MALANG TODAY – Tiongkok makin mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan utama robotika global. Pengadopsian teknologi otomasi yang masif di berbagai sektor industri, besarnya pasar domestik, serta dukungan strategi nasional menjadi dorongan utama di balik melesatnya industri robotika dan kecerdasan buatan (AI) di Negeri Tirai Bambu tersebut.
Federasi Robotika Internasional (IFR) mencatat pertumbuhan pesat instalasi robot di Tiongkok yang jauh melampaui negara-negara lain. Berdasarkan laporan World Robotics terbaru, Tiongkok berhasil memasang 354.000 unit robot industri sepanjang tahun lalu. Angka ini melonjak 20 persen dibanding periode sebelumnya dan menyumbang hingga 59 persen dari total instalasi robot di seluruh dunia.
Dominasi Pasar Industri dan Faktor Pendorong
Capaian tersebut mencatatkan rekor baru yang lebih tinggi sekitar 60.000 unit dari rekor tahunan sebelumnya. Tingginya angka ini menegaskan dominasi Tiongkok sebagai pasar robot industri terbesar di dunia yang disokong oleh kuatnya sektor manufaktur.
Sekretaris Jenderal IFR Susanne Bieller mengungkapkan bahwa pesatnya adopsi robotika di Tiongkok dipicu oleh kombinasi beberapa faktor penting, di antaranya modernisasi industri, perubahan demografis, serta arah kebijakan pemerintah yang sangat terarah.
“Perusahaan-perusahaan Tiongkok semakin kompetitif dalam satu dekade terakhir, dan pangsa pasar domestik melonjak drastis,” ujar Bieller.
Ia menambahkan, dorongan utama pasar ini lahir dari kebutuhan industrialisasi untuk mengantisipasi perubahan demografis dan keterbatasan tenaga kerja di masa depan. Selain itu, kebijakan strategis pemerintah turut memetakan dengan tepat sektor mana saja yang membutuhkan integrasi teknologi ini.
Kemandirian Teknologi dan Pemasok Lokal
Pengembangan sektor robotika Tiongkok juga beriringan dengan fokus Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) yang menekankan pada kemandirian teknologi, modernisasi industri tradisional, serta penerapan AI di dunia nyata, termasuk pengembangan robot humanoid.
Produsen dan pemasok robot domestik Tiongkok pun kini makin berkibar di rumah sendiri. Pemasangan robot dari produsen lokal tumbuh 15 persen menjadi 195.000 unit, yang membuat mereka berhasil menguasai sekitar 55 persen pangsa pasar di Tiongkok.
“Perusahaan-perusahaan Tiongkok telah mampu mengembangkan robot yang tepat guna. Ini menjadi kekuatan utama produsen lokal dalam merancang solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan penerapan spesifik,” tutur Bieller.
Potensi Pertumbuhan Sektor Baru
Meski pertumbuhan industri otomotif sudah sangat matang dalam hal adopsi robot, IFR memproyeksikan masih ada ruang pertumbuhan yang sangat luas di sektor-sektor lain. Pasar robot industri Tiongkok diperkirakan bakal mempertahankan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 5 hingga 10 persen hingga 2029 mendatang.
Sektor-sektor non-otomotif seperti logistik, industri makanan, tekstil, kertas, hingga manufaktur kendaraan non-penumpang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan penggunaan teknologi otomasi ini ke depan.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post