MALANG TODAY – Salah satu situs warisan Kristen paling bernilai sejarah di Suriah kini resmi dibuka kembali untuk para pengunjung. Pembukaan ini dilakukan setelah rampungnya tahap pertama proses rehabilitasi pada kompleks bersejarah tersebut, yang sebelumnya sempat terbengkalai dan mengalami kerusakan akibat konflik bersenjata.
Restorasi Pascakonflik 14 Tahun
Kompleks situs kuno tersebut sempat ditutup rapat dan tidak dapat diakses oleh publik maupun peziarah selama 14 tahun terakhir akibat situasi keamanan yang tidak kondusif di kawasan Aleppo. Selama periode konflik tersebut, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan yang cukup signifikan sehingga memerlukan penanganan restorasi secara khusus.
Pelaksanaan pemugaran tahap awal difokuskan pada perbaikan struktur utama serta pengamanan area sekitar guna memastikan keselamatan para wisatawan dan peziarah yang berkunjung. Pemerintah setempat bersama tim ahli cagar budaya terus berupaya mengembalikan kelestarian arsitektur asli situs bersejarah tersebut.
Simbol Kebangkitan Pariwisata dan Sejarah
Pembukaan kembali situs warisan Kristen ini menjadi angin segar bagi sektor pariwisata dan kebudayaan di Suriah, khususnya di Kota Aleppo. Langkah ini dinilai sebagai simbol penting dari pemulihan kondisi sosial masyarakat serta upaya pemulihan cagar budaya nasional setelah bertahun-tahun terpengaruh oleh krisis.
Pemerintah merencanakan proses rehabilitasi tahap berikutnya akan terus dilanjutkan secara bertahap. Hal ini dilakukan untuk memulihkan seluruh kawasan kompleks agar dapat berfungsi secara optimal sebagai destinasi wisata sejarah dan keagamaan bagi masyarakat lokal maupun mancanegara.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post