MALANG TODAY – Pasar saham Eropa dilanda tekanan hebat pada penutupan perdagangan akhir pekan. Kombinasi lonjakan harga minyak mentah, melambatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan, serta ketidakpastian politik dan fiskal di Prancis memicu aksi jual meluas yang menyeret indeks-indeks utama ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Indeks acuan regional Stoxx 600 merosot 0,5 persen dan menyentuh posisi terendahnya dalam dua pekan terakhir. Dalam kurun waktu sepekan, Stoxx 600 tercatat terkoreksi lebih dari 1,5 persen. Penurunan lebih tajam dialami oleh indeks Euro Stoxx 50 yang juga tergerus 0,5 persen, membawanya ke level terendah dalam empat bulan dengan total kerugian mingguan melampaui 2 persen.
Bursa Utama Eropa Kompak Tertekan
Aksi lepas saham oleh para investor terjadi secara merata di berbagai bursa saham utama kawasan Eropa. Indeks DAX Jerman memimpin penurunan di antara negara-negara ekonomi utama setelah melemah sekitar 0,8 persen hingga tertahan di level 25.152. Pelemahan ini sejalan dengan rilis data awal Purchasing Managers’ Index (PMI) yang mengindikasikan bahwa aktivitas sektor swasta Jerman pada Oktober masih tumbuh, namun lajunya melambat jauh lebih tajam dari perkiraan semula.
Kondisi serupa dialami bursa saham Prancis. Indeks CAC 40 terkikis 0,4 persen ke posisi 7.783. Sementara itu di Inggris, indeks FTSE 100 turut terkoreksi sekitar 0,5 persen, memperpanjang tren penurunan mingguan hingga mendekati 2 persen. Selain rilis data ekonomi yang mengecewakan, fokus pasar juga terdistraksi oleh ketidakpastian terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta membumbungnya harga energi global.
Krisis Sektor Otomotif dan Ritel Kontra Lonjakan Saham Energi
Dari kacamata sektoral, emiten di bidang industri, otomotif, telekomunikasi, hingga barang konsumsi menjadi penyumbang terbesar penurunan indeks. Saham produsen barang mewah Kering anjlok drastis hingga 16,6 persen dipicu oleh merosotnya angka penjualan merek utama mereka, Gucci. Tekanan yang tidak kalah hebat melanda produsen otomotif Volvo Cars, yang sahamnya terjun bebas hampir 25 persen menyusul penurunan tajam volume penjualan di pasar China. Di sisi lain, saham perusahaan kedirgantaraan Safran turun 10 persen meski sempat membukukan kenaikan penjualan.
Di tengah maraknya koreksi, saham-saham di sektor energi justru tampil sebagai penyelamat yang menahan indeks dari kejatuhan yang lebih dalam. Lonjakan harga minyak mentah jenis Brent di pasar global memberi angin segar bagi emiten minyak. Saham Shell tercatat menguat lebih dari 3,5 persen, sedangkan BP melesat melebihi 4 persen pada perdagangan di London. Escalation konflik geopolitical, termasuk meningkatnya intensitas serangan terhadap Arab Saudi serta kekhawatiran gangguan rantai pasok akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi pendorong utama meroketnya harga komoditas energi tersebut.
Kejutan positif juga datang dari raksasa kosmetik L’Oréal. Saham perusahaan tersebut bergerak melawan arus dengan melonjak 5,6 persen setelah kinerja penjualan kuartal ketiga dilaporkan melampaui ekspektasi konsensus pasar, menjadikannya salah satu penopang utama di tengah masifnya aksi jual.
Bayang-bayang Risiko Fiskal Prancis
Selain faktor ekonomi makro, perhatian para pelaku pasar di Eropa kini tertuju pada dinamika politik dan keuangan publik di Prancis. Investor mencermati langkah lembaga pemeringkat internasional, Moody’s, yang tengah melakukan peninjauan terhadap peringkat kredit negara tersebut.
Kekhawatiran yang kian membesar atas membengkaknya defisit anggaran, tingginya biaya pinjaman negara, serta ketidakpastian kemampuan pemerintah dalam mengendalikan kondisi fiskal telah memperburuk sentimen investasi. Dampak langsung dari kecemasan ini terlihat pada pasar obligasi, di mana imbal hasil (yield) surat utang pemerintah Prancis tenor 10 tahun dilaporkan melonjak hingga menyentuh level tertinggi dalam 24 tahun terakhir.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post