MALANG TODAY – Pasukan Pemerintah Yaman mengklaim telah merebut kembali Mocha, kota pelabuhan strategis di pesisir Laut Merah yang berada di Provinsi Taiz. Keberhasilan dalam memukul mundur kelompok Houthi ini berpotensi mengubah peta kekuatan militer di kawasan dekat Selat Bab al-Mandab, jalur vital bagi pelayaran internasional.
Aksi militer ini melibatkan gabungan kekuatan pro-pemerintah, meliputi Pasukan Perisai Nasional (Nation’s Shield Forces), Brigade Raksasa (Giants Brigades), dan Perlawanan Tihama (Tihama Resistance). Serangan darat tersebut mendapat dukungan penuh dari jet tempur Arab Saudi yang menghujani posisi kelompok Houthi di pinggiran kota sebelum pasukan darat bergerak maju.
Pertempuran Sengit dan Klaim Saling Silang
Sejumlah pejuang Houthi dilaporkan tewas, terluka, dan ditangkap dalam pertempuran sengit tersebut, sementara sisanya memilih melarikan diri. Saat ini, pasukan pemerintah tengah menggelar operasi pembersihan di sekitar area pelabuhan guna mengamankan posisi mereka dari potensi serangan balasan.
Di sisi lain, perwakilan militer Houthi membenarkan adanya serangan udara masif dari koalisi Arab Saudi yang menyasar pos-pos mereka di dekat Bab al-Mandab. Pihaknya memperkirakan sedikitnya 56 pejuang Houthi tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran tersebut.
Meski demikian, klaim penguasaan penuh atas Kota Mocha sempat mendapat bantahan dari sumber di lapangan. Pihak Houthi menilai pengumuman kemenangan oleh pemerintah terlalu dini dan menganggapnya sebagai bagian dari propaganda perang yang sengit.
Bagian dari Operasi Skala Besar “Fajar Yaman”
Kelompok Houthi sebelumnya menguasai Mocha sejak awal September lalu dalam pergerakan cepat yang memperluas pengaruh mereka di sekitar Selat Bab al-Mandab. Pelabuhan Mocha sendiri memiliki posisi yang sangat krusial karena berada di jalur perairan sempit yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, menjadi urat nadi utama perdagangan global antara Asia dan Eropa.
Keberhasilan merebut kembali kota ini menjadi bagian dari manuver militer yang lebih luas bertajuk “Operasi Fajar Yaman” (Operation Dawn of Yemen). Operasi ofensif yang didukung penuh oleh Arab Saudi ini bertujuan mengembalikan wilayah-wilayah strategis yang dikuasai Houthi, termasuk misi besar merebut kembali ibu kota Sanaa.
Eskalasi pertempuran ini mencatatkan ketegangan tertinggi sejak gencatan senjata yang dimediasi oleh PBB pada tahun 2022. Konflik berkepanjangan di Yaman sendiri telah berlangsung sejak akhir 2014, ketika Houthi menguasai Sanaa dan mengasingkan pemerintahan resmi, yang kemudian memicu intervensi koalisi Arab Saudi pada pertengahan 2015.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post