaan Hari Kopi Internasional di Roma/Panggung Lakme Fashion Week FDCI Kembali Guncang Delhi, Pero Siap Tampil Sebagai Pembuka/
Sembilan Perusahaan Indonesia Lolos Program KINETIK Sweef Fellows/Kesepakatan Tarif EU Berpotensi Turunkan Harga Mobil Jerman di Indonesia/Wall Street Melesat Usai Data Tenaga Kerja AS Tahan Laju Suku Bunga The Fed/Lagu Anyar Beat Playful Jangan Test Aku Angkat Realita Hubungan Toxic yang Bikin Penat/Meta Garap Gadget Masa Depan Berbasis Teknologi AI Muse/PBV Masih 0,8 Kali, Emiten Tebarkan Dividen Interim Jumbo Rp 3,89 Triliun/Laju Mencair Kian Parah, Gletser di Swiss Kehilangan 5 Persen Es/Aksi Nekat Pria Tunanetra Mengemudikan Mobil sejauh 241 Kilometer Gempar Publik/Surplus Perdagangan Indonesia Melonjak di Tengah Anjloknya Impor yang Mengindikasikan Risiko Ekonomi/Jakarta Ranking Kedua Kasus TBC Nasional, Kepadatan Penduduk Jadi Pemicu Utama/Khofifah Dorong Santri Pramuka Jawa Timur Jadi Benteng Pertahanan NKRI/Sean Parker Ambil Alih Kendali, Stability AI Arahkan Fokus Utama ke Teknologi Musik AI/Buka Peluang Kerja Global, Korsel Sosialisasi Program Perawat Lansia untuk WNI/Semarak Perayaan Hari Kopi Internasional di Roma/Panggung Lakme Fashion Week FDCI Kembali Guncang Delhi, Pero Siap Tampil Sebagai Pembuka/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Wall Street Melesat Usai Data Tenaga Kerja AS Tahan Laju Suku Bunga The Fed

by Malang Today
October 3, 2026
Wall Street Melesat Usai Data Tenaga Kerja As Tahan Laju

Wall Street Melesat Usai Data Tenaga Kerja As Tahan Laju

Promo Hujan Bonus Fiberzone #Internetcepatindonesia

WASHINGTON D.C. — Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, berhasil menutup perdagangan akhir pekan dengan menguat signifikan pada Jumat (2/10/2026) waktu setempat. Lonjakan indeks utama dipicu oleh rilis data tenaga kerja AS yang melambat, sehingga memperkuat ekspektasi investor bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan menahan atau melonggarkan kebijakan suku bunga acuan mereka.

Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average tercatat menguat 0,49 persen ke level 51.176,96. Hasil positif juga diikuti oleh indeks S&P 500 yang bertambah 0,73 persen menuju posisi 7.722,72, serta indeks berbasis teknologi Nasdaq Composite yang memimpin penguatan dengan melonjak 1,19 persen hingga menyentuh level 27.190,86.

Sektor Teknologi dan Saham Berkapitalisasi Besar Jadi Pendorong Utama

Penguatan pasar saham di penghujung pekan ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar (big tech). Raksasa produsen chip, Nvidia, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 1,3 persen. Sementara itu, saham produsen kendaraan listrik Tesla melonjak drastis hingga 4,7 persen, sekaligus menjadi salah satu penopang utama lonjakan indeks S&P 500.

Secara sektoral, kelompok saham kebutuhan sekunder (consumer discretionary) tampil sebagai sektor dengan performa terbaik setelah mencatatkan kenaikan sebesar 1,4 persen. Di sisi lain, saham-saham yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga juga menunjukkan tren positif. Indeks real estat S&P 500 menguat 0,4 persen, dan indeks Russell 2000—yang mengukur kinerja saham-saham berkapitalisasi kecil—melonjak 0,9 persen, menandai performa harian terbaiknya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Data Tenaga Kerja Melambat, Prospek Kenaikan Suku Bunga Meredup

Sentimen positif pasar modal hari ini bersumber langsung dari laporan ketenagakerjaan resmi yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Laporan tersebut mencatat penambahan lapangan kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) periode September hanya mencapai 29.000 posisi. Angka ini berada jauh di bawah estimasi para ekonom yang memproyeksikan pertumbuhan sebesar 90.000 pekerjaan. Selain itu, data ketenagakerjaan untuk dua bulan sebelumnya turut mengalami revisi ke bawah.

Laporan pasar kerja yang melemah tersebut meredam kekhawatiran para pelaku pasar terkait potensi pengetatan moneter lebih lanjut. Berdasarkan kalkulasi perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan akhir Oktober menyusut drastis menjadi 22,7 persen. Angka ini turun dari posisi 24,4 persen pada hari sebelumnya, dan merosot tajam jika dibandingkan pekan lalu yang sempat menyentuh angka 64,2 persen.

Rapor Mingguan Bervariasi dan Tekanan Saham Nike

Meski mengakhiri pekan dengan performa cemerlang, pergerakan indeks utama Wall Street sepanjang pekan ini secara umum masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Indeks S&P 500 secara akumulatif terkoreksi tipis 0,27 persen dalam sepekan, sedangkan Dow Jones melemah 1,26 persen yang mengonfirmasi penurunan mingguan keempat dalam lima pekan terakhir. Sebaliknya, Nasdaq masih mampu membukukan kenaikan harian dan mingguan sebesar 0,45 persen, sekaligus mempertahankan tren positifnya selama lima pekan dari enam pekan terakhir.

Di jajaran saham individual, tekanan besar menimpa Nike yang menjadi pemicu utama tertahannya laju indeks Dow Jones. Saham produsen perlengkapan olahraga ini merosot hingga 3,6 persen setelah manajemen mengeluarkan peringatan terkait penurunan permintaan konsumen di pasar China serta memangkas proyeksi pendapatan tahunannya.

Logo Malang Today
Malang Today

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.

Related Posts

Sembilan Perusahaan Indonesia Lolos Program Kinetik Sweef Fellows

Sembilan Perusahaan Indonesia Lolos Program KINETIK Sweef Fellows

by Malang Today
October 3, 2026

Sembilan perusahaan Indonesia terpilih dalam program KINETIK Sweef Fellows untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dan kesetaraan gender.

Kesepakatan Tarif Eu Berpotensi Turunkan Harga Mobil Jerman Di Indonesia

Kesepakatan Tarif EU Berpotensi Turunkan Harga Mobil Jerman di Indonesia

by Malang Today
October 3, 2026

Kesepakatan tarif Uni Eropa dan Indonesia bakal memangkas harga mobil Jerman sehingga makin terjangkau bagi para konsumen Tanah Air.

Pbv Masih 08 Kali Emiten Tebarkan Dividen Interim Jumbo Rp

PBV Masih 0,8 Kali, Emiten Tebarkan Dividen Interim Jumbo Rp 3,89 Triliun

by Malang Today
October 3, 2026

Raih dividen interim senilai total Rp 3,89 triliun dengan rasio PBV murah 0,8 kali. Cek besaran nominal per saham dan...

Laju Mencair Kian Parah Gletser Di Swiss Kehilangan 5 Persen

Laju Mencair Kian Parah, Gletser di Swiss Kehilangan 5 Persen Es

by Xinhua News
October 3, 2026

Gletser di Swiss kehilangan 5 persen volume es dalam dua tahun akibat perubahan iklim ekstrem. Simak dampak dan analisis lengkapnya...

Aksi Nekat Pria Tunanetra Mengemudikan Mobil Sejauh 241 Kilometer Gempar

Aksi Nekat Pria Tunanetra Mengemudikan Mobil sejauh 241 Kilometer Gempar Publik

by Malang Today
October 3, 2026

Aksi nekat pria tunanetra mengendarai mobil sejauh 241 kilometer gegerkan publik. Simak kisah lengkap dan alasan di balik aksi berbahayanya...

Surplus Perdagangan Indonesia Melonjak Di Tengah Anjloknya Impor Yang Mengindikasikan

Surplus Perdagangan Indonesia Melonjak di Tengah Anjloknya Impor yang Mengindikasikan Risiko Ekonomi

by Malang Today
October 3, 2026

Surplus perdagangan Indonesia melonjak tinggi, namun penurunan impor secara drastis menjadi sinyal bahaya bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Jakarta Ranking Kedua Kasus Tbc Nasional Kepadatan Penduduk Jadi Pemicu

Jakarta Ranking Kedua Kasus TBC Nasional, Kepadatan Penduduk Jadi Pemicu Utama

by Malang Today
October 3, 2026

Jakarta menempati posisi kedua kasus TBC terbanyak. Simak fakta hubungan antara tingkat kepadatan penduduk dan risiko penularannya di sini.

Buka Peluang Kerja Global Korsel Sosialisasi Program Perawat Lansia Untuk

Buka Peluang Kerja Global, Korsel Sosialisasi Program Perawat Lansia untuk WNI

by Malang Today
October 3, 2026

Korsel buka peluang karir global perawat lansia bagi warga Indonesia. Simak syarat, fasilitas, dan cara daftarnya di sini!

Semarak Perayaan Hari Kopi Internasional Di Roma

Semarak Perayaan Hari Kopi Internasional di Roma

by Xinhua News
October 3, 2026

Jelajahi keseruan perayaan Hari Kopi Internasional di Roma melalui deretan potret unik dan tradisi minum espresso khas warga Italia di...

Panggung Lakme Fashion Week Fdci Kembali Guncang Delhi Pero Siap

Panggung Lakme Fashion Week FDCI Kembali Guncang Delhi, Pero Siap Tampil Sebagai Pembuka

by Malang Today
October 3, 2026

Lakmē Fashion Week kembali hadir di Delhi mulai 13 Oktober dengan pembukaan memukau dari Pero. Intip tren fashion terkini dan...

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

6514
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.